Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2915 tentang Keut

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi seorang muslim yang rajin membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an. Pada hari Kiamat, Al-Qur’an akan datang sebagai pemberi syafaat, memohon kepada Allah agar pembacanya dimuliakan. Permohonan itu dikabulkan sehingga ia diberi mahkota kemuliaan, pakaian kemuliaan, kemudian Allah ridha kepadanya. Selanjutnya ia diperintahkan membaca Al-Qur’an sambil naik ke derajat yang lebih tinggi, dan setiap ayat yang dibacanya akan menambah kebaikan baginya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur’an (sebagai penguat):

QS. Fathir [35]: 29-30

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ * لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."

Hadits terkait:

Hadits riwayat At-Tirmidzi (no. 2915) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’ (sampai kepada Nabi ﷺ). Teks Arab lengkap dengan harakat:

> حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ حَلِّهِ، فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ زِدْهُ، فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ، فَيَرْضَى عَنْهُ، فَيُقَالُ لَهُ: اقْرَأْ وَارْقَ، وَيُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً».

Terjemahan: “Al-Qur’an datang pada hari Kiamat lalu berkata: ‘Wahai Rabb, hiasilah dia.’ Maka dipakaikanlah kepadanya mahkota kemuliaan. Kemudian Al-Qur’an berkata lagi: ‘Wahai Rabb, tambahkanlah untuknya.’ Maka dipakaikanlah kepadanya pakaian kemuliaan. Kemudian ia berkata: ‘Wahai Rabb, ridhalah terhadapnya.’ Maka Allah pun ridha kepadanya. Lalu dikatakan kepadanya: ‘Bacalah dan naiklah, dan akan ditambahkan bagimu satu kebaikan untuk setiap ayat.’”

At-Tirmidzi berkata setelah meriwayatkan: “Hadits ini hasan shahih.” Beliau juga menyebutkan bahwa riwayat mauquf (hanya sampai Abu Hurairah) lebih shahih menurutnya, namun jalur marfu’ ini tetap kuat dan diamalkan.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-‘Asqalani (dalam Fathul Bari, 9/78) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur’an dan bahwa Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembacanya.
  • Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim, 6/302) menguatkan pahala bahwa setiap huruf Al-Qur’an mendatangkan kebaikan, dan kebaikan dilipatgandakan.
  • Syaikh ‘Abdurrahman as-Sa’di (dalam Tafsir as-Sa’di, hlm. 685) menjelaskan bahwa ayat di atas (Fathir: 29-30) menunjukkan janji tambahan pahala bagi pembaca Al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menggambarkan betapa mulianya kedudukan seorang hamba yang dekat dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an digambarkan sebagai sosok yang hidup dan bisa berbicara pada hari Kiamat—ini adalah permisalan yang menunjukkan bahwa amal ibadah akan diwujudkan dalam bentuk yang bisa dirasakan. Para ulama seperti Al-Hasan al-Bashri (w. 110 H) dan Qatadah (w. 117 H) menekankan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk dan cahaya, dan barang siapa yang membacanya dengan penuh tadabbur dan pengamalan, maka ia akan mendapat syafaat dari Al-Qur’an itu sendiri.

Tahapan keutamaan dalam hadits:

  1. Mahkota kemuliaan – Ibarat seorang raja yang dimahkotai, pembaca Al-Qur’an diberi kemuliaan pertama sebagai bentuk penghormatan atas usahanya di dunia mempelajari dan membaca Kalamullah.
  2. Pakaian kemuliaan – Ini merupakan tambahan kemuliaan. Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam Fath al-Bari (5/341) mengatakan bahwa pakaian kemuliaan menunjukkan derajat yang lebih tinggi lagi dibanding mahkota, karena pakaian menutup seluruh tubuh dan melambangkan kehormatan yang sempurna.
  3. Ridha Allah – Puncak dari segalanya adalah keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam Madarij as-Salikin (1/112) mengingatkan bahwa ridha Allah adalah kenikmatan terbesar di akhirat, yang melampaui kenikmatan surga itu sendiri.
  4. Perintah membaca dan naik derajat – Ini menunjukkan bahwa pahala membaca Al-Qur’an tidak berhenti di dunia, tetapi terus berlanjut di akhirat. Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) mengatakan dalam Musnad (2/251) bahwa orang yang berilmu dan beramal dengan Al-Qur’an akan dinaikkan derajatnya sesuai dengan ayat yang ia baca. Tidak ada batasan; semakin banyak ia membaca dan menghayati, semakin tinggi pula kedudukannya.

Mengapa Al-Qur’an yang memohon?

Karena Al-Qur’an adalah firman Allah yang terjaga, dan ia menjadi saksi bagi pembacanya—baik saksi yang membela atau yang menuntut. Sufyan ats-Tsauri (w. 161 H) berkata, “Barang siapa yang membaca Al-Qur’an, maka ia telah menggenggam tali Allah yang kuat, dan Al-Qur’an akan menjadi pembelanya pada hari Kiamat.”

Perbedaan pendapat mengenai status hadits:

At-Tirmidzi menyebut bahwa riwayat mauquf (hanya sampai Abu Hurairah) lebih shahih menurutnya. Namun, Al-Bukhari (w. 256 H) dan Muslim (w. 261 H) tidak meriwayatkan hadits ini dalam kitab shahih mereka secara persis, tetapi maknanya didukung oleh hadits lain yang shahih, seperti hadits: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim no. 1910). Ibn Hajar dalam Fath al-Bari (9/78) menegaskan bahwa hadits ini hasan dan layak diamalkan karena sanadnya kuat.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pada hari Kiamat, Al-Qur’an akan datang dalam wujud seorang laki-laki yang pucat (karena serius) lalu berkata: ‘Aku adalah Al-Qur’an yang engkau baca di malam hari, yang membuatmu begadang, dan yang engkau baca di siang hari.’ Kemudian ia (Al-Qur’an) membela pembacanya di hadapan Allah.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam At-Tauhid dan dishahihkan al-Albani).

Kisah ini menggambarkan betapa besarnya cinta seorang mukmin terhadap Kalamullah. Imam Ahmad bin Hanbal sendiri sering menangis ketika membaca Al-Qur’an. Beliau berkata, “Aku bermimpi bertemu dengan Allah, lalu Dia berkata kepadaku: ‘Wahai Ahmad, bacalah Al-Qur’an, karena setiap huruf yang engkau baca akan menjadi pohon di surga.’” (riwayat dari anaknya, Abdullah, dalam As-Sunnah, no. 145).

Kesimpulan Praktis

  • Perbanyak membaca Al-Qur’an dengan tartil, tadabbur, dan usaha mengamalkannya.
  • Niatkan membaca karena Allah, bukan karena riya atau keinginan dunia.
  • Jadikan Al-Qur’an sebagai teman hidup di waktu lapang maupun sempit, agar ia menjadi saksi yang membela kita di akhirat.
  • Ajarilah keluarga dan orang lain tentang keutamaan Al-Qur’an, karena mengajarkannya juga termasuk amal yang tak terputus.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?