Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2704 tentang Keutamaan memberi salam sesuai urutan prioritas

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab memberi salam: yang muda mendahului salam kepada yang tua, yang berjalan/lewat kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak. Tujuannya menumbuhkan kerendahan hati, menghormati yang lebih tua, dan menjaga keharmonisan. Hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan, bukan kewajiban yang memberatkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 2704), dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dan beliau menilainya hasan shahih. Sanadnya: Suwaid bin Nashr ← Abdullah bin al-Mubarak ← Ma'mar ← Hammam bin Munabbih ← Abu Hurairah.

Teks hadits:

يُسَلِّمُ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

"Yang muda memberi salam kepada yang tua, yang lewat memberi salam kepada yang duduk, dan yang sedikit memberi salam kepada yang banyak."

Hadits pendukung dari Abu Hurairah juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dengan lafaz serupa: "يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِي، وَالْمَاشِي عَلَى الْقَاعِدِ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ" — "Yang berkendara memberi salam kepada yang berjalan, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak."

Dalil Al-Qur'an tentang perintah memberi salam dan menjawabnya:

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

QS. An-Nisa' [4]: 86 — "Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu salam, maka balaslah dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)."

Penjelasan Rinci

Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih, artinya dapat dijadikan hujjah dalam bab adab. Hadits ini menjelaskan urutan prioritas dalam memulai salam.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa illat (sebab) mendahulukan salam adalah keutamaan dan hak yang lebih besar. Yang muda mendahului yang tua karena yang tua memiliki keutamaan usia dan pengalaman. Yang lewat mendahului yang duduk karena yang duduk memiliki keutamaan tetap di tempat dan biasanya lebih sibuk. Yang sedikit mendahului yang banyak karena yang banyak memiliki keutamaan jumlah.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama sepakat memulai salam adalah sunnah, bukan wajib. Jika seseorang tidak memberi salam, ia tidak berdosa, tetapi meninggalkan keutamaan besar. Adapun menjawab salam, menurut jumhur ulama — termasuk Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad — hukumnya wajib (fardhu kifayah jika salam ditujukan kepada jamaah).

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa mendahulukan salam adalah tanda tawadhu' dan menghilangkan kesombongan. Orang yang sombong enggan memulai salam karena merasa lebih tinggi.

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di menjelaskan bahwa syariat mengajarkan urutan ini untuk menjaga kehormatan masing-masing pihak dan mencegah perselisihan. Jika setiap orang menunggu yang lain memberi salam, maka salam akan hilang dari masyarakat.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa jika dua orang bertemu, yang lebih utama memulai adalah yang lebih baik akhlaknya, bukan semata urutan usia. Namun pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah tetap mengikuti urutan dalam hadits, karena nash jelas menyebutkannya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak — salah satu perawi hadits ini — adalah seorang ulama besar yang sangat memuliakan adab salam. Meskipun beliau ahli hadits dan zuhud, beliau tidak pernah merasa enggan memulai salam kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang lebih muda. Beliau berkata bahwa memulai salam adalah amal yang ringan namun pahalanya besar, dan meninggalkannya karena sombong adalah pintu keburukan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu sendiri, beliau meriwayatkan banyak hadits tentang salam dan mengamalkannya dengan sangat teliti, sehingga para tabi'in yang berguru kepadanya memperhatikan bahwa beliau selalu memulai salam lebih dahulu kepada siapa pun yang beliau jumpai.

Kesimpulan Praktis

  1. Mulailah memberi salam kepada yang lebih tua, yang duduk, dan kepada jamaah yang lebih banyak — ini sunnah yang berpahala besar.
  2. Jangan menunggu orang lain memberi salam lebih dahulu; dahulukanlah karena itu tanda tawadhu'.
  3. Jawablah salam dengan yang lebih baik atau serupa, karena menjawab salam hukumnya wajib.
  4. Ajarkan kepada anak-anak untuk mendahului salam kepada orang tua dan guru, sebagai latihan adab sejak dini.
  5. Jangan remehkan salam meskipun kepada orang yang lebih muda atau lebih rendah kedudukan dunianya, karena kemuliaan di sisi Allah adalah dengan takwa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?