Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2881 tentang Keutamaan membaca dua ayat akhir Al-Baqarah di malam hari

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) pada malam hari. Bagi yang mengamalkannya dengan iman dan pengharapan pahala, bacaan itu akan menjadi pelindung dan pencukup baginya dari segala keburukan serta memberikan pahala yang sangat besar. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitab Jami' At-Tirmidzi, Kitab Fadhail Al-Qur'an (Keutamaan Al-Qur'an), Bab Ma Ja'a fi Akhiri Surat Al-Baqarah (Apa yang Diriwayatkan tentang Akhir Surat Al-Baqarah), nomor 2881. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Teks Hadits:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ الْمُعْتَمِرِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بنِ يَزِيدَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "مَنْ قَرَأَ الآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ". قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

Terjemahan:

Diriwayatkan dari Abu Mas'ud Al-Ansari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah di malam hari, maka itu akan mencukupinya." Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata: "Ini adalah hadits hasan shahih."

Ayat Al-Qur'an yang dimaksud (QS. Al-Baqarah [2]: 285-286):

Ayat 285:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Terjemahan: Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."

Ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Terjemahan: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang agung dari dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah. Para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan kami, seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani, menjelaskan makna "كفتاه" (mencukupinya) dengan beberapa penafsiran yang saling melengkapi:

  1. Mencukupi sebagai pelindung dari gangguan setan dan keburukan. Sebagian ulama menjelaskan bahwa bacaan ini akan menjaga seseorang dari gangguan setan pada malam itu. Ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain yang menjelaskan keutamaan ayat kursi.
  2. Mencukupi sebagai pengganti ibadah malam. Ada ulama yang berpendapat bahwa bagi orang yang tidak mampu atau tidak sempat melaksanakan shalat malam (tahajjud), membaca dua ayat ini sudah mencukupi sebagai gantinya. Pendapat ini disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.
  3. Mencukupi dari segala kebaikan dan pahala. Maknanya, dua ayat ini mengandung pokok-pokok keimanan, tauhid, ketaatan, doa, dan permohonan ampunan kepada Allah. Kandungannya yang sangat padat dan agung sudah mencukupi bagi seorang hamba untuk meraih pahala besar dan keridhaan Allah.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dua ayat ini adalah penutup Surat Al-Baqarah yang sangat mulia. Ayat 285 berisi tentang keimanan yang benar dan sikap tunduk patuh kepada Allah, sedangkan ayat 286 berisi tentang kasih sayang Allah yang tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan, serta doa-doa penting untuk ampunan dan pertolongan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir Al-Karim Ar-Rahman menekankan bahwa ayat-ayat ini mengajarkan seorang hamba untuk selalu merasa lemah dan butuh kepada Allah, serta memohon ampunan atas kelalaian dan kesalahan. Membacanya di malam hari akan menumbuhkan kesadaran akan keagungan Allah dan kebutuhan hamba kepada-Nya.

Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Imam At-Tirmidzi, yang berarti dapat dijadikan hujjah (dalil) dan diamalkan. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih mereka dengan lafaz yang serupa, yang semakin menguatkan kedudukannya.

Story Telling

Suatu ketika, sahabat Nabi ﷺ yang mulia, Abu Mas'ud Al-Ansari, menyampaikan sabda Rasulullah ﷺ ini kepada para sahabat yang lain. Beliau adalah salah satu sahabat yang dikenal dekat dan banyak meriwayatkan hadits. Para sahabat pun menyambut hadits ini dengan penuh antusias dan mengamalkannya. Mereka memahami bahwa ini adalah hadiah istimewa dari Allah melalui lisan Nabi-Nya ﷺ untuk umat Islam. Di antara mereka ada yang rutin membaca dua ayat ini setiap malam sebelum tidur, sebagai bentuk iman dan pengharapan akan janji Allah. Mereka tidak menjadikannya sekadar bacaan, tetapi juga merenungkan maknanya yang dalam tentang keimanan, ketaatan, dan doa. Hikmahnya, amalan yang tampak ringan ini bisa menjadi sebab datangnya perlindungan dan pahala yang besar dari Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam. Jadikan ini sebagai rutinitas sebelum tidur.
  2. Bacalah dengan penuh kesadaran dan pemahaman. Renungkan makna tentang keimanan, ketaatan, dan doa-doa yang terkandung di dalamnya.
  3. Iringi dengan niat yang ikhlas untuk mencari pahala dan perlindungan dari Allah, bukan sekadar rutinitas tanpa makna.
  4. Yakinlah dengan janji Nabi ﷺ bahwa bacaan ini akan mencukupimu dari segala keburukan dan memberikan pahala yang besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?