Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus dan istiqamah, meskipun jumlahnya sedikit. Hal ini karena istiqamah menunjukkan kecintaan yang mendalam dan keikhlasan, serta memberikan dampak yang lebih besar daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesekali lalu ditinggalkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (No. 2856) dari Abu Shalih, dari 'Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu 'anhuma.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha dengan lafaz yang serupa:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: سُئِلَ النَّبِيُّ ﷺ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ: أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Nabi ﷺ ditanya: 'Amalan apakah yang paling dicintai Allah?' Beliau menjawab: 'Amalan yang paling kontinu (terus-menerus) meskipun sedikit.'" (HR. Al-Bukhari, no. 6464)
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
QS. Ali 'Imran [3]: 139
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
"Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman."
Ayat ini mengajarkan agar kita tidak lemah dan berputus asa dalam beramal, melainkan terus istiqamah di atas ketaatan.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung anjuran untuk beramal secara istiqamah dan kontinu, serta larangan memutus amalan setelah memulainya. Beliau menukil kesepakatan ulama bahwa amalan yang sedikit namun kontinu lebih baik daripada amalan banyak yang terputus.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan salaf menjelaskan makna hadits ini dengan sangat dalam:
1. Makna "Ad-Dawam" (Kontinuitas)
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa istiqamah dalam amalan adalah inti dari seluruh ketaatan. Beliau berkata: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu, karena dengan kontinuitas, seorang hamba selalu berada dalam ketaatan kepada Allah. Sedangkan amalan yang terputus, meskipun besar, tidak memberikan bekas yang sama seperti amalan kecil yang terus-menerus."
2. Hikmah di Balik Amalan Sedikit yang Kontinu
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa amalan yang kontinu meskipun sedikit akan menghasilkan:
- Kecintaan kepada Allah yang semakin menguat
- Terbiasanya jiwa untuk taat
- Terjaganya hati dari kelalaian
- Dampak yang lebih besar daripada amalan besar yang sesekali
3. Contoh Penerapan dari Nabi ﷺ
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi ﷺ apabila melakukan suatu amalan, beliau akan melakukannya secara kontinu. 'Aisyah juga berkata: "Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan shalat sunnah ba'diyah setelah shalat fardhu, dan tidak pula meninggalkan shalat malam, kecuali karena udzur."
4. Pandangan Ulama Tentang Istiqamah
Imam Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam Madarij As-Salikin menegaskan bahwa istiqamah adalah buah dari ilmu dan amal yang benar. Beliau berkata: "Istiqamah adalah kelanjutan dari perjalanan menuju Allah tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri."
5. Perhatian pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas
Syaikh Abdurrahman As-Sa'di menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan amalan kecil yang dilakukan rutin. Karena Allah melihat keikhlasan dan kesinambungan, bukan sekadar banyaknya amalan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa 'Aisyah radhiyallahu 'anha pernah ditanya tentang amalan Nabi ﷺ yang paling beliau sukai. Beliau menjawab: "Amalan yang dilakukan secara kontinu." Kemudian beliau menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مِنَ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ
"Wahai manusia, ambillah amalan yang kalian mampu. Sesungguhnya Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meskipun sedikit." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan kemampuan umatnya dan mengajarkan agar tidak berlebihan dalam beribadah hingga akhirnya malah meninggalkannya. Lebih baik beramal sedikit namun rutin daripada banyak namun terputus.
Kesimpulan Praktis
- Mulailah dengan amalan kecil yang mampu kita lakukan setiap hari, seperti membaca Al-Qur'an beberapa ayat, shalat sunnah rawatib, atau dzikir pagi dan petang.
- Jangan meremehkan amalan kecil yang rutin, karena ia bisa menjadi sebab kecintaan Allah kepada kita.
- Jaga konsistensi, karena amalan yang terputus akan kehilangan keberkahannya.
- Sesuaikan amalan dengan kemampuan, jangan memaksakan diri hingga akhirnya bosan dan meninggalkannya.
- Perbaiki niat, karena amalan yang kontinu dengan niat ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.