Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits riwayat Imam At-Tirmidzi no. 2935 dari Abu Sa'id al-Khudri ini menjelaskan sebab turunnya (asbabun nuzul) awal Surah Ar-Rum. Ketika Romawi (ahli kitab) menang atas Persia (penyembah api) pada hari Perang Badar, kaum mukminin bergembira, dan Allah menurunkan ayat tentang kemenangan Romawi di masa depan sebagai kabar gembira bagi orang beriman. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan gharib dari jalur ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an — QS. Ar-Rum [30]: 1-4:
الٓمٓ ١ غُلِبَتِ ٱلرُّومُ ٢ فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ ٣ فِى بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ ٤
Terjemah ringkas: "Alif Lam Mim. Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat. Dan mereka, setelah kekalahan itu, akan menang, dalam beberapa tahun. Bagi Allah urusan sebelum dan sesudah itu. Dan pada hari itu orang-orang beriman akan bergembira."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri (Sa'd bin Malik bin Sinan), sahabat Nabi ﷺ, dalam Sunan At-Tirmidzi no. 2935, Kitab Bacaan Rasulullah ﷺ, Bab tentang Surah Ar-Rum. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan gharib dari jalur ini."
Kaitan dengan ulama daftar:
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan asbabun nuzul ayat ini dengan menyebut riwayat serupa dari Abu Sa'id, bahwa kaum mukminin bergembira atas kemenangan Romawi.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas konteks kemenangan Romawi dan kaitannya dengan Perang Badar.
- At-Tirmidzi sendiri sebagai penyusun hadits ini menilai derajatnya.
Penjelasan Rinci
Latar belakang peristiwa:
Pada masa awal kenabian, terjadi peperangan besar antara dua kekuatan: Romawi (Bizantium) yang beragama Nasrani (ahli kitab) dan Persia (Sasanid) yang menyembah api. Kaum musyrikin Mekah mendukung Persia karena mereka juga tidak beriman kepada kitab, sedangkan kaum mukminin berharap Romawi menang karena mereka ahli kitab — lebih dekat kepada kebenaran dibanding penyembah api.
Ketika Persia mengalahkan Romawi, kaum musyrikin Mekah bergembira dan mengejek kaum mukminin. Lalu Allah menurunkan Surah Ar-Rum ayat 1-4, menjanjikan bahwa Romawi akan menang kembali dalam beberapa tahun (bidh'u sinin, yaitu antara 3-9 tahun).
Makna hadits:
Hadits Abu Sa'id ini menyebut bahwa ketika terjadi Perang Badar (tahun 2 H), Romawi berhasil mengalahkan Persia. Peristiwa ini bertepatan dengan turunnya ayat, dan kaum mukminin bergembira karena dua hal: (1) kemenangan ahli kitab atas penyembah api, dan (2) terwujudnya janji Allah dalam Al-Qur'an bahwa Romawi akan menang.
Catatan penting tentang riwayat ini:
Para ulama hadits — termasuk At-Tirmidzi sendiri — mencatat bahwa hadits ini hasan gharib dari jalur ini. Sebagian ulama seperti Ibnu Katsir menyebutkan riwayat-riwayat lain yang lebih kuat tentang asbabun nuzul Surah Ar-Rum, di antaranya dari Ibnu Abbas dan Abu Bakar ash-Shiddiq terkait peristiwa taruhan antara Abu Bakar dan Ubay bin Khalaf. Namun inti maknanya sejalan: ayat ini turun sebagai kabar gembira bagi kaum mukminin.
Perbedaan qira'at yang disebut At-Tirmidzi:
Imam At-Tirmidzi menyebut bahwa kata غَلَبَتْ (ghalabat — menang) dan غُلِبَتْ (ghulibat — dikalahkan) keduanya dibaca. Nushr bin Ali (guru At-Tirmidzi) membacanya غَلَبَتْ. Ini menunjukkan bahwa ayat ini bisa dipahami dalam dua tahap: mula-mula Romawi dikalahkan (ghulibat), kemudian mereka menang (ghalabat). Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat "ghulibat" merujuk pada kekalahan awal, dan "sayaghlibun" (akan menang) adalah janji kemenangan berikutnya.
Pemahaman ulama:
- Ibnu Katsir menegaskan bahwa ayat ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur'an karena memberitakan peristiwa gaib yang kemudian benar-benar terjadi — Romawi menang atas Persia dalam waktu yang disebutkan.
- As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kemenangan Romawi menjadi sebab kegembiraan mukminin karena menguatkan ahli kitab di atas penyembah berhala, dan lebih penting lagi karena membuktikan kebenaran janji Allah.
- Ibnu Hajar menyebutkan bahwa kegembiraan kaum mukminin pada hari Badar bersamaan dengan dua kemenangan: kemenangan Romawi atas Persia, dan kemenangan kaum muslimin atas musyrikin Mekah di Badar.
Story Telling
Diceritakan bahwa ketika Persia mengalahkan Romawi, kaum musyrikin Mekah — terutama Ubay bin Khalaf — mengejek kaum muslimin dengan berkata: "Kalian ahli kitab akan dikalahkan oleh kami, sebagaimana Persia mengalahkan Romawi." Mendengar itu, Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu menjawab dengan keyakinan penuh, karena Rasulullah ﷺ telah memberitakan bahwa Romawi akan menang kembali. Beberapa tahun kemudian, ketika Romawi benar-benar menang atas Persia — bertepatan dengan Perang Badar — terbuktilah janji Allah dan sabda Nabi ﷺ. Kaum mukminin pun bergembira dengan dua kemenangan sekaligus. (Kisah ini disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.)
Hikmahnya: kebenaran janji Allah pasti terjadi, meski kadang harus melewati masa sulit terlebih dahulu. Kesabaran kaum mukminin diuji, lalu datang pertolongan.
Kesimpulan Praktis
- Percaya pada janji Allah — sebagaimana Romawi menang setelah kalah, pertolongan Allah datang pada waktunya.
- Membaca dan merenungkan Surah Ar-Rum — ayat 1-4 mengandung mukjizat berita gaib yang terbukti.
- Mengambil pelajaran dari asbabun nuzul — memahami konteks turunnya ayat membantu kita menghayati maknanya.
- Bersikap tawadhu terhadap ilmu hadits — hadits ini hasan gharib, dan para ulama seperti At-Tirmidzi, Ibnu Katsir, dan Ibnu Hajar telah menjelaskannya dengan teliti.
- Meneladani Abu Bakar — keyakinan teguh pada kabar Nabi ﷺ meski belum terlihat buktinya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.