Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2754 tentang Larangan berdiri untuk menghormati seseorang karena Rasulullah tidak menyukainya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat mencintai Rasulullah ﷺ, namun mereka tidak berdiri untuk menyambut beliau ketika beliau datang. Hal ini bukan karena kurangnya penghormatan, melainkan karena mereka tahu bahwa Rasulullah ﷺ tidak menyukai perbuatan tersebut. Hadits ini mengajarkan adab yang mulia: menghormati seseorang tidak harus dengan berdiri, dan yang terpenting adalah mengikuti apa yang disukai oleh orang yang kita hormati, bukan apa yang kita anggap baik menurut kebiasaan kita.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Al-Adab (Buku Etika), Bab "Apa yang Dikatakan tentang Kebencian Berdiri untuk Pria", nomor 2754. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini.

Teks Hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَنَا عَفَّانُ، أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: لَمْ يَكُنْ شَخْصٌ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، قَالَ: وَكَانُوا إِذَا رَأَوْهُ لَمْ يَقُومُوا لِمَا يَعْلَمُونَ مِنْ كَرَاهِيَتِهِ لِذَلِكَ.

Terjemahan: Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Tidak ada seorang pun yang lebih mereka cintai daripada Rasulullah ﷺ." Ia berkata: "Dan mereka tidak berdiri ketika melihat beliau, karena mereka mengetahui bahwa beliau tidak menyukai hal itu."

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa berdiri untuk menyambut seseorang hukumnya makruh jika dilakukan untuk orang yang tidak menyukainya, karena hal itu menyelisihi sunnah. Namun, jika dilakukan untuk menghormati orang yang datang dan tidak memberatkan, maka tidak mengapa. Beliau juga menukil bahwa mayoritas ulama membolehkan berdiri untuk menyambut orang yang datang sebagai bentuk penghormatan, selama tidak berlebihan.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan adab tawadhu' (rendah hati) Rasulullah ﷺ. Beliau tidak suka dimuliakan secara berlebihan, dan para sahabat pun memahami hal ini dengan baik.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

  1. Cinta para sahabat kepada Rasulullah ﷺ. Anas bin Malik menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang lebih dicintai para sahabat daripada Rasulullah ﷺ. Ini adalah kesaksian dari sahabat yang hidup bersama beliau sehari-hari. Cinta mereka bukan sekadar ucapan, tetapi dibuktikan dengan pengorbanan harta, jiwa, dan waktu.
  2. Rasulullah ﷺ tidak suka dimuliakan secara berlebihan. Beliau ﷺ adalah manusia yang paling mulia di sisi Allah, tetapi beliau justru sangat tawadhu' (rendah hati). Beliau tidak suka jika para sahabat berdiri untuk menyambutnya, karena hal itu bisa menjadi kebiasaan yang mengarah pada pengkultusan. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa sikap ini adalah bagian dari kesempurnaan akhlak beliau.
  3. Adab mengikuti apa yang disukai orang yang dihormati. Para sahabat tidak berdiri bukan karena malas atau tidak menghormati, tetapi karena mereka tahu Rasulullah ﷺ tidak menyukainya. Ini adalah pelajaran penting: penghormatan terbaik adalah dengan melakukan apa yang disukai oleh orang yang kita hormati, bukan apa yang kita anggap baik menurut kebiasaan kita.
  4. Perbedaan pendapat ulama tentang hukum berdiri untuk menyambut seseorang. Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan berdiri untuk menyambut orang yang datang sebagai bentuk penghormatan, berdasarkan hadits-hadits lain yang menunjukkan hal itu. Namun, sebagian ulama lain memakruhkannya jika dilakukan secara berlebihan atau untuk orang yang tidak menyukainya. Imam Asy-Syafi'i membolehkan berdiri untuk menyambut orang yang datang, sebagaimana disebutkan dalam Al-Umm. Beliau mencontohkan bahwa para sahabat pernah berdiri untuk menyambut Sa'd bin Mu'adz ketika datang, dan Rasulullah ﷺ tidak mengingkarinya.
  5. Sikap pertengahan dalam menghormati. Hadits ini mengajarkan agar kita tidak berlebihan dalam menghormati seseorang, terutama jika orang tersebut tidak menyukainya. Namun, jika berdiri itu adalah bentuk penghormatan yang wajar dan tidak berlebihan, maka hal itu diperbolehkan. Yang terpenting adalah niat dan cara kita menghormati tidak bertentangan dengan syariat.

Story Telling

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Anas bin Malik, bahwa ketika Sa'd bin Mu'adz datang menghadap Rasulullah ﷺ untuk memutuskan perkara Bani Quraizhah, Rasulullah ﷺ bersabda kepada kaum Muslimin: "Berdirilah untuk pemimpin kalian." Maka mereka pun berdiri dan menyambut Sa'd dengan penuh hormat.

Kisah ini menunjukkan bahwa berdiri untuk menyambut seseorang yang memiliki keutamaan atau kedudukan adalah hal yang diperbolehkan, bahkan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Namun, beliau sendiri tidak suka jika para sahabat berdiri untuk beliau, karena beliau ingin menanamkan sikap tawadhu' dan mencegah pengkultusan terhadap dirinya.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa adab harus disesuaikan dengan kondisi dan orang yang dihadapi. Ada orang yang suka dihormati dengan berdiri, dan ada yang tidak suka. Yang terbaik adalah mengikuti apa yang disukai oleh orang tersebut, selama tidak bertentangan dengan syariat.

Kesimpulan Praktis

  1. Cintailah Rasulullah ﷺ dengan cara yang diajarkan beliau, yaitu dengan mengikuti sunnahnya, bukan dengan cara-cara yang berlebihan atau bid'ah.
  2. Hormati orang lain sesuai dengan yang mereka sukai, selama tidak bertentangan dengan syariat. Jika seseorang tidak suka dihormati dengan berdiri, maka jangan lakukan.
  3. Jangan berlebihan dalam menghormati siapa pun, termasuk ulama, guru, atau pemimpin, karena hal itu bisa mengarah pada pengkultusan yang dilarang.
  4. Tawadhu' adalah akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, dan kita harus meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?