Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan tentang anggota tubuh yang harus menempel ke tempat sujud ketika seorang hamba melaksanakan shalat, yaitu tujuh anggota badan: wajah (termasuk dahi dan hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki. Ini adalah tuntunan Nabi ﷺ yang disepakati para ulama sebagai dasar sahnya sujud dan kesempurnaannya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi No. 272:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ، عَنِ ابْنِ الْهَادِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "إِذَا سَجَدَ الْعَبْدُ سَجَدَ مَعَهُ سَبْعَةُ آرَابٍ: وَجْهُهُ، وَكَفَّاهُ، وَرُكْبَتَاهُ، وَقَدَمَاهُ"
Makna: "Ketika seorang hamba sujud, maka sujud bersamanya tujuh anggota badan: wajahnya, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, dan kedua kakinya." (HR. At-Tirmidzi no. 272, beliau berkata: hadits hasan shahih)
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, serta berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj [22]: 77)
Kaitan dengan Ulama:
Imam At-Tirmidzi sendiri menegaskan dalam kitabnya setelah meriwayatkan hadits ini: "Hadits Al-Abbas adalah hadits hasan shahih, dan menjadi pedoman amal di kalangan ahli ilmu." Ini menunjukkan bahwa para ulama sejak dahulu menjadikan hadits ini sebagai dasar dalam masalah sujud.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "tujuh anggota badan" dalam hadits ini adalah:
- Wajah – mencakup dahi dan hidung. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa menempelkan dahi dan hidung adalah bagian dari kesempurnaan sujud, dan ini adalah pendapat jumhur ulama.
- Kedua telapak tangan – harus menempel ke lantai/tempat sujud. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah menegaskan bahwa meletakkan telapak tangan adalah bagian dari tuntunan sujud.
- Kedua lutut – menempel ke tempat sujud.
- Kedua kaki – menempel dengan ujung-ujung jari kaki ke lantai.
Catatan penting dari para ulama:
- Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa sujud yang sempurna adalah dengan meletakkan ketujuh anggota badan ini, dan ini adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa jika seseorang meninggalkan salah satu dari tujuh anggota badan ini tanpa udzur (halangan), maka sujudnya kurang sempurna, namun tidak batal selama dahi masih menempel. Adapun jika dahi tidak menempel sama sekali, maka sujudnya tidak sah.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menegaskan bahwa sujud harus di atas tujuh anggota badan, dan ini adalah perkara yang disepakati para ulama.
Perbedaan pendapat yang perlu diketahui:
- Tentang hidung: Jumhur ulama (Imam Malik, Asy-Syafi'i, dan Ahmad) berpendapat bahwa hidung termasuk bagian dari wajah yang harus menempel. Namun sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa menempelkan hidung adalah sunnah, bukan kewajiban. Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur, karena Nabi ﷺ bersabda: "Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan: dahi (dan beliau berisyarat dengan tangannya ke hidungnya)..." (HR. Bukhari dan Muslim).
- Tentang telapak tangan: Para ulama sepakat bahwa telapak tangan harus menempel, namun jika seseorang sujud di atas kain yang menghalangi langsungnya telapak tangan ke lantai, maka ada perincian. Yang terpenting adalah menempelkan telapak tangan ke tempat sujud secara langsung.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Al-Abbas bin Abdul Muththalib radhiyallahu 'anhu – paman Nabi ﷺ – bahwa beliau mendengar langsung sabda ini dari Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan betapa pentingnya masalah sujud ini, sampai-sampai seorang paman Nabi yang mulia meriwayatkannya dengan teliti.
Para ulama menyebutkan bahwa ketika seorang hamba sujud, ia berada pada posisi paling dekat dengan Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada keadaan seorang hamba yang lebih dekat kepada Rabb-nya selain ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya." (HR. Muslim no. 482)
Kisah yang bisa kita renungkan: Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikenal sangat teliti dalam urusan shalat. Beliau pernah ditanya tentang seseorang yang sujud tetapi hanya dahi yang menempel tanpa hidung, maka beliau menjawab bahwa itu kurang sempurna. Ketelitian para ulama dalam masalah ini menunjukkan betapa mereka sangat menjaga ibadah sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Pastikan tujuh anggota badan menempel saat sujud: dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki.
- Sujud adalah momen terdekat dengan Allah, maka perbanyak doa di dalamnya.
- Jika ada udzur (sakit, lantai terlalu panas, dll), maka diperbolehkan sujud di atas kain atau alas, namun tetap berusaha menempelkan anggota badan semampunya.
- Jaga kekhusyukan dalam sujud, karena ini adalah rukun shalat yang agung.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.