Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2884 tentang Keutamaan Ayat Al-Kursi sebagai ayat paling agung

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan Ayat Al-Kursi (QS. Al-Baqarah [2]: 255) sebagai bagian dari firman Allah yang paling agung. Sufyan bin 'Uyainah menjelaskan alasannya: karena Ayat Al-Kursi adalah kalamullah (firman Allah), sedangkan firman Allah lebih agung daripada seluruh makhluk ciptaan-Nya, termasuk langit dan bumi. Maka kemuliaan Ayat Al-Kursi bukan karena huruf atau tulisannya, melainkan karena ia adalah kalam Allah yang Maha Agung.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat terkait — QS. Al-Baqarah [2]: 255:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

"Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di hadapan-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung."

Hadits terkait (shahih, sebagai penguat):

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda tentang Ayat Al-Kursi dalam kisah setan yang mencuri zakat:

«إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ، فَإِنَّهُ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ»

"Apabila engkau hendak tidur, bacalah Ayat Al-Kursi, maka engkau akan senantiasa dijaga oleh Allah, dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi." (HR. Al-Bukhari, dari Abu Hurairah).

Kaitan dengan ulama daftar:

  • Sufyan bin 'Uyainah (Tabi'ut Tabi'in) — beliau adalah perawi langsung penjelasan dalam hadits ini.
  • Abdullah bin Mas'ud (sahabat Nabi ﷺ) — sumber ucapan yang ditafsirkan.
  • Imam at-Tirmidzi — meriwayatkan hadits ini dalam Jami'-nya, Kitab Pahala Al-Qur'an.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Ayat Al-Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an, berdasarkan hadits Ubay bin Ka'b yang ditanya Nabi ﷺ tentang ayat paling agung, lalu beliau menunjuk Ayat Al-Kursi.
  • Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarijus Salikin dan Badai'ul Fawaid menegaskan keutamaan kalamullah atas seluruh makhluk, karena kalam adalah sifat Allah, sedangkan makhluk adalah ciptaan-Nya.

Penjelasan Rinci

1. Kedudukan riwayat ini.

Riwayat ini bukan sabda Nabi ﷺ secara langsung, melainkan atsar (ucapan) dari Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه, kemudian ditafsirkan oleh Sufyan bin 'Uyainah. Imam at-Tirmidzi menyebutkannya dalam bab keutamaan Surah Ali Imran karena berkaitan dengan konteks pahala membaca Al-Qur'an. Karena itu, para ulama menyebutnya sebagai atsar mauquf (disandarkan kepada sahabat), bukan marfu' (sabda Nabi ﷺ).

2. Makna ucapan Ibnu Mas'ud.

Ucapan Ibnu Mas'ud: "Allah tidak menciptakan di langit dan di bumi sesuatu yang lebih agung daripada Ayat Al-Kursi" — maksudnya: di antara seluruh makhluk yang Allah ciptakan di langit dan bumi, tidak ada yang lebih agung nilainya daripada Ayat Al-Kursi. Ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari ayat tersebut.

3. Penjelasan Sufyan bin 'Uyainah — inti hadits.

Sufyan bin 'Uyainah menjelaskan sebab keagungan itu:

> "Karena Ayat Al-Kursi adalah firman Allah, dan firman Allah lebih agung dari ciptaan Allah di langit dan di bumi."

Ini adalah kaidah agung dalam aqidah Ahlus Sunnah: kalamullah (firman Allah) adalah sifat Allah, dan sifat Allah lebih agung daripada makhluk-Nya. Langit, bumi, gunung, dan seluruh ciptaan adalah makhluk; sedangkan Al-Qur'an adalah kalam Allah yang merupakan sifat-Nya. Maka membandingkan keduanya sama dengan membandingkan Pencipta dengan yang diciptakan.

4. Bagaimana ulama daftar memahami hal ini.

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Al-Bukhari dalam kitab-kitab aqidah mereka (seperti Khalqu Af'alil 'Ibad dan Kitabut Tauhid dari Al-Bukhari) menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah, bukan makhluk.
  • Ibnul Qayyim dalam Ash-Shawa'iqul Mursalah menjelaskan bahwa keutamaan kalam Allah atas makhluk-Nya adalah perkara yang disepakati Ahlus Sunnah, karena kalam adalah sifat Dzat yang berbicara, sedangkan makhluk adalah perbuatan-Nya.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Ayat Al-Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an, dan menyebutkan hadits Ubay bin Ka'b: Nabi ﷺ bertanya, "Ayat mana yang paling agung dalam Kitabullah?" Ubay menjawab, "Ayat Al-Kursi." Lalu Nabi ﷺ menepuk dadanya dan bersabda, "Semoga engkau berbahagia dengan ilmu itu, wahai Abul Mundzir." (HR. Muslim).
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisirul Karimir Rahman menjelaskan bahwa Ayat Al-Kursi menghimpun tauhid, sifat-sifat kesempurnaan Allah, dan keesaan-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, serta asma' wa shifat.

5. Perbedaan pendapat.

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar tentang keutamaan Ayat Al-Kursi dan tentang Al-Qur'an sebagai kalamullah. Yang ada hanyalah perbedaan lafal dalam sebagian riwayat tentang ayat mana yang paling agung, namun semuanya mengarah pada Ayat Al-Kursi. Yang paling kuat adalah pendapat yang menetapkan Ayat Al-Kursi sebagai ayat paling agung, berdasarkan hadits shahih dari Ubay bin Ka'b dan Abu Hurairah.

Story Telling

Dikisahkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه (HR. Al-Bukhari): Suatu malam ia ditugaskan Nabi ﷺ menjaga zakat Ramadhan. Datanglah seseorang mencuri makanan, dan Abu Hurairah menangkapnya. Orang itu memohon dilepaskan dan berjanji tidak akan mengulangi. Hal itu terjadi tiga kali. Pada kali ketiga, Abu Hurairah berkata, "Aku akan mengadukanmu kepada Nabi ﷺ." Lalu orang itu berkata, "Lepaskan aku, aku akan mengajarimu sesuatu yang bermanfaat." Ia berkata, "Jika engkau hendak tidur, bacalah Ayat Al-Kursi, maka engkau akan senantiasa dijaga Allah, dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi."

Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda:

«صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ، ذَاكَ شَيْطَانٌ»

"Ia berkata benar kepadamu, padahal ia pendusta. Itu adalah setan."

Hikmah: Ayat Al-Kursi memiliki keutamaan yang luar biasa — bukan karena jumlah hurufnya, tetapi karena kandungannya: tauhid, sifat-sifat Allah, dan pengagungan kepada-Nya. Inilah yang membuat Sufyan bin 'Uyainah berkata bahwa keagungannya karena ia adalah kalamullah.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakini bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah, bukan makhluk — ini aqidah Ahlus Sunnah yang dipegang Imam Ahmad, Al-Bukhari, dan seluruh ulama daftar.
  2. Rutinkan membaca Ayat Al-Kursi:
  • Setelah setiap shalat fardhu (sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari Abu Umamah, dan dihasankan oleh sebagian ulama).
  • Sebelum tidur, sebagai penjagaan dari setan hingga pagi.
  1. Renungkan maknanya, bukan sekadar melafalkan — karena keagungannya terletak pada kandungan tauhid dan sifat-sifat Allah di dalamnya.
  2. Jangan berlebihan (ghuluw) dengan mengkhususkan tata cara atau jumlah bacaan tertentu tanpa dalil dari sunnah.
  3. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak untuk menghafal dan memahami Ayat Al-Kursi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?