Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah riwayat penguat (mutaba'ah) untuk hadits tentang keutamaan berjalan ke masjid. Imam At-Tirmidzi menyebutkan sanad lain melalui Ma'mar–Az-Zuhri–Sa'id bin Al-Musayyib–Abu Hurairah, dan menegaskan bahwa jalur ini lebih shahih daripada jalur Yazid bin Zurai'. Intinya: berjalan menuju masjid membawa pahala dan pengampunan dosa, sebagaimana dijelaskan para ulama.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits pokok yang dimaksud (maknanya) diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dan Imam At-Tirmidzi menempatkannya dalam Kitab Shalat, bab tentang berjalan ke masjid. Redaksi hadits pokok yang masyhur:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ، كَانَتْ خَطْوَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً»
Terjemahan: "Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah, maka salah satu langkahnya menghapus dosa dan langkah lainnya mengangkat derajat." (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah; makna serupa juga pada jalur At-Tirmidzi ini)
Ayat yang menjadi landasan umum tentang pahala langkah dan amal:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
QS. Yasin [36]: 12 — "Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas (jejak) yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."
Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "آثَارَهُمْ" mencakup jejak kebaikan yang terus mengalir pahalanya, termasuk langkah menuju masjid dan amal yang diikuti orang lain.
Penjelasan Rinci
1. Kedudukan riwayat ini. Imam At-Tirmidzi menyebutkan sanad: Al-Hasan bin Ali Al-Khallal → Abdur-Razzaq → Ma'mar → Az-Zuhri → Sa'id bin Al-Musayyib → Abu Hurairah → Nabi ﷺ. Ini adalah jalur penguat bagi hadits Abu Salamah dari Abu Hurairah. Perkataan At-Tirmidzi "وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ يَزِيدَ بْنِ زُرَيْعٍ" menunjukkan penilaian beliau terhadap kekuatan sanad — ini termasuk ilmu 'ilal dan riwayat yang beliau kuasai.
2. Pemahaman Az-Zuhri dan Sa'id bin Al-Musayyib. Keduanya adalah imam besar Tabi'in. Az-Zuhri dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan dan menghimpun hadits; Sa'id bin Al-Musayyib adalah tokoh Madinah yang dikenal sebagai "sayyidut tabi'in". Perhatian mereka pada jalur ini menunjukkan pentingnya bab berjalan ke masjid dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim.
3. Makna hadits. Para ulama menjelaskan bahwa:
- Bersuci di rumah dulu, lalu berangkat — menunjukkan adab mendahulukan thaharah.
- Setiap langkah bernilai: satu menghapus dosa, satu mengangkat derajat. Ini menunjukkan besarnya karunia Allah pada amal yang tampak kecil.
- Menunaikan kewajiban (shalat fardhu) menjadi tujuan utama, bukan sekadar datang ke masjid.
4. Kaitan dengan ulama lain dalam daftar. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits ini menunjukkan keutamaan berjalan ke masjid dan bahwa pahala langkah berlaku bagi yang keluar dengan niat menunaikan shalat fardhu. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas sisi sanad dan matan serupa. Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menekankan bahwa semakin jauh langkah dan semakin besar kebutuhan, semakin besar pahala — namun tanpa ghuluw, karena niat dan ketulusan yang menentukan.
5. Perbedaan pendapat. Sebagian ulama membahas apakah "satu langkah menghapus, satu mengangkat" berlaku untuk setiap langkah atau hanya langkah menuju masjid. Yang paling kuat — sesuai zhahir hadits dan penjelasan An-Nawawi — adalah berlaku bagi langkah-langkah menuju masjid dalam rangka menunaikan shalat. Tidak ada perbedaan yang tajam di antara ulama daftar; mereka sepakat pada keutamaan amal ini.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sangat bersemangat menyampaikan keutamaan-keutamaan kecil dalam ibadah, karena beliau memahami bahwa umat butuh motivasi untuk amal sehari-hari. Suatu ketika beliau menyampaikan hadits tentang langkah ke masjid ini, dan para sahabat pun menyambutnya dengan semangat. Hikmahnya: amal yang tampak sederhana seperti melangkah ke masjid bisa menjadi jalan pengampunan dan pengangkatan derajat, jika disertai niat ikhlas dan thaharah yang benar. (Makna umum dari riwayat dalam Shahih Muslim dan Sunan At-Tirmidzi.)
Kesimpulan Praktis
- Bersuci dulu di rumah, lalu berangkat ke masjid dengan niat menunaikan shalat fardhu.
- Yakinlah setiap langkah bernilai — jangan meremehkan amal kecil; Allah mencatat jejak kebaikan.
- Jaga niat ikhlas — bukan karena riya' atau kebiasaan semata.
- Perhatikan adab — berjalan dengan tenang, tidak tergesa, dan menjaga kekhusyukan.
- Jangan ghuluw — cukup beramal sesuai sunnah, tanpa berlebihan atau mengada-ada.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.