Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3297 tentang Rasulullah beruban karena surat Hud dan lainnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menyebut beberapa surat — Hud, Al-Waqi'ah, Al-Mursalat, An-Naba' (عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ), dan At-Takwir — sebagai sebab munculnya uban beliau. Para ulama menjelaskan maknanya: surat-surat itu memuat berita-berita berat tentang hari kiamat, hisab, dan azab, yang membuat hati Nabi ﷺ sangat tersentuh dan beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah hingga rambutnya beruban. Ini bukan cela, melainkan tanda kesempurnaan rasa takut dan taqwa beliau kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan — Allah berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

QS. Hud [11]: 112

Terjemahan ringkas: "Maka tetaplah engkau (Muhammad) di jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu, dan juga orang-orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Ayat ini ada di surat Hud yang disebut Nabi ﷺ sebagai salah satu sebab uban beliau. Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa perintah istiqamah ini sangat berat, dan para sahabat serta salaf merasakan betapa besar tanggungannya.

Hadits terkait — Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas (semoga Allah meridhainya), dari jalur Ikrimah, dan dicatat oleh At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Tafsir Al-Qur'an, Bab tentang Surat Al-Waqi'ah (no. 3297). At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan gharib, dan menyebutkan adanya jalur lain dari Abu Juhaifah serta riwayat mursal dari Abu Maisarah.

Kaitan dengan ulama daftar:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat membahas riwayat serupa dalam Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah surat-surat yang berisi gambaran dahsyatnya hari kiamat dan perintah istiqamah.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan bahwa uban beliau muncul karena beratnya wahyu dan besarnya tanggung jawab kenabian, bukan karena usia tua semata.
  • Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menegaskan bahwa perintah istiqamah dalam surat Hud termasuk perkara paling berat bagi para nabi dan orang beriman.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Abu Bakr ash-Shiddiq (semoga Allah meridhainya) memperhatikan bahwa rambut Nabi ﷺ telah memutih, lalu beliau bertanya. Nabi ﷺ menjawab bahwa yang membuat beliau beruban adalah surat-surat tertentu: Hud, Al-Waqi'ah, Al-Mursalat, An-Naba', dan At-Takwir.

Bagaimana para ulama memahami:

  • Ibn Katsir menjelaskan bahwa surat-surat ini memuat berita tentang hari kiamat, huru-hara yang mengerikan, hisab, dan azab. Ketika wahyu itu turun, hati Nabi ﷺ sangat tersentuh dan beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah serta berjaga malam, sehingga rambutnya memutih. Ini menunjukkan betapa dalamnya rasa takut dan taqwa beliau kepada Allah.
  • Imam an-Nawawi menegaskan bahwa uban Nabi ﷺ bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kesempurnaan: beliau adalah manusia paling taat, paling takut kepada Allah, dan paling berat menanggung amanah risalah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa penyebutan surat-surat ini secara khusus menunjukkan bahwa isinya — terutama perintah istiqamah dalam surat Hud dan gambaran kiamat dalam surat-surat lain — memiliki pengaruh besar terhadap jiwa Nabi ﷺ.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Sebagian ulama menjelaskan "beruban" secara hakiki (rambut beliau memang memutih), sebagian lain memahaminya sebagai kiasan dari beratnya beban risalah. Namun yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar — adalah makna hakiki disertai penjelasan bahwa sebabnya adalah beratnya kandungan surat-surat tersebut, bukan semata faktor usia. Ini sesuai dengan zahir hadits dan didukung riwayat-riwayat lain.

Hikmah yang bisa dipetik:

  1. Besarnya tanggung jawab dakwah dan kenabian.
  2. Pentingnya merenungkan isi Al-Qur'an, terutama ayat-ayat tentang kiamat dan perintah istiqamah.
  3. Teladan bagi kita untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah dan taqwa, meski tidak sampai memberatkan diri di luar kemampuan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa suatu hari Abu Bakr ash-Shiddiq (semoga Allah meridhainya) melihat rambut Rasulullah ﷺ telah memutih, padahal beliau belum lanjut usia. Dengan penuh adab, Abu Bakr bertanya: "Wahai Rasulullah, engkau telah beruban." Nabi ﷺ menjawab dengan lembut: "Aku telah beruban karena (surat) Hud, Al-Waqi'ah, Al-Mursalat, 'Amma Yatasa'alun, dan Idzasy-Syamsu Kuwwirat."

Bayangkan: seorang nabi yang ma'shum (terjaga dari dosa) tetap merasakan beratnya wahyu hingga rambutnya memutih. Sementara kita, yang penuh dosa, sering lalai membaca dan merenungkan Al-Qur'an. Kisah ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan disebutkan pula oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya sebagai penguat makna ayat-ayat tersebut.

Kesimpulan Praktis

  1. Rutinkan membaca dan merenungkan surat-surat yang disebut Nabi ﷺ: Hud, Al-Waqi'ah, Al-Mursalat, An-Naba', dan At-Takwir — bukan sekadar membaca, tetapi memahami maknanya.
  2. Renungkan ayat tentang kiamat dan hisab agar hati menjadi lembut dan semangat beribadah.
  3. Jaga istiqamah sebagaimana perintah dalam surat Hud ayat 112, tanpa berlebihan (ghuluw) dan tanpa meremehkan.
  4. Teladani kesungguhan Nabi ﷺ dalam ibadah, namun tetap sesuai kemampuan, karena agama ini mudah.
  5. Hindari sikap meremehkan dosa — sebab hati yang jauh dari Al-Qur'an akan mudah lalai.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?