Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 3143 tentang Manusia dikumpulkan berjalan, berkendara, dan diseret di atas wajah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa manusia akan dibangkitkan dan digiring ke tempat perhitungan pada Hari Kiamat dalam berbagai keadaan: ada yang berjalan kaki, ada yang menaiki kendaraan, dan ada pula yang diseret di atas wajah mereka. Keadaan ini sesuai dengan amal dan keadaan masing-masing hamba di dunia. Hadits ini termasuk kabar tentang hari akhir yang wajib kita imani, dan hendaknya menjadi pendorong untuk memperbaiki amal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya (no. 3143), dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan. Jalur ini juga dikenal dalam kitab-kitab sunan, dan maknanya dikuatkan oleh ayat-ayat tentang keadaan manusia saat dibangkitkan.

Di antara dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Al-Isra' [17]: 97

وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا

Terjemahan: "Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat (diseret) di atas wajah mereka dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah Neraka Jahanam. Setiap kali nyalanya meredup, Kami tambahkan kepada mereka nyala api yang membara."

QS. Al-Qamar [54]: 8

مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ ۖ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ

Terjemahan: "Mereka bergegas-gegas menuju penyeru (malaikat). Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sangat sulit.'"

QS. Al-Haqqah [69]: 16–18 juga menggambarkan keadaan langit dan manusia pada hari itu, bahwa manusia digiring dan tidak ada satu pun yang tersembunyi.

Kaitan dengan ulama: Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menjelaskan QS. Al-Isra' [17]: 97 menyebutkan bahwa di antara manusia ada yang dibangkitkan berjalan, ada yang berkendara, dan ada yang diseret di atas wajahnya — sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab-kitabnya tentang hari akhir juga menegaskan bahwa keadaan manusia saat dibangkitkan berbeda-beda sesuai amal mereka. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim ketika membahas hadits-hadits tentang hasyr (pengumpulan) menjelaskan bahwa perbedaan keadaan ini adalah bentuk keadilan Allah dan konsekuensi dari amal hamba.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung tiga keadaan manusia saat hasyr (dikumpulkan) di padang Mahsyar:

  1. Berjalan kaki (rijālan) — Ini adalah keadaan umum bagi banyak manusia. Mereka berjalan menuju tempat perhitungan dengan penuh keletihan dan ketakutan.
  2. Berkendara (rukbānan) — Sebagian manusia dibangkitkan dalam keadaan menaiki kendaraan. Para ulama seperti Ibnu Katsir dan Ibn Rajab menyebutkan bahwa ini adalah keadaan orang-orang yang beriman dan bertakwa, sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada mereka. Sebagian salaf menyebutkan bahwa orang-orang bertakwa dibangkitkan dengan kendaraan yang sesuai dengan amal mereka.
  3. Diseret di atas wajah (yujarrūna 'alā wujūhihim) — Ini adalah keadaan orang-orang kafir dan pendurhaka, sebagai bentuk penghinaan dan hukuman. Ini ditegaskan dalam QS. Al-Isra' [17]: 97 di atas.

Bahz bin Hakim adalah perawi yang tsiqah (terpercaya), dan haditsnya dari ayahnya dari kakeknya (yaitu Mu'awiyah bin Haidah al-Qusyairi radhiyallahu 'anhu) termasuk riwayat yang diterima oleh para ulama hadits. Imam At-Tirmidzi menghasankan hadits ini, dan Syeikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menilai hadits ini shahih atau hasan.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam penjelasan-penjelasan beliau tentang hari akhir menegaskan bahwa perbedaan keadaan manusia saat dibangkitkan adalah sesuai dengan perbedaan amal mereka di dunia. Barangsiapa berjalan di atas ketaatan di dunia, maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan yang memuliakan; dan barangsiapa berjalan di atas kemaksiatan, maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan yang menghinakan.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman ketika menjelaskan ayat-ayat tentang hasyr menyebutkan bahwa Allah mengumpulkan manusia dalam keadaan yang berbeda-beda sesuai dengan amal mereka, dan ini adalah bagian dari hikmah dan keadilan Allah.

Perlu dicatat: hadits ini tidak merinci siapa yang berjalan, siapa yang berkendara, dan siapa yang diseret. Rincian tersebut datang dari hadits-hadits lain dan penjelasan para ulama. Yang wajib kita imani adalah bahwa hasyr itu benar adanya, dan keadaannya berbeda-beda sesuai amal.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah menangis ketika membaca ayat tentang keadaan manusia di Hari Kiamat. Beliau berkata, "Seandainya seseorang dibangkitkan dalam keadaan berjalan, itu sudah cukup berat. Bagaimana dengan yang diseret di atas wajahnya?" (disebutkan dalam riwayat-riwayat tentang kezuhudan Umar, dan maknanya disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Latha'if al-Ma'arif).

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa para salaf sangat takut kepada keadaan Hari Kiamat, sehingga mereka bersungguh-sungguh dalam beramal dan menjauhi kemaksiatan. Mereka tidak merasa aman dari siksa Allah, meskipun mereka adalah orang-orang yang paling bertakwa.

Kesimpulan Praktis

  1. Imanilah bahwa Hari Kiamat itu benar, dan manusia akan dikumpulkan dalam keadaan yang berbeda-beda sesuai amal mereka.
  2. Perbanyaklah amal saleh — karena keadaan kita saat dibangkitkan bergantung pada amal kita di dunia.
  3. Jauhi kemaksiatan — karena kemaksiatan dapat menyebabkan seseorang dibangkitkan dalam keadaan yang hina.
  4. Renungkanlah ayat-ayat tentang hari akhir dan hadits-hadits tentang hasyr, agar hati kita menjadi lembut dan terdorong untuk taat.
  5. Jangan merasa aman dari siksa Allah, dan jangan pula berputus asa dari rahmat-Nya. Berjalanlah di atas jalan yang lurus dengan penuh harap dan takut.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?