Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2940 tentang Allah Maha Pemberi rezeki dan Maha Kuat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah membacakan langsung kepada sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat [51]: 58, yaitu: "Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki, Yang Memiliki Kekuatan lagi Maha Kokoh." Ini adalah kabar gembira bahwa Allah yang menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya, dan Dia Maha Kuat serta tidak butuh kepada siapa pun. Hadits ini juga mengajarkan kita untuk bertawakal kepada Allah dalam urusan rezeki, karena Dia-lah satu-satunya Pemberi rezeki.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Firman Allah Ta'ala:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

"Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki, Yang Memiliki Kekuatan lagi Maha Kokoh."

(QS. Adz-Dzariyat [51]: 58)

Hadits:

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah ﷺ membacakan kepadaku: 'Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Pemberi Rezeki, Pemilik kekuatan, yang kokoh.'" (HR. At-Tirmidzi no. 2940, beliau berkata: "Hadits ini hasan shahih")

Kaitan dengan Ulama:

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung penetapan sifat Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) dan sifat Al-Qawiyy (Maha Kuat) serta Al-Matin (Maha Kokoh) bagi Allah Ta'ala. Beliau juga menjelaskan bahwa Allah menjamin rezeki semua makhluk-Nya, baik yang di langit maupun di bumi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

Pertama: Keutamaan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadits ini sebagai bentuk kemuliaan bagi Abdullah bin Mas'ud, karena Nabi ﷺ secara khusus membacakan ayat ini kepadanya. Ini menunjukkan bahwa Abdullah bin Mas'ud termasuk sahabat yang sangat dipercaya oleh Nabi ﷺ untuk menerima bacaan Al-Qur'an secara langsung. Bahkan dalam riwayat lain, Nabi ﷺ pernah bersabda tentang Ibnu Mas'ud: "Ambillah Al-Qur'an dari empat orang: dari Ibnu Mas'ud, Salim, Mu'adz, dan Ubay bin Ka'ab." (HR. Al-Bukhari)

Kedua: Makna Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Syaikh as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa Ar-Razzaq berarti Allah yang memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya tanpa kecuali. Rezeki ini mencakup rezeki lahiriah seperti makanan, minuman, dan kebutuhan hidup, serta rezeki batiniah seperti ilmu, hidayah, dan ketenangan hati. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa memberikan rezeki kecuali dengan izin Allah, dan tidak ada satu pun yang bisa menahan rezeki yang Allah berikan.

Ketiga: Makna Dzul Quwwah Al-Matin (Pemilik Kekuatan yang Kokoh)

Syaikh as-Sa'di menjelaskan bahwa Allah memiliki kekuatan yang sempurna dan tidak ada yang menandingi-Nya. Kekuatan Allah tidak pernah lemah dan tidak pernah berkurang. Al-Matin berarti kekuatan yang sangat kokoh dan sempurna, tidak ada celah kelemahan sedikit pun. Karena itu, Allah tidak membutuhkan bantuan siapa pun dalam memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya.

Keempat: Pelajaran tentang Tawakal

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa ketika seorang hamba meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pemberi rezeki, maka ia akan bertawakal kepada Allah dan tidak menggantungkan harapan kepada makhluk. Ia akan berusaha dengan sungguh-sungguh namun tetap meyakini bahwa hasilnya datang dari Allah semata.

Kelima: Kaitan dengan Ayat Sebelumnya

Ayat ini turun dalam konteks teguran Allah kepada orang-orang musyrik yang menyembah berhala. Allah berfirman sebelumnya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56-57). Kemudian Allah menegaskan: "Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki..." Artinya, Allah tidak butuh kepada ibadah hamba-Nya, tetapi hamba-Nya yang butuh kepada Allah untuk mendapatkan rezeki.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling awal memeluk Islam. Ia adalah orang yang pertama kali membaca Al-Qur'an dengan suara keras di hadapan kaum musyrik Quraisy di Makkah. Ketika para sahabat lain khawatir akan keselamatannya, Ibnu Mas'ud berkata dengan penuh keberanian: "Siapa yang akan menyentuhku jika Allah telah melindungiku?"

Karena kecintaannya yang mendalam kepada Al-Qur'an, Nabi ﷺ secara khusus membacakan ayat-ayat kepadanya. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ pernah meminta Ibnu Mas'ud untuk membacakan Al-Qur'an kepadanya. Ibnu Mas'ud bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah aku membacakan Al-Qur'an kepadamu, padahal Al-Qur'an diturunkan kepadamu?" Nabi ﷺ menjawab: "Aku senang mendengarnya dari orang lain." Maka Ibnu Mas'ud membacakan awal surat An-Nisa' hingga ia sampai pada ayat: "Maka bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu?" (QS. An-Nisa' [4]: 41). Maka Nabi ﷺ menangis dan berkata: "Cukup." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kedekatan seorang hamba dengan Al-Qur'an akan mengangkat derajatnya di sisi Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Mas'ud menjadi salah satu sahabat yang paling paham tentang Al-Qur'an karena perhatian khusus Nabi ﷺ kepadanya.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Allah adalah satu-satunya Pemberi rezeki. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa memberikan atau menahan rezeki tanpa izin Allah.
  2. Bertawakallah kepada Allah dalam mencari rezeki. Berusaha dengan sungguh-sungguh adalah perintah agama, namun hati tetap bergantung kepada Allah semata.
  3. Jangan takut kepada makhluk dalam urusan rezeki. Karena rezeki sudah dijamin oleh Allah, maka jangan sampai kita meninggalkan ketaatan karena takut miskin atau mengejar yang haram karena serakah.
  4. Perbanyaklah membaca dan merenungkan Al-Qur'an. Sebagaimana Nabi ﷺ membacakan ayat ini kepada Ibnu Mas'ud, kita pun dianjurkan untuk mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an agar iman semakin kuat.
  5. Jadikan ayat ini sebagai doa dan penguat hati. Ketika merasa khawatir tentang rezeki, ingatlah bahwa Allah Ar-Razzaq telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?