Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3183 tentang Dosa terbesar: syirik, membunuh anak, berzina

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tiga dosa yang paling besar menurut pertanyaan sahabat Abdullah bin Mas'ud kepada Nabi ﷺ: menyekutukan Allah (syirik), membunuh anak karena takut miskin atau karena makanan, dan berzina dengan istri tetangga. Ketiganya disebutkan dalam satu ayat Al-Furqan [25]: 68–69, dan ayat itu menjadi dalil bahwa dosa-dosa besar ini memiliki ancaman azab yang sangat berat. Hadits ini mengajarkan kita untuk menjauhi syirik, menjaga nyawa, dan menjaga kehormatan keluarga serta tetangga.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an — QS. Al-Furqan [25]: 68

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

Terjemahan: "Dan orang-orang yang tidak menyeru tuhan lain bersama Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina. Dan siapa yang melakukan itu, dia akan mendapatkan hukuman (atsama)."

QS. Al-Furqan [25]: 69

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

Terjemahan: "Azab akan dilipatgandakan untuknya pada hari kiamat, dan dia akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Tafsir Al-Qur'an, Bab tentang Surat Al-Furqan, nomor 3183. Perawi sahabat: Abdullah bin Mas'ud (radhiyallahu 'anhu). Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa riwayat Sufyan dari Manshur dan Al-A'masy lebih shahih daripada riwayat Syu'bah dari Washil, karena ada penambahan seorang perawi dalam sanadnya.

Hadits serupa juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Abdullah bin Mas'ud, dengan redaksi yang semakna. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan urutan dosa-dosa besar, yang paling besar adalah syirik, kemudian membunuh anak, kemudian berzina dengan istri tetangga.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat 68–69 Surat Al-Furqan ini mencakup tiga dosa besar yang disebutkan Nabi ﷺ, dan ayat ini menjadi dalil bahwa pelakunya akan mendapat azab yang dilipatgandakan serta kekal dalam kehinaan jika tidak bertaubat.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan tingkatan dosa besar, dan bahwa zina dengan istri tetangga lebih berat daripada zina dengan wanita lain karena adanya tambahan pelanggaran hak tetangga.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan "makan bersamamu" dalam hadits ini menggambarkan betapa keji perbuatan membunuh anak hanya karena alasan ekonomi yang sepele.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menyebutkan sifat-sifat hamba Allah yang beriman, dan bahwa meninggalkan tiga dosa besar ini adalah ciri utama mereka.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berisi pertanyaan Abdullah bin Mas'ud kepada Rasulullah ﷺ tentang dosa yang paling besar. Nabi ﷺ menyebutkan tiga hal secara berurutan:

Pertama: Syirik (menjadikan sekutu bagi Allah).

Ini adalah dosa terbesar karena menodai hak Allah yang paling agung, yaitu tauhid. Allah yang menciptakan manusia, memberi rezeki, dan menghidupkan, namun manusia malah menyekutukan-Nya dengan makhluk yang tidak bisa memberi manfaat maupun mudarat. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa syirik adalah kezaliman yang paling besar (zhulm 'azhim) sebagaimana disebutkan dalam QS. Luqman [31]: 13.

Kedua: Membunuh anak karena takut miskin atau karena makanan.

Ini adalah dosa besar karena melanggar hak hidup manusia yang paling lemah, yaitu anak sendiri. Nabi ﷺ menyebutkan alasan "agar dia tidak makan bersamamu" atau "karena makananmu", yang menunjukkan betapa rendahnya motivasi pelakunya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kekikiran dan kekufuran terhadap rezeki Allah. Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, sebagaimana dalam QS. Al-Isra' [17]: 31.

Ketiga: Berzina dengan istri tetangga.

Ini adalah dosa besar karena melanggar kehormatan keluarga orang lain, terlebih lagi tetangga yang seharusnya dilindungi dan dihormati. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa zina dengan istri tetangga lebih berat daripada zina dengan wanita lain karena ada dua pelanggaran: pelanggaran kehormatan dan pelanggaran hak tetangga.

Kaitan dengan ayat Al-Furqan 68–69:

Nabi ﷺ membacakan ayat ini setelah menyebutkan tiga dosa tersebut, sebagai penegasan bahwa ketiganya disebutkan dalam satu ayat dan memiliki ancaman yang sama, yaitu azab yang dilipatgandakan dan kekal dalam kehinaan. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa dosa-dosa besar ini jika tidak bertaubat, pelakunya akan mendapat azab yang berlipat dan kekal dalam neraka.

Perbedaan pendapat ulama:

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah ayat 68–69 ini menghapus (nasakh) ayat sebelumnya atau tidak. Sebagian ulama seperti Ibnu Abbas (dari kalangan tabi'in) berpendapat bahwa ayat ini khusus untuk orang kafir, sedangkan orang mukmin yang melakukan dosa besar tidak kekal dalam neraka. Namun pendapat yang paling kuat menurut Ibnu Katsir dan As-Sa'di adalah bahwa ayat ini berlaku umum, tetapi orang mukmin yang bertauhid tidak kekal dalam neraka meskipun diazab sementara. Ini sesuai dengan hadits-hadits tentang syafa'at dan keluarnya orang-orang mukmin dari neraka.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan paling banyak meriwayatkan hadits. Suatu hari beliau bertanya langsung kepada Nabi ﷺ tentang dosa yang paling besar. Pertanyaan ini menunjukkan kesungguhan beliau dalam mencari ilmu dan keinginan untuk menjauhi dosa-dosa besar.

Nabi ﷺ menjawab dengan tiga dosa yang sangat berat. Kemudian beliau membacakan ayat Al-Furqan 68–69. Abdullah bin Mas'ud mendengarkan dengan penuh perhatian dan meriwayatkan hadits ini kepada umat setelahnya.

Imam At-Tirmidzi ketika meriwayatkan hadits ini menyebutkan bahwa ada dua jalur riwayat: dari Sufyan dan dari Syu'bah. Beliau menilai riwayat Sufyan lebih shahih karena tidak ada penambahan perawi. Ini menunjukkan betapa telitinya ulama hadits dalam menjaga keakuratan riwayat.

Hikmahnya: seorang mukmin harus selalu bertanya tentang hal-hal yang dapat menyelamatkannya dari azab, dan berusaha menjauhi dosa-dosa besar, terutama syirik, membunuh, dan zina.

Kesimpulan Praktis

  1. Jauhi syirik dalam segala bentuknya, karena ini adalah dosa yang paling besar dan tidak diampuni jika seseorang mati dalam keadaan syirik (QS. An-Nisa [4]: 48).
  2. Jangan membunuh anak karena alasan ekonomi atau takut miskin. Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.
  3. Jaga kehormatan diri dan keluarga dari zina, terlebih lagi dengan istri tetangga, karena ini adalah dosa yang sangat berat.
  4. Bertaubatlah dengan sungguh-sungguh jika pernah melakukan dosa-dosa besar ini, karena Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat sebelum ajal datang.
  5. Pelajari dosa-dosa besar agar kita dapat menjauhinya dan mengingatkan keluarga serta masyarakat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?