Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2885 tentang Keutamaan membaca Surat Al-Kahf dan turunnya ketenangan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan membaca Surat Al-Kahf, di mana Allah menurunkan ketenangan (sakinah) berupa malaikat yang menaungi pembacanya. Peristiwa ini terjadi pada seorang sahabat yang membaca Al-Kahf, lalu hewan tunggangannya berlari karena melihat sesuatu seperti awan. Nabi ﷺ menegaskan bahwa itu adalah sakinah yang turun bersama Al-Qur'an. Hadits ini hasan sahih menurut Imam At-Tirmidzi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, dalam Jami' At-Tirmidzi no. 2885, Kitab Fadhail Al-Qur'an, Bab Keutamaan Surat Al-Kahf. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan sahih."

Ayat terkait tentang ketenangan turun bersama Al-Qur'an:

QS. Al-Fath [48]: 4

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

"Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Hadits pendukung — dari Usayd bin Hudhair radhiyallahu 'anhu (disebutkan At-Tirmidzi dalam bab yang sama), bahwa ketika ia membaca Surat Al-Kahf di malam hari, ia melihat sesuatu seperti naungan yang menaunginya, dan Nabi ﷺ menegaskan itu adalah malaikat yang turun mendengar bacaan Al-Qur'an. Hadits ini juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim.

Keterkaitan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa turunnya sakinah dan malaikat pada majelis bacaan Al-Qur'an adalah bentuk pemuliaan Allah terhadap Al-Qur'an dan pembacanya.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para malaikat turun untuk mendengarkan Al-Qur'an dan menaungi pembacanya dengan sayap-sayap mereka.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa sakinah adalah ketenangan yang Allah turunkan ke dalam hati orang beriman, dan dalam konteks hadits ini berbentuk malaikat yang menaungi.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Hadits ini menceritakan seorang sahabat yang sedang membaca Surat Al-Kahf. Tiba-tiba hewan tunggangannya berlari (menjauh atau gelisah), lalu ia melihat sesuatu menyerupai awan atau naungan. Ketika ia mengadukan hal itu kepada Nabi ﷺ, beliau menjelaskan bahwa itu adalah sakinah — ketenangan yang turun bersama Al-Qur'an.

Apa itu sakinah?

Menurut Ibnu Katsir dan Ibnu Qayyim al-Jawziyyah, sakinah adalah ketenangan dan rahmat yang Allah turunkan ke dalam hati hamba-Nya yang beriman. Dalam konteks hadits ini, sakinah berbentuk malaikat yang turun untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'an, sehingga menimbulkan naungan yang terlihat oleh sahabat tersebut.

Mengapa Surat Al-Kahf?

Para ulama dari daftar yang disebutkan, seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar, menjelaskan bahwa Surat Al-Kahf memiliki keutamaan khusus, di antaranya:

  1. Membacanya pada hari Jumat menjadi cahaya (nur) di antara dua Jumat — sebagaimana hadits shahih dari Abu Sa'id Al-Khudri.
  2. Surat ini mengandung kisah-kisah agung: Ashabul Kahf, pemilik dua kebun, Musa dan Khidir, serta Dzulqarnain — yang semuanya mengajarkan tauhid, kesabaran, dan keimanan kepada hari akhir.
  3. Membacanya mendatangkan ketenangan dan perlindungan dari fitnah Dajjal — sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih Muslim dari Abu Darda'.

Pelajaran dari peristiwa ini:

  • Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa turunnya malaikat dan sakinah pada majelis Al-Qur'an menunjukkan kemuliaan Al-Qur'an dan orang yang membacanya.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah sumber ketenangan hati, dan siapa yang membaca dengan tadabbur (merenungkan maknanya) akan merasakan sakinah tersebut.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menegaskan bahwa sakinah turun kepada orang yang membaca Al-Qur'an dengan hati yang hadir dan penuh kekhusyukan.

Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama berbeda pendapat apakah yang melihat awan itu adalah sahabat yang membaca atau orang lain. Namun, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menguatkan bahwa yang membaca adalah sahabat itu sendiri, dan hewan tunggangannya berlari karena merasakan kehadiran malaikat. Pendapat ini yang paling kuat berdasarkan konteks hadits.

Story Telling

Diceritakan oleh Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu — seorang sahabat Anshar yang mulia, yang ikut dalam banyak peperangan bersama Nabi ﷺ.

Suatu malam, seorang lelaki dari kalangan sahabat sedang duduk membaca Surat Al-Kahf. Ia membaca dengan tenang, merenungi setiap ayat, sementara hewan tunggangannya berada di dekatnya. Tiba-tiba, hewan itu gelisah dan berlari menjauh. Lelaki itu terkejut dan menoleh — ia melihat sesuatu yang menyerupai awan atau naungan turun di atasnya.

Karena tidak memahami apa yang terjadi, ia segera menemui Rasulullah ﷺ dan menceritakan peristiwa itu. Nabi ﷺ — dengan wajah yang tenang dan penuh hikmah — bersabda:

"Itu adalah sakinah (ketenangan) yang turun bersama Al-Qur'an, atau turun karena Al-Qur'an."

Betapa agungnya kedudukan Al-Qur'an! Hingga malaikat pun turun untuk mendengarkannya, dan Allah menurunkan ketenangan kepada hamba-Nya yang membaca dengan iman.

Hikmah: Al-Qur'an bukan sekadar bacaan, tetapi ia adalah sumber ketenangan, cahaya, dan rahmat. Siapa yang membacanya dengan hati yang hadir, akan merasakan sakinah yang Allah turunkan — sebagaimana yang dialami sahabat mulia ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Rutinkan membaca Surat Al-Kahf, terutama pada hari Jumat, karena ia adalah cahaya di antara dua Jumat dan perlindungan dari fitnah Dajjal.
  2. Bacalah Al-Qur'an dengan tadabbur (merenungkan makna) dan hati yang hadir, agar merasakan sakinah yang Allah turunkan.
  3. Yakinlah bahwa Al-Qur'an mendatangkan ketenangan — baik di saat sedih, gelisah, maupun menghadapi ujian hidup.
  4. Ajarkan kepada keluarga untuk mencintai Al-Qur'an, karena majelis Al-Qur'an dihadiri malaikat dan diturunkan sakinah.
  5. Jangan tinggalkan Al-Qur'an hanya karena sibuk, karena ia adalah sumber keberkahan dan cahaya hidup.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?