Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3276 tentang Keutamaan Nabi saat Sidratul Muntaha dan tiga anugerah khusus

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa agung Isra' Mi'raj, khususnya ketika Nabi ﷺ sampai di Sidratul Muntaha. Di sana Allah memberi tiga keistimewaan yang tidak diberikan kepada nabi sebelumnya: kewajiban shalat lima waktu, ayat-ayat penutup Surat Al-Baqarah, dan ampunan bagi dosa-dosa besar umat beliau selama tidak berbuat syirik. Hadits ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait:

Firman Allah tentang peristiwa di Sidratul Muntaha:

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ

"Ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya." (QS. An-Najm [53]: 16)

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 3276) dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dan beliau menilainya hasan shahih. Hadits serupa juga diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik dan Malik bin Sha'sha'ah tentang peristiwa Isra' Mi'raj, termasuk penyebutan kewajiban shalat lima puluh yang diringankan menjadi lima.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan makna Sidratul Muntaha sebagai pohon besar di langit ketujuh (atau keenam menurut sebagian riwayat) yang menjadi batas pengetahuan makhluk.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas panjang lebar peristiwa Mi'raj dan hikmah di balik pemberian tiga keistimewaan ini.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa "al-muqhimat" adalah dosa-dosa besar.

Penjelasan Rinci

Makna Sidratul Muntaha

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu menjelaskan bahwa Sidratul Muntaha berada di langit keenam. Ini adalah batas tertinggi bagi pengetahuan makhluk — sebagaimana disebutkan dalam riwayat: "Kepadanya berakhir ilmu makhluk, tidak ada pengetahuan bagi mereka tentang apa yang di atasnya." Ibnu Katsir menegaskan bahwa Sidrah adalah pohon yang sangat besar, dan para malaikat serta makhluk yang naik dari bumi berhenti di sana, begitu pula wahyu yang turun dari atas.

Tiga Keistimewaan Agung

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa tiga pemberian ini adalah bentuk pemuliaan khusus bagi Nabi ﷺ dan umatnya:

  1. Shalat lima waktu — Meski awalnya lima puluh, Allah meringankannya menjadi lima dengan pahala tetap lima puluh, sebagaimana hadits shahih dari Anas bin Malik. Ini menunjukkan rahmat Allah yang luas.
  2. Penutup Surat Al-Baqarah — Yaitu ayat 285–286, yang berisi pengakuan iman, doa, dan janji ampunan. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ayat-ayat ini adalah karunia besar yang diberikan langsung dari Arsy.
  3. Ampunan dosa besar (al-muqhimat) — Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa al-muqhimat adalah dosa-dosa besar yang "menenggelamkan" pelakunya ke dalam neraka, namun diampuni selama tidak berbuat syirik. Ini sejalan dengan ayat: "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. An-Nisa [4]: 48)

Pemahaman Ulama

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menekankan bahwa tiga pemberian ini adalah bukti kecintaan Allah kepada Nabi-Nya dan umatnya. Ibnu Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa peristiwa Mi'raj adalah penghormatan tertinggi bagi Nabi ﷺ setelah kesedihan tahun 'Amul Huzn.

Syaikh as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "ma yaghsha" (sesuatu yang meliputi) adalah cahaya dan keagungan yang hanya Allah mengetahui hakikatnya — ini menunjukkan betapa agungnya tempat tersebut.

Story Telling

Diceritakan bahwa ketika Nabi ﷺ kembali dari Mi'raj, beliau menceritakan peristiwa itu kepada penduduk Mekkah. Abu Bakar radhiyallahu 'anhu langsung membenarkan tanpa ragu, sehingga beliau mendapat gelar Ash-Shiddiq. Sementara sebagian orang murtad karena tidak percaya. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini adalah ujian keimanan — siapa yang yakin pada kenabian, akan membenarkan meski akal sulit menjangkau.

Dalam hadits lain dari Anas bin Malik (Bukhari-Muslim), Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah mewajibkan lima puluh shalat, lalu beliau terus memohon keringanan hingga menjadi lima. Musa 'alaihissalam menyarankan agar meminta lagi, namun Nabi ﷺ menjawab: "Aku sudah malu kepada Rabb-ku." Ini menunjukkan adab dan tawadhu' Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat lima waktu — Ini adalah hadiah langsung dari Mi'raj, jangan sia-siakan.
  2. Rutinkan membaca dan merenungi akhir Surat Al-Baqarah (ayat 285–286), terutama sebelum tidur, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ.
  3. Jauhi syirik — Karena ampunan dosa besar tergantung pada tauhid yang bersih.
  4. Teladani Abu Bakar dalam membenarkan berita dari Nabi ﷺ meski belum menyaksikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?