Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2737 tentang Enam hak mukmin atas mukmin lainnya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan enam hak dan kewajiban sesama mukmin yang saling menguatkan ikatan persaudaraan iman: menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, memberi salam, mendoakan yang bersin, dan menasihati dengan ikhlas baik saat hadir maupun tidak. Semua ini adalah adab Islam yang agung dan tanda iman yang benar. Menjawab (mendoakan) orang yang bersin termasuk hak yang ditekankan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Adab, Bab Apa yang Dikatakan tentang Menyemiti Orang yang Bersin (no. 2737), dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih, dan menyebut bahwa Muhammad bin Musa al-Makhzumi al-Madani adalah perawi yang tsiqah (terpercaya).

Teks hadits:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْمَخْزُومِيُّ الْمَدَنِيُّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "لِلْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ"

Terjemahan: "Ada enam hal yang menjadi hak seorang mukmin atas mukmin lainnya: menjenguknya ketika sakit, menghadiri jenazahnya ketika meninggal, memenuhi undangannya ketika mengundang, memberi salam kepadanya ketika bertemu, mendoakannya (mendoakan 'yarhamukallah') ketika bersin, dan menasihatinya ketika tidak ada maupun ketika ada."

Dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan persaudaraan iman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

QS. Al-Hujurat [49]: 10 — "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara."

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits: Nabi ﷺ menyebutkan enam hak yang wajib ditunaikan seorang mukmin kepada mukmin lainnya. Ini bukan sekadar anjuran, tetapi bagian dari kesempurnaan iman dan bukti nyata persaudaraan Islam. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang hak sesama muslim menunjukkan betapa Islam sangat menjaga persatuan dan kasih sayang antar umatnya.

Rincian enam hak:

  1. Menjenguk ketika sakit — Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit mengandung pahala besar, menghibur yang sakit, dan mengingatkan akan nikmat kesehatan.
  2. Mengantar jenazah — Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa mengiringi jenazah adalah hak terakhir seorang mukmin atas saudaranya, dan mengandung pahala yang besar sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
  3. Memenuhi undangan — Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa memenuhi undangan (terutama walimah) adalah sunnah yang ditekankan, selama tidak mengandung kemungkaran.
  4. Memberi salam ketika bertemu — Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa salam adalah pembuka kasih sayang dan penyebar kedamaian di antara kaum mukminin.
  5. Mendoakan (tasymit) orang yang bersin — Inilah inti bab hadits ini. Ketika seorang mukmin bersin dan mengucapkan "Alhamdulillah", maka saudaranya menjawab "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu). Ini adalah doa timbal balik yang penuh berkah. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa tasymit (mendoakan orang bersin) adalah hak yang dianjurkan dan mengandung doa kebaikan.
  6. Menasihati ketika tidak ada maupun ada — Ibnu Rajab menjelaskan bahwa nasihat adalah inti agama, dan menasihati dengan cara yang lembut, ikhlas, serta tidak membuka aib adalah tanda persaudaraan yang tulus.

Perbedaan pendapat ulama daftar: Para ulama seperti Imam An-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibnu Rajab sepakat bahwa keenam hal ini adalah hak sesama mukmin yang ditekankan. Sebagian ulama membedakan antara yang wajib (seperti menjawab salam dan tasymit) dan yang sunnah muakkadah (seperti menjenguk dan mengantar jenazah), namun semuanya tetap merupakan bagian dari adab Islam yang agung. Yang paling kuat adalah bahwa semua ini adalah hak yang sangat ditekankan dan meninggalkannya tanpa udzur adalah mengurangi kesempurnaan iman.

Story Telling

Diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap..." (HR. Al-Bukhari). Ketika seorang sahabat bersin di majelis Nabi ﷺ dan mengucapkan "Alhamdulillah", Nabi ﷺ menjawab "Yarhamukallah", lalu mengajarkan adabnya kepada yang lain. Ini menunjukkan bahwa tasymit adalah sunnah yang dipraktikkan langsung oleh Nabi ﷺ dan para sahabat, sebagai bentuk doa dan kasih sayang antar mukmin.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan keenam hak ini sebagai bentuk ketaatan dan bukti iman kepada Allah.
  2. Ketika mendengar saudara bersin dan mengucapkan "Alhamdulillah", jawablah dengan "Yarhamukallah" — ini doa yang ringan namun berpahala.
  3. Jaga nasihat agar disampaikan dengan lembut, ikhlas, dan tidak membuka aib.
  4. Jenguk yang sakit, antar jenazah, penuhi undangan, dan sebarkan salam — semua ini mempererat ukhuwah Islamiyah.
  5. Ingatlah bahwa hak-hak ini adalah tanda cinta karena Allah, bukan karena kepentingan dunia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi