Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu. Beliau melihat kepala-kepala kaum Khawarij yang dipancung dan ditancapkan di tangga Masjid Damaskus. Beliau kemudian menyebut mereka sebagai "anjing-anjing neraka" dan "seburuk-buruk makhluk yang terbunuh di bawah langit", namun orang yang mereka bunuh adalah sebaik-baik orang yang terbunuh. Ini adalah kabar dari Nabi ﷺ tentang fitnah Khawarij dan celaan terhadap mereka, serta pujian bagi para korban mereka yang terbunuh di atas kebenaran.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat At-Tirmidzi (no. 3000) dari Abu Ghalib, dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan.
Ayat yang dibaca Abu Umamah:
QS. Ali 'Imran [3]: 106
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ
"Pada hari itu ada wajah-wajah yang putih berseri, dan ada wajah-wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram wajahnya (kepada mereka dikatakan): 'Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.'"
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan keadaan manusia pada hari kiamat, di mana ahli sunnah akan berseri wajahnya dan ahli bid'ah akan hitam muram wajahnya. Beliau juga menukil perkataan para ulama salaf bahwa yang dimaksud dengan orang yang wajahnya hitam adalah ahlul bid'ah dan hawa nafsu yang menyelisihi Al-Qur'an dan Sunnah.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Celaan terhadap Khawarij
Abu Umamah radhiyallahu 'anhu menyebut mereka "كِلَابُ النَّارِ" (anjing-anjing neraka). Ini adalah lafaz yang berasal dari Nabi ﷺ. Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda tentang Khawarij: "Mereka adalah seburuk-buruk makhluk yang terbunuh di bawah langit, dan sebaik-baik orang yang terbunuh adalah yang mereka bunuh." (HR. Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah menjelaskan bahwa Khawarij adalah kelompok yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin yang sah, mengkafirkan kaum muslimin yang melakukan dosa besar, dan menghalalkan darah serta harta kaum muslimin. Mereka adalah ahlul bid'ah yang pertama kali muncul di umat ini.
2. Makna "sebaik-baik orang yang terbunuh"
Maksudnya adalah orang-orang yang dibunuh oleh Khawarij adalah para sahabat dan kaum muslimin yang berada di atas kebenaran. Mereka mati syahid karena dibunuh secara zhalim oleh kelompok sesat. Adapun Khawarij sendiri mati dalam keadaan sesat dan menjadi penghuni neraka.
3. Kaitan dengan ayat QS. Ali 'Imran: 106
Abu Umamah membaca ayat ini untuk menunjukkan bahwa orang-orang yang wajahnya hitam pada hari kiamat adalah mereka yang keluar dari kebenaran, termasuk Khawarij dan ahlul bid'ah. Sebaliknya, orang-orang yang wajahnya putih adalah mereka yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah.
Imam Al-Barbahari dalam kitab Syarhus Sunnah menjelaskan bahwa tanda ahlus sunnah adalah bersatu dengan jama'ah dan imam mereka, sedangkan tanda ahlul bid'ah adalah memecah belah persatuan dan mencela para sahabat serta pemimpin muslimin.
4. Kehati-hatian Abu Umamah dalam meriwayatkan hadits
Ketika ditanya apakah ia mendengar langsung dari Nabi ﷺ, Abu Umamah menjawab dengan tegas bahwa ia mendengarnya berkali-kali (hingga tujuh kali). Ini menunjukkan kehati-hatian para sahabat dalam menyampaikan hadits, dan bahwa mereka tidak mudah meriwayatkan sesuatu kecuali benar-benar yakin berasal dari Nabi ﷺ.
Story Telling
Dikisahkan bahwa ketika kepala-kepala Khawarij dipancung dan ditancapkan di tangga Masjid Damaskus pada masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan, Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu melihatnya. Beliau adalah sahabat yang mulia dan pernah menjadi gubernur di Kufah.
Dengan tegas beliau berkata: "Anjing-anjing neraka, seburuk-buruk orang yang terbunuh di bawah langit, dan sebaik-baik orang yang terbunuh adalah yang mereka bunuh." Kemudian beliau membaca ayat tentang wajah yang putih dan hitam pada hari kiamat.
Ketika ditanya apakah ia mendengar dari Nabi ﷺ, beliau menjawab dengan tegas bahwa ia mendengarnya berkali-kali. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat berhati-hati dan tidak mudah berbicara atas nama Nabi ﷺ kecuali dengan ilmu yang yakin.
Hikmah dari kisah ini: betapa bahayanya kelompok yang mengaku muslim namun keluar dari jalan kebenaran, dan betapa mulianya orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah serta bersabar di atasnya.
Kesimpulan Praktis
- Waspada terhadap kelompok Khawarij — yaitu orang-orang yang mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka dengan alasan yang batil.
- Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah — karena itulah jalan yang membuat wajah berseri di hari kiamat.
- Menjauhi perpecahan — karena ahlul bid'ah selalu memecah belah persatuan umat.
- Berhati-hati dalam menyampaikan ilmu — sebagaimana Abu Umamah yang tidak meriwayatkan hadits kecuali dengan yakin.
- Membela kebenaran — meskipun harus berhadapan dengan kelompok sesat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.