Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan dua pelajaran besar: pertama, keutamaan Surat Al-Fatihah yang tiada tandingannya di dalam kitab-kitab suci sebelumnya; kedua, adab seorang muslim ketika dipanggil oleh Rasulullah ﷺ, di mana menjawab panggilan beliau lebih didahulukan daripada menyempurnakan shalat sunnah, karena perintah Allah dalam Al-Qur'an untuk memenuhi panggilan Rasul-Nya. Hadits ini juga mengajarkan bahwa Al-Fatihah adalah "tujuh ayat yang diulang-ulang" (as-Sab'ul Matsani) dan merupakan Al-Qur'an yang agung yang diberikan kepada Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang disebut dalam hadits:
Allah ﷻ berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْ ۗ
"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu." (QS. Al-Anfal [8]: 24)
Hadits terkait:
Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Pahala Al-Qur'an, Bab Keutamaan Fatihah Al-Kitab, no. 2875, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi sendiri menilai hadits ini hasan shahih.
Hadits semakna juga diriwayatkan dari sahabat Abu Sa'id bin Al-Mu'alla radhiyallahu 'anhu dalam Shahih Al-Bukhari, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang Al-Fatihah:
> "Sesungguhnya ia adalah as-Sab'ul Matsani dan Al-Qur'an Al-'Azhim yang diberikan kepadaku."
Kaitan dengan ulama:
- Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa Al-Fatihah disebut as-Sab'ul Matsani karena dibaca berulang-ulang dalam setiap rakaat shalat, dan ia adalah surat teragung dalam Al-Qur'an.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menegaskan bahwa Al-Fatihah mengandung seluruh pokok-pokok agama: tauhid, ibadah, penetapan hari akhir, dan permohonan hidayah ke jalan yang lurus.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa faedah besar yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Keutamaan Surat Al-Fatihah
Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah: "Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, tidak diturunkan dalam Taurat, Injil, Zabur, maupun Al-Furqan (Al-Qur'an) yang semisal dengannya." Ini menunjukkan bahwa Al-Fatihah memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Imam Al-Qurthubi (dalam tafsirnya, yang sejalan dengan pemahaman ulama salaf) menyebutkan bahwa Al-Fatihah menghimpun makna-makna seluruh kitab suci sebelumnya secara ringkas dan sempurna.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa Al-Fatihah dinamakan Ummul Kitab (induk Al-Qur'an) karena ia mengandung pokok-pokok Al-Qur'an: pujian kepada Allah, pengakuan kehambaan, permohonan pertolongan, dan permintaan hidayah.
2. Adab menjawab panggilan Rasulullah ﷺ
Ketika Ubayy bin Ka'ab sedang shalat dan dipanggil oleh Nabi ﷺ, beliau tidak menjawab karena sedang shalat. Nabi ﷺ menegur dengan mengutip firman Allah: "Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya..." Ini menunjukkan bahwa perintah memenuhi panggilan Rasul ﷺ lebih didahulukan daripada melanjutkan shalat sunnah. Para ulama menjelaskan bahwa ini khusus untuk panggilan Rasul ﷺ secara langsung, bukan panggilan orang lain.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa menjawab panggilan Rasulullah ﷺ adalah wajib, dan jika seseorang sedang shalat sunnah, ia boleh memutus shalatnya untuk memenuhi panggilan beliau.
3. Pelajaran tentang shalat
Ubayy bin Ka'ab "menyelesaikan shalatnya dengan cepat" (khaffafa) setelah dipanggil. Ini menunjukkan bahwa ketika ada urusan penting, seseorang boleh memperingan shalatnya asalkan tetap memenuhi rukun dan syaratnya. Namun ini bukan berarti boleh tergesa-gesa dalam shalat tanpa alasan.
4. Al-Fatihah sebagai as-Sab'ul Matsani
Nabi ﷺ menyebut Al-Fatihah sebagai "tujuh yang diulang-ulang" karena ia terdiri dari tujuh ayat dan dibaca berulang kali dalam setiap rakaat shalat. Imam Ibnu Katsir menukil dari para ulama tafsir bahwa as-Sab'ul Matsani adalah Al-Fatihah, dan ini adalah pendapat yang masyhur dari Ibnu Abbas, Qatadah, dan Mujahid.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa'id bin Al-Mu'alla radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
> "Suatu ketika aku sedang shalat, lalu Rasulullah ﷺ memanggilku, tetapi aku tidak menjawab sampai aku menyelesaikan shalatku. Setelah selesai, aku menghadap beliau. Beliau bertanya: 'Apa yang menghalangimu untuk menjawab panggilanku? Bukankah Allah telah berfirman: Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya...?' Kemudian beliau bersabda: 'Sungguh, aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Al-Qur'an sebelum engkau keluar dari masjid.' Lalu beliau menggandeng tanganku. Ketika kami hendak keluar, aku berkata: 'Wahai Rasulullah, engkau tadi berkata akan mengajarkan surat yang paling agung dalam Al-Qur'an.' Beliau bersabda: 'Alhamdulillahi Rabbil 'alamin — itulah as-Sab'ul Matsani dan Al-Qur'an Al-'Azhim yang diberikan kepadaku.'"* (HR. Al-Bukhari, no. 4474)
Hikmah: Kisah ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi ﷺ untuk mengajarkan umatnya surat yang paling agung, dan betapa pentingnya adab menjawab panggilan beliau. Juga menunjukkan bahwa Al-Fatihah adalah surat yang paling agung karena mengandung pujian kepada Allah, pengakuan kehambaan, dan permohonan hidayah.
Kesimpulan Praktis
- Bacalah Al-Fatihah dengan penuh perenungan — karena ia adalah surat teragung yang tidak ada tandingannya dalam kitab-kitab suci sebelumnya.
- Dahulukan menjawab panggilan Rasul ﷺ dan para pemimpin muslim dalam perkara kebaikan, selama tidak bertentangan dengan syariat.
- Jaga adab dalam shalat — jika ada panggilan darurat dari orang tua atau pemimpin, boleh memperingan shalat sunnah untuk memenuhinya.
- Yakinlah bahwa Al-Fatihah adalah as-Sab'ul Matsani — tujuh ayat yang diulang-ulang dalam setiap shalat, dan ia adalah inti dari Al-Qur'an Al-'Azhim.
- Ajarkan Al-Fatihah kepada keluarga dan anak-anak dengan pemahaman yang benar, karena ia adalah surat yang wajib dibaca dalam setiap rakaat shalat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.