Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2900 tentang Surah Al-Ikhlas setara sepertiga Al-Qur'an

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar Surah Al-Ikhlas. Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa surah ini nilainya setara dengan sepertiga Al-Qur'an. Ini menunjukkan betapa agungnya kandungan tauhid di dalamnya, yang merupakan inti dari seluruh ajaran Al-Qur'an.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitab Jami' At-Tirmidzi, Kitab Pahala Al-Qur'an, Bab Apa yang Dikatakan Tentang Surah Al-Ikhlas (no. 2900). Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini. Perawi sahabatnya adalah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahih mereka dengan lafaz yang semakna, dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang keutamaan surah ini.

Adapun dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar makna hadits ini adalah firman Allah:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. (QS. Al-Ikhlas [112]: 1)

Ayat ini berharakat lengkap dan merupakan inti dari surah Al-Ikhlas. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa surah ini berisi penetapan tauhid dan penafian segala bentuk kesyirikan, sehingga ia setara dengan sepertiga Al-Qur'an karena Al-Qur'an terbagi menjadi tiga pokok: tauhid, hukum, dan berita.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ dalam mengajarkan tauhid kepada para sahabat. Beliau mengumpulkan mereka dan berjanji membacakan sesuatu yang sangat istimewa, yaitu sepertiga Al-Qur'an. Ketika beliau membacakan Surah Al-Ikhlas, para sahabat terkejut dan sebagian mengira ada wahyu baru turun. Kemudian Nabi ﷺ menegaskan bahwa surah ini memang setara dengan sepertiga Al-Qur'an.

Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa Al-Qur'an terdiri dari tiga bagian besar: (1) tauhid dan pengenalan kepada Allah, (2) hukum-hukum syariat, dan (3) kisah-kisah serta berita. Surah Al-Ikhlas mencakup bagian pertama secara sempurna, sehingga nilainya sepertiga Al-Qur'an.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang makna "setara dengan sepertiga Al-Qur'an". Pendapat yang paling kuat adalah bahwa pahala membacanya dilipatgandakan seperti membaca sepertiga Al-Qur'an, bukan berarti surah ini menggantikan bacaan sepertiga Al-Qur'an dalam hal kewajiban. Ini adalah bentuk keutamaan khusus dari Allah untuk surah yang ringkas namun padat makna.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menegaskan bahwa Surah Al-Ikhlas mengandung penetapan nama dan sifat Allah secara global, serta menafikan segala sekutu bagi-Nya. Karena tauhid adalah pondasi agama, maka surah ini menjadi inti dari seluruh Al-Qur'an.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya mengumpulkan orang untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan menjelaskan keutamaannya. Juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang menyampaikan sesuatu secara bertahap untuk menarik perhatian.

Story Telling

Dikisahkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, suatu hari Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk berkumpul. Beliau bersabda, "Aku akan membacakan kepada kalian sepertiga Al-Qur'an." Para sahabat pun berkumpul dengan penuh antusias, menanti bacaan istimewa itu. Nabi ﷺ keluar dan membacakan, "Qul Huwa Allahu Ahad." Kemudian beliau masuk kembali ke rumah.

Para sahabat saling bertanya-tanya, "Apa maksudnya? Apakah ini wahyu baru?" Mereka merasa heran karena bacaan itu sangat singkat. Tidak lama kemudian, Nabi ﷺ keluar lagi dan menjelaskan, "Aku tadi berkata akan membacakan sepertiga Al-Qur'an. Ketahuilah, sesungguhnya surah ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an."

Kisah ini mengajarkan kita bahwa ilmu itu perlu kesabaran dan penjelasan. Para sahabat tidak langsung memahami, tetapi mereka bertanya dan menunggu penjelasan. Nabi ﷺ pun dengan lembut menjelaskan maksud sabdanya. Ini menunjukkan adab dalam menuntut ilmu dan keutamaan Surah Al-Ikhlas yang meskipun singkat, namun mengandung tauhid yang menjadi inti seluruh Al-Qur'an.

Kesimpulan Praktis

  1. Rutinkan membaca Surah Al-Ikhlas, terutama dalam shalat, karena pahalanya setara dengan sepertiga Al-Qur'an.
  2. Renungkan maknanya, yaitu penetapan bahwa Allah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan.
  3. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak tentang keutamaan surah ini dan kandungan tauhid di dalamnya.
  4. Jangan meremehkan amal kecil, karena bisa jadi amal yang tampak ringan memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah.
  5. Bertanyalah kepada ahli ilmu jika belum memahami suatu hadits atau ayat, sebagaimana para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?