Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2902 tentang Keutamaan surah Al-Falaq dan An-Nas

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Surah Al-Falaq dan An-Nas, yang dikenal sebagai Al-Mu'awwidzatain (dua surah perlindungan). Nabi ﷺ menyatakan bahwa tidak ada ayat yang semisal dengan keduanya dalam hal perlindungan dan penjagaan dari segala keburukan. Kedua surah ini adalah benteng seorang mukmin dari gangguan jin, sihir, dan segala kejahatan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh 'Uqbah bin 'Amir Al-Juhani radhiyallahu 'anhu, dalam Jami' At-Tirmidzi no. 2902, Kitab Pahala Al-Qur'an, Bab Apa yang Diriwayatkan tentang Al-Mu'awwidzatain. Imam At-Tirmidzi menilai: "Hadits ini hasan shahih."

Ayat Al-Qur'an yang disebut dalam hadits:

Surah Al-Falaq [113]: 1

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh."

Surah An-Nas [114]: 1

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia."

Keterkaitan dengan ulama daftar:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan keutamaan Al-Mu'awwidzatain dan anjuran membacanya.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Al-Adzkar menegaskan keduanya sebagai wirid perlindungan pagi dan petang.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad dan Al-Wabil ash-Shayyib membahas keduanya sebagai obat dan perlindungan dari sihir serta gangguan setan.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan makna Al-Falaq dan An-Nas serta keutamaannya.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Allah menurunkan kepadanya dua surah yang belum pernah diturunkan yang semisalnya dalam hal keutamaan dan fungsinya sebagai perlindungan. Ini bukan berarti tidak ada surah lain yang mulia, tetapi menunjukkan keistimewaan khusus Al-Mu'awwidzatain sebagai ruqyah syar'i dan benteng dari segala keburukan.

Penjelasan para ulama:

Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa Al-Mu'awwidzatain dan Al-Ikhlas termasuk surah yang paling dianjurkan dibaca untuk perlindungan, terutama di pagi dan petang, sebelum tidur, dan setelah shalat. Beliau merujuk pada hadits-hadits shahih tentang hal ini.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Al-Mu'awwidzatain mengandung tauhid dan isti'adzah (permohonan perlindungan) yang sempurna. Al-Falaq mencakup perlindungan dari kejahatan makhluk, sihir, dan hasad. An-Nas mencakup perlindungan dari bisikan setan jin dan manusia. Keduanya adalah obat bagi hati dan badan.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang keutamaan membaca Al-Mu'awwidzatain, dan sebagian salaf menjadikannya wirid tetap. Beliau juga menukil bahwa keduanya disebut Al-Mu'awwidzatain karena dimulai dengan "Qul a'udzu" (katakanlah: aku berlindung).

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Falaq berarti waktu subuh atau segala sesuatu yang terbelah, dan Allah adalah Rabb yang menguasainya. Sedangkan An-Nas menekankan bahwa Allah adalah Rabb, Malik, dan Ilah manusia, sehingga hanya Dia yang layak dimintai perlindungan dari bisikan setan.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah menegaskan bahwa membaca Al-Mu'awwidzatain dalam shalat dan di luar shalat adalah sunnah yang dianjurkan. Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama daftar tentang keutamaan keduanya. Yang paling kuat adalah pendapat yang menetapkan keduanya sebagai wirid perlindungan yang utama berdasarkan dalil-dalil shahih.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Nabi ﷺ tentang surah yang paling utama. Nabi ﷺ membacakan Al-Mu'awwidzatain dan bersabda: "Wahai 'Uqbah, bacalah keduanya, karena tidak ada permohonan perlindungan yang lebih utama daripada keduanya." (Makna dari riwayat dalam Sunan Abu Dawud dan Jami' At-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ pernah membaca Al-Mu'awwidzatain dan mengusap dengan keduanya kepada orang yang sakit, sebagai ruqyah syar'i. Imam an-Nawawi menyebutkan dalam Al-Adzkar bahwa ini menunjukkan keduanya sebagai obat dan perlindungan yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ.

Hikmahnya: seorang mukmin hendaknya menjadikan Al-Mu'awwidzatain sebagai bagian dari wirid harian, karena keduanya adalah benteng yang Allah turunkan khusus untuk melindungi hamba-Nya dari segala keburukan yang tampak maupun tersembunyi.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah Al-Falaq dan An-Nas setiap pagi dan petang, serta sebelum tidur, sebagai wirid perlindungan.
  2. Bacalah keduanya setelah shalat fardhu, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
  3. Gunakan keduanya sebagai ruqyah ketika merasa ada gangguan atau ketika sakit, dengan meniup ke telapak tangan dan mengusap ke badan.
  4. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak agar mereka terbiasa berlindung kepada Allah dengan cara yang diajarkan Nabi ﷺ.
  5. Yakinlah bahwa perlindungan hanya dari Allah, dan Al-Mu'awwidzatain adalah wasilah yang Allah syariatkan, bukan jimat atau benda.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?