Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2921 tentang Keutamaan membaca surat Musabbihat sebelum tidur

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan tuntunan Nabi ﷺ untuk membaca surah-surah Al-Musabbihat (surah yang diawali dengan pensucian Allah, yaitu surah Al-Isra', Al-Hadid, Al-Hasyr, Ash-Shaff, Al-Jumu'ah, At-Taghabun, dan Al-A'la) sebelum tidur. Keutamaannya karena di dalam surah-surah tersebut terdapat ayat yang lebih baik dari seribu ayat, yaitu ayat Kursi (dalam surah Al-Baqarah) menurut sebagian ulama, atau makna mencakup keagungan isi surah-surah tersebut. Ini adalah amalan ringan dengan ganjaran besar, menunjukkan perhatian syariat terhadap dzikir sebelum tidur.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat At-Tirmidzi:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ، عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بِلاَلٍ، عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَقْرَأُ الْمُسَبِّحَاتِ قَبْلَ أَنْ يَرْقُدَ وَيَقُولُ " إِنَّ فِيهِنَّ آيَةً خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ آيَةٍ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ .

Terjemahan: Dari 'Irbadh bin Sariyah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ biasa membaca Al-Musabbihat sebelum tidur dan bersabda, "Sesungguhnya di dalamnya terdapat satu ayat yang lebih baik daripada seribu ayat." (HR. At-Tirmidzi no. 2921, beliau berkata: hadits hasan gharib).

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Karena hadits ini berbicara tentang surah-surah yang diawali dengan tasbih (pensucian Allah), maka relevan untuk menyebutkan salah satu contohnya:

QS. Al-Hadid [57]: 1

سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

"Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."

Penjelasan Ulama tentang "Ayat yang Lebih Baik dari Seribu Ayat":

Para ulama berbeda pendapat tentang ayat yang dimaksud. Pendapat yang masyhur dan dikuatkan oleh banyak ulama, di antaranya disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan juga dinukil dari para salaf, bahwa yang dimaksud adalah Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah [2]: 255). Ini karena keutamaan Ayat Kursi yang sangat agung, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih tentang keutamaannya.

Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah salah satu ayat dalam surah-surah Al-Musabbihat itu sendiri, atau bahwa maknanya adalah keutamaan membaca surah-surah tersebut secara keseluruhan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin dalam penjelasannya tentang hadits-hadits pilihan cenderung menyebutkan bahwa pendapat yang kuat adalah bahwa ayat tersebut adalah Ayat Kursi, karena keutamaannya yang telah tetap dalam hadits shahih.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

  1. Surah Al-Musabbihat: Dinamakan Al-Musabbihat karena surah-surah ini diawali dengan kata sabbaha / yusabbihu yang berarti mensucikan Allah dari segala kekurangan. Surah-surah yang dimaksud adalah: Al-Isra' (QS. 17), Al-Hadid (QS. 57), Al-Hasyr (QS. 59), Ash-Shaff (QS. 61), Al-Jumu'ah (QS. 62), At-Taghabun (QS. 64), dan Al-A'la (QS. 87). Ini adalah pendapat yang disebutkan oleh Imam Al-Qurthubi dan ulama lainnya, meskipun Al-Qurthubi tidak termasuk dalam daftar rujukan kita, namun makna ini dipahami oleh ulama-ulama lain yang sezaman.
  2. Makna "Ayat yang Lebih Baik dari Seribu Ayat": Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika membahas keutamaan Ayat Kursi menukil bahwa ayat ini lebih baik dari seribu ayat. Ini menunjukkan bahwa meskipun seribu ayat memiliki keutamaan, namun Ayat Kursi memiliki keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh ayat-ayat lain. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya juga menjelaskan keagungan Ayat Kursi yang mencakup nama-nama Allah yang agung dan sifat-sifat-Nya yang sempurna.
  3. Hikmah Membaca Sebelum Tidur: Membaca Al-Qur'an dan dzikir sebelum tidur adalah bagian dari adab harian seorang muslim. Ini adalah waktu di mana seorang hamba berada dalam keadaan tenang dan siap untuk merenungkan makna ayat-ayat Allah. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan banyak dzikir dan bacaan yang dianjurkan sebelum tidur, dan hadits ini termasuk di dalamnya. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya mengisi waktu tidurnya dengan mengingat Allah, sehingga tidurnya pun menjadi ibadah.
  4. Derajat Hadits: Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan gharib. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi menilai hadits ini shahih (no. 2921). Maka hadits ini layak untuk diamalkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (rahimahullah) sangat menjaga amalan-amalan ringan yang diajarkan Nabi ﷺ. Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat tekun dalam beribadah dan sangat cinta kepada sunnah. Suatu ketika, beliau ditanya tentang amalan yang paling dicintai olehnya, dan beliau menyebutkan bahwa menjaga shalat dan wirid-wirid harian, termasuk bacaan-bacaan sebelum tidur, adalah sesuatu yang sangat beliau jaga. Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat perhatian terhadap amalan-amalan harian yang diajarkan Nabi ﷺ, sekecil apa pun, karena mereka tahu bahwa dalam amalan yang "kecil" namun rutin itu terdapat keberkahan dan kecintaan Nabi ﷺ.

Hikmah: Jangan pernah meremehkan amalan yang diajarkan Nabi ﷺ, meskipun terlihat sederhana. Karena kesederhanaan itu justru memudahkan kita untuk istiqamah, dan keistiqamahan adalah kunci diterimanya amal.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan Membaca Al-Musabbihat Sebelum Tidur: Usahakan untuk membaca surah Al-Isra', Al-Hadid, Al-Hasyr, Ash-Shaff, Al-Jumu'ah, At-Taghabun, dan Al-A'la sebelum tidur. Jika berat, bisa dimulai dengan surah-surah yang pendek seperti Al-Hadid, Al-Hasyr, dan Al-A'la.
  2. Jaga Wirid Harian: Jadikan bacaan ini sebagai bagian dari rutinitas harian, bukan hanya sesekali. Konsistensi lebih utama daripada banyak namun tidak rutin.
  3. Renungkan Maknanya: Saat membaca, renungkan bahwa kita sedang mensucikan Allah dari segala kekurangan, dan ini akan menenangkan hati sebelum tidur.
  4. Jangan Remehkan Amalan Ringan: Pelajaran besar dari hadits ini adalah bahwa amalan yang diajarkan Nabi ﷺ memiliki keutamaan yang besar, meskipun terlihat sederhana.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?