Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat agung bagi setiap muslim. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa manusia yang paling baik dan paling utama di sisi Allah adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh, kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Ini mencakup belajar membaca, memahami makna, dan mengamalkannya, lalu mengajarkan hal tersebut kepada sesama. Derajat ini sangat tinggi, bahkan disebut sebagai sebaik-baik manusia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:
Teks Arab hadits (bagian inti):
> خَيْرُكُمْ - أَوْ أَفْضَلُكُمْ - مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Terjemahan: "Sebaik-baik kalian - atau yang paling utama di antara kalian - adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, Kitab Pahala Al-Qur'an, Bab Apa yang Diriwayatkan tentang Mengajarkan Al-Qur'an, no. 2908. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih (baik dan sahih).
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, dengan lafaz:
> خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Al-Bukhari, no. 5027)
Kaitan dengan Ulama:
- Imam At-Tirmidzi (dalam daftar rujukan) adalah yang meriwayatkan hadits ini dan menilainya hasan shahih.
- Imam Al-Bukhari (dalam daftar rujukan) juga meriwayatkannya dalam kitab shahihnya, yang menunjukkan kekuatan hadits ini.
- Imam Sufyan Ats-Tsauri (dalam daftar rujukan) adalah salah satu perawi utama dalam sanad hadits ini. Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa riwayat Sufyan lebih tepat (asybah) dibandingkan riwayat Syu'bah yang menambahkan satu perawi (Sa'd bin 'Ubaidah). Ini menunjukkan ketelitian para ulama dalam menjaga sanad hadits.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung keutamaan yang sangat besar bagi para penuntut dan pengajar Al-Qur'an.
1. Makna "Khairukum" (Sebaik-baik Kalian)
Imam Al-Qurthubi (dalam tafsirnya) dan para ulama lain menjelaskan bahwa yang dimaksud "sebaik-baik kalian" di sini adalah yang paling utama dan paling mulia di sisi Allah. Ini adalah pujian langsung dari Nabi ﷺ kepada orang-orang yang sibuk dengan Al-Qur'an.
2. Makna "Belajar dan Mengajarkan"
- Belajar (ta'allama): Mencakup belajar membaca dengan benar (tajwid), menghafal, memahami makna (tafsir), dan yang terpenting adalah mengamalkan isinya. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Fadhlu 'Ilm As-Salaf 'ala Al-Khalaf menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa kepada amal.
- Mengajarkan (wa 'allamahu): Mencakup mengajarkan lafazhnya (bacaan), maknanya, dan hukum-hukumnya. Ini bisa dilakukan secara formal (seperti guru ngaji) atau informal (mengajarkan kepada keluarga, tetangga, atau teman).
3. Urutan Belajar dan Mengajar
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (dalam Syarh Al-Arba'in) menjelaskan bahwa seseorang harus belajar terlebih dahulu sebelum mengajar. Karena bagaimana mungkin seseorang bisa mengajarkan sesuatu yang belum ia kuasai? Maka urutannya adalah: belajar dengan benar, mengamalkan, lalu mengajarkan.
4. Keutamaan Ini Mencakup Semua Orang
Hadits ini tidak membatasi hanya untuk ulama atau penghafal Al-Qur'an saja. Setiap muslim yang belajar Al-Qur'an - walaupun baru bisa membaca satu surat - lalu mengajarkannya kepada orang lain, maka ia termasuk dalam cakupan hadits ini. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa keumuman lafazh hadits ini mencakup semua orang yang belajar dan mengajar, baik sedikit maupun banyak.
5. Catatan Penting dari Imam At-Tirmidzi
Dalam riwayat yang beliau sebutkan, ada perbedaan kecil dalam sanad. Sebagian perawi menambahkan nama Sa'd bin 'Ubaidah di dalam sanad, dan sebagian tidak. Imam At-Tirmidzi menegaskan bahwa riwayat Sufyan Ats-Tsauri yang tidak menyebutkan Sa'd bin 'Ubaidah adalah yang lebih tepat (asybah). Ini menunjukkan bahwa para ulama sangat teliti dalam menjaga sanad hadits, dan ini adalah bagian dari ilmu yang diajarkan dalam hadits ini juga - yaitu ketelitian dalam menyampaikan ilmu.
6. Peringatan dari Imam Al-Bukhari
Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Shahih-nya pada "Kitab Keutamaan Al-Qur'an". Ini menunjukkan bahwa belajar dan mengajar Al-Qur'an adalah amalan yang memiliki keutamaan khusus di sisi Allah, dan ini adalah bagian dari ibadah yang paling dicintai.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Abdurrahman As-Sulami - yang merupakan perawi hadits ini dari Utsman bin Affan - adalah seorang ulama besar dari kalangan Tabi'in. Beliau menghabiskan usianya yang panjang untuk mengajarkan Al-Qur'an di Masjid Kufah.
Disebutkan bahwa beliau mengajarkan Al-Qur'an kepada orang-orang selama lebih dari 40 tahun, dari masa kekhalifahan Utsman bin Affan hingga masa pemerintahan Al-Hajjaj bin Yusuf. Beliau mengajarkan Al-Qur'an kepada ribuan orang, dan di antara murid-muridnya adalah para ulama besar seperti Al-Asy'ats bin Qais dan lainnya.
Yang lebih menakjubkan, Abu Abdurrahman As-Sulami berkata: "Sesungguhnya aku tidaklah duduk di majelis ini (untuk mengajar) kecuali karena hadits yang disampaikan oleh Utsman bin Affan dari Nabi ﷺ, yaitu sabda beliau: 'Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya.' Dan akulah yang mengajarkan Al-Qur'an di masa Utsman, dan aku tetap melakukannya hingga hari ini."
Lihatlah bagaimana seorang sahabat dan tabi'in memegang teguh hadits ini dan mengamalkannya sepanjang hidupnya. Beliau tidak hanya menghafal hadits ini, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk terus mengabdi kepada Al-Qur'an selama puluhan tahun.
Kesimpulan Praktis
- Niatkan untuk belajar Al-Qur'an - Mulailah dari membaca dengan benar (tajwid), lalu pahami maknanya, dan amalkan isinya.
- Jangan menunda untuk mengajar - Setiap ilmu yang kita miliki tentang Al-Qur'an, sekecil apapun, wajib kita sampaikan kepada orang lain. Mulai dari keluarga terdekat.
- Jadikan Al-Qur'an sebagai prioritas - Hadits ini menunjukkan bahwa kesibukan dengan Al-Qur'an adalah sebaik-baik kesibukan.
- Perbaiki niat - Belajar dan mengajar harus diniatkan ikhlas karena Allah, bukan untuk pujian atau gelar.
- Jangan merasa cukup - Teruslah belajar dan menambah ilmu, karena semakin dalam kita memahami Al-Qur'an, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.