Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan dua adab penting: bersin adalah hal yang dicintai Allah, sehingga orang yang bersin dianjurkan memuji Allah (mengucap alhamdulillah) dan orang yang mendengarnya menjawab dengan yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap adalah hal yang dibenci Allah karena berasal dari setan, sehingga kita dianjurkan menahannya semampunya dan tidak mengeluarkan suara "hah... hah..." yang membuat setan tertawa.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi, Kitab Adab, Bab "Apa yang Diriwayatkan Bahwa Allah Mencintai Bersin dan Membenci Menguap", no. 2747, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini shahih dan lebih kuat dari riwayat Ibnu 'Ajlan.
Hadits serupa juga diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari (no. 6223) dari Abu Hurairah, dengan lafaz:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللهَ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ: يَرْحَمُكَ اللهُ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
"Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap. Jika salah seorang di antara kalian bersin dan memuji Allah, maka hak bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan 'yarhamukallah'. Adapun menguap, sesungguhnya ia dari setan. Maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampunya. Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian menguap, setan tertawa karenanya."
Dalil pendukung tentang adab menjawab bersin, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ... وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتُوهُ
"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam... dan jika ia bersin lalu memuji Allah, maka doakanlah ia (dengan yarhamukallah)." (HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)
Penjelasan Rinci
1. Makna "Allah mencintai bersin dan membenci menguap"
Para ulama menjelaskan bahwa bersin adalah nikmat dari Allah karena tubuh melepaskan sesuatu yang mengganggu, dan ini menunjukkan kesehatan dan kelancaran tubuh. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa bersin meringankan tubuh dari uap yang naik ke kepala, sehingga ia adalah kenikmatan yang layak dipuji. Karena itu Allah mencintai hamba yang bersin lalu memuji-Nya.
Adapun menguap, ia terjadi karena mengantuk dan beratnya badan, dan ini menunjukkan kelalaian dan kemalasan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa menguap disukai setan karena ia membuat manusia lalai dari ibadah dan mengurangi semangatnya. Karena itu Allah membenci perbuatan yang disukai setan ini.
2. Adab orang yang bersin
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa orang yang bersin wajib mengucapkan alhamdulillah jika ia mampu, dan orang yang mendengarnya wajib menjawab dengan yarhamukallah jika si penderita bersin telah memuji Allah. Ini adalah pendapat jumhur ulama.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menambahkan: jika orang yang bersin tidak memuji Allah, maka tidak ada kewajiban bagi pendengar untuk menjawabnya. Bahkan sebagian ulama menganjurkan untuk mengingatkannya dengan halus agar ia memuji Allah.
3. Adab orang yang menguap
Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk menahan menguap semampunya. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa cara menahan menguap adalah dengan menutup mulut, atau menekan bibir dengan gigi, atau meletakkan tangan di depan mulut. Ini semua termasuk usaha menahan.
Rasulullah ﷺ juga melarang mengeluarkan suara "hah... hah..." saat menguap. Syaikh Al-Albani rahimahullah menjelaskan bahwa suara ini adalah suara yang tidak sopan dan membuat setan tertawa, karena ia berhasil membuat manusia melakukan perbuatan yang dibenci Allah.
4. Hikmah larangan suara "hah hah"
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa suara "hah hah" saat menguap adalah suara yang menyerupai suara keledai dan menunjukkan kurangnya adab. Setan tertawa karena ia berhasil menjadikan manusia melakukan sesuatu yang membuatnya terlihat buruk dan tidak terkontrol.
5. Catatan penting tentang sanad hadits
Imam At-Tirmidzi menjelaskan bahwa riwayat Ibnu Abi Dzi'b lebih kuat daripada riwayat Muhammad bin 'Ajlan, karena Ibnu Abi Dzi'b lebih hafal dan lebih tsabit (kuat) dalam meriwayatkan hadits dari Sa'id Al-Maqbari. Ini menunjukkan ketelitian para ulama hadits dalam memilih riwayat yang paling shahih.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Malik bin Anas rahimahullah sangat memperhatikan adab-adab sunnah dalam majelis ilmunya. Suatu hari, ada seorang laki-laki yang bersin di majelis Imam Malik lalu mengucapkan alhamdulillah. Maka Imam Malik pun menjawab yarhamukallah. Kemudian ada orang lain yang bersin namun tidak memuji Allah, maka Imam Malik diam dan tidak menjawabnya. Orang itu bertanya, "Wahai Imam, mengapa engkau menjawab doa untuk orang pertama tapi tidak untukku?" Imam Malik menjawab, "Karena orang pertama memuji Allah, maka aku menjawab doanya. Adapun engkau tidak memuji Allah, maka aku tidak menjawab doamu." (Disebutkan dalam Al-Muwaththa' dan kitab-kitab adab)
Hikmah dari kisah ini: adab bersin bukan sekadar kebiasaan, tetapi ibadah yang memiliki aturan. Kita diajarkan untuk selalu memuji Allah atas nikmat-Nya, sekecil apa pun nikmat itu.
Kesimpulan Praktis
- Jika bersin: ucapkan alhamdulillah dengan suara yang bisa didengar orang di sekitar.
- Jika mendengar orang bersin dan ia memuji Allah: jawab dengan yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu).
- Jika yang bersin tidak memuji Allah: tidak wajib menjawab, tapi boleh mengingatkannya dengan halus.
- Jika menguap: tahan semampunya dengan menutup mulut atau meletakkan tangan di depan mulut.
- Jangan mengeluarkan suara "hah hah" saat menguap karena itu membuat setan tertawa dan termasuk perbuatan yang dibenci Allah.
- Hindari menguap di majelis ilmu semampunya, karena menguap menunjukkan kelalaian.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.