Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 323 tentang Masjid didirikan atas dasar taqwa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan dua orang yang berselisih tentang masjid manakah yang dimaksud "masjid yang didirikan atas dasar taqwa" dalam Al-Qur'an: Masjid Nabawi atau Masjid Quba. Nabi ﷺ menegaskan bahwa yang dimaksud adalah masjid beliau (Masjid Nabawi), namun beliau juga memuji Masjid Quba dengan menyebut "padanya terdapat banyak kebaikan." Hadits ini mengajarkan adab menyelesaikan perselisihan dengan merujuk kepada Nabi ﷺ, serta keutamaan kedua masjid tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait:

QS. At-Taubah [9]: 108

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

Terjemahan: "Janganlah engkau (Muhammad) pernah shalat di dalamnya (masjid kaum munafik) selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama lebih berhak engkau mengerjakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersuci."

Hadits terkait:

Hadits riwayat Abu Sa'id Al-Khudri ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 323), dan At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih. Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Sa'id Al-Khudri dengan makna yang sama.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan Masjid Quba dan Masjid Nabawi, dan bahwa mayoritas ulama tafsir menyatakan "masjid yang didirikan atas taqwa" adalah Masjid Nabawi, sebagaimana ditegaskan langsung oleh Nabi ﷺ dalam hadits ini.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa Masjid Nabawi adalah yang dimaksud dalam ayat, namun keutamaan Masjid Quba tetap ada.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perselisihan sahabat dalam memahami ayat diselesaikan dengan merujuk kepada Nabi ﷺ, dan ini menunjukkan adab dalam berijtihad.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini berisi kisah dua orang sahabat — satu dari Bani Khudrah dan satu dari Bani Amr bin Awf — yang berselisih tentang tafsir ayat "masjid yang didirikan atas dasar taqwa" (QS. At-Taubah [9]: 108). Masing-masing memiliki pendapat: yang satu mengatakan itu Masjid Nabawi, yang lain mengatakan itu Masjid Quba. Keduanya kemudian mengangkat perselisihan ini kepada Rasulullah ﷺ.

Nabi ﷺ menjawab dengan tegas: "Itu adalah ini," sambil menunjuk kepada masjid beliau (Masjid Nabawi). Namun beliau tidak mencela pendapat yang mengatakan Masjid Quba, bahkan menambahkan: "Dan pada masjid itu (Masjid Quba) terdapat banyak kebaikan."

Pemahaman ulama:

  1. Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir-nya menyebutkan bahwa ayat ini secara khusus berbicara tentang Masjid Nabawi, dan hadits Abu Sa'id ini menjadi penjelas paling kuat. Beliau juga menyebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam Islam dan memiliki keutamaan tersendiri.
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan:
  • Kebolehan berijtihad dalam memahami ayat, namun wajib merujuk kepada Nabi ﷺ saat terjadi perselisihan.
  • Keutamaan Masjid Nabawi sebagai masjid yang didirikan atas taqwa.
  • Tetap adanya keutamaan Masjid Quba, sebagaimana pujian Nabi ﷺ "padanya terdapat banyak kebaikan."
  1. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini mengajarkan adab dalam menyelesaikan perselisihan: kembali kepada wahyu dan sunnah, bukan berdebat tanpa dasar. Beliau juga menyebutkan bahwa pujian Nabi ﷺ terhadap Masjid Quba menunjukkan bahwa keduanya memiliki keutamaan, namun yang dimaksud dalam ayat adalah Masjid Nabawi.
  2. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini memuji masjid yang dibangun atas dasar ketaqwaan dan keikhlasan, dan bahwa Masjid Nabawi adalah contoh utamanya, sementara Masjid Quba juga termasuk masjid yang dibangun atas dasar taqwa sejak awal.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama tafsir ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Masjid Quba, berdasarkan riwayat lain. Namun hadits ini secara tegas menyatakan bahwa yang dimaksud adalah Masjid Nabawi, dan ini adalah pendapat yang paling kuat (rajih) menurut Ibnu Katsir, Ibnu Hajar, dan an-Nawawi. Pendapat yang mengatakan Masjid Quba tidak sepenuhnya salah, karena Masjid Quba juga dibangun atas dasar taqwa, hanya saja yang dimaksud dalam konteks ayat adalah Masjid Nabawi.

Story Telling

Dikisahkan bahwa setelah pembangunan Masjid Quba dan Masjid Nabawi, sebagian sahabat berbeda pendapat tentang ayat "masjid yang didirikan atas dasar taqwa." Seorang dari Bani Khudrah bersikeras itu adalah Masjid Nabawi, sementara seorang dari Bani Amr bin Awf bersikeras itu adalah Masjid Quba — karena Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dan didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama.

Keduanya tidak saling mencela, tidak saling menjatuhkan, melainkan bersama-sama datang kepada Rasulullah ﷺ untuk bertanya. Inilah adab salafus shalih: ketika terjadi perselisihan, mereka kembali kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ pun menjawab dengan lembut dan jelas, tanpa mencela salah satu pihak. Beliau menegaskan kebenaran, namun tetap memuji Masjid Quba.

Hikmah: Perselisihan dalam memahami agama adalah hal yang bisa terjadi, namun penyelesaiannya adalah dengan merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah, bukan dengan ego dan perdebatan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits ini, Nabi ﷺ tidak hanya menjawab, tetapi juga memberikan apresiasi kepada pihak yang pendapatnya kurang tepat — ini adalah teladan dalam beradab.

Kesimpulan Praktis

  1. Kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah ketika terjadi perselisihan dalam memahami agama, sebagaimana yang dilakukan para sahabat dalam hadits ini.
  2. Masjid Nabawi adalah masjid yang didirikan atas dasar taqwa yang dimaksud dalam QS. At-Taubah [9]: 108, sebagaimana ditegaskan langsung oleh Nabi ﷺ.
  3. Masjid Quba memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana pujian Nabi ﷺ "padanya terdapat banyak kebaikan." Barangsiapa yang shalat di Masjid Quba, maka ia mendapatkan keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain yang shahih.
  4. Adab dalam berselisih: Jangan mencela pendapat yang berbeda, tetapi bawa perselisihan kepada ilmu dan dalil. Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk tetap lembut dan menghargai pihak yang berbeda pendapat.
  5. Hadits ini hasan shahih menurut At-Tirmidzi, sehingga dapat dijadikan dalil dalam masalah ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?