Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 270 tentang Tata cara sujud Nabi: dahi dan hidung menempel tanah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara sujud yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ, yaitu meletakkan dahi dan hidung di tanah, menjauhkan lengan dari sisi tubuh, dan meletakkan kedua telapak tangan sejajar dengan bahu. Para ulama bersepakat bahwa sujud di atas dahi adalah rukun, sedangkan hidung adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Ada perbedaan pendapat mengenai apakah sujud hanya dengan dahi tanpa hidung itu sah atau tidak, namun yang paling utama adalah mengikuti contoh sempurna Nabi ﷺ dengan meletakkan keduanya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi No. 270

Teks hadits yang disebutkan dalam pertanyaan adalah sanad dan matan hadits dari Abu Humaid As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Imam At-Tirmidzi.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

QS. Al-Hajj [22]: 77

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَاعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۩

"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung."

Ayat ini menunjukkan perintah sujud secara umum, dan hadits-hadits Nabi ﷺ menjelaskan bagaimana tata cara sujud tersebut.

Kaitan dengan Ulama:

Imam At-Tirmidzi dalam kitabnya Al-Jami' (Sunan At-Tirmidzi) menyebutkan bahwa hadits Abu Humaid ini adalah hasan shahih, dan beliau juga mencatat perbedaan pendapat ulama tentang hukum sujud dengan dahi saja tanpa hidung.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu hadits yang menjelaskan secara rinci tentang tata cara sujud Nabi ﷺ. Mari kita bedah satu per satu:

1. "أَمْكَنَ أَنْفَهُ وَجَبْهَتَهُ مِنَ الأَرْضِ" (Beliau meletakkan hidung dan dahinya di tanah)

Kata "أَمْكَنَ" berarti menempelkan dengan sungguh-sungguh dan menekan. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ benar-benar menempelkan dahi dan hidungnya ke tanah dengan mantap, bukan sekadar menyentuh.

2. "وَنَحَّى يَدَيْهِ عَنْ جَنْبَيْهِ" (Dan beliau menjauhkan lengan dari sisi tubuhnya)

Ini adalah penjelasan tentang posisi tangan saat sujud. Nabi ﷺ tidak merapatkan lengannya ke badan, melainkan menjauhkannya. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa beliau bersabda: "Jika sujud, jauhkanlah lenganmu dari lambungmu sebagaimana orang yang sedang bersedekap." (HR. Muslim dari Anas bin Malik)

3. "وَضَعَ كَفَّيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ" (Dan meletakkan kedua telapak tangannya sejajar dengan bahunya)

Ini menunjukkan posisi telapak tangan saat sujud, yaitu sejajar dengan bahu. Dalam riwayat lain (HR. Al-Bukhari dari Abu Humaid), disebutkan bahwa beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahu, dan dalam riwayat lain sejajar dengan telinga.

Pendapat Ulama tentang Hukum Sujud dengan Dahi dan Hidung:

Imam At-Tirmidzi mencatat dalam kitabnya setelah menyebutkan hadits ini:

  • Pendapat pertama: Sebagian ulama berpendapat bahwa sujud dengan dahi saja sudah mencukupi (sah), tanpa harus menyentuhkan hidung.
  • Pendapat kedua: Ulama lain berpendapat bahwa sujud tidak sah kecuali dengan meletakkan dahi dan hidung sekaligus.

Analisis Ulama dari Daftar Rujukan:

  • Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa sujud harus di atas dahi, dan hidung adalah sunnah. Beliau berpendapat bahwa jika seseorang sujud hanya dengan dahi tanpa hidung, maka sujudnya sah. Ini juga merupakan pendapat yang masyhur dari madzhab Syafi'i.
  • Imam Ahmad bin Hanbal memiliki dua riwayat: satu riwayat mengatakan sah dengan dahi saja, dan riwayat lain mengatakan tidak sah kecuali dengan dahi dan hidung. Pendapat yang lebih kuat dalam madzhab Hanbali adalah sah dengan dahi saja, namun hidung adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan).
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa sujud sah dengan dahi saja, dan hidung adalah sunnah.
  • Imam Malik berpendapat bahwa sujud sah dengan dahi saja, dan hidung adalah sunnah.

Jadi, mayoritas ulama dari kalangan imam madzhab yang empat berpendapat bahwa sujud sah dengan dahi saja, dan hidung adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, meninggalkan hidung tanpa udzur dianggap menyelisihi sunnah Nabi ﷺ.

Pendapat yang lebih hati-hati: Meskipun mayoritas ulama mengatakan sah dengan dahi saja, namun kita dianjurkan untuk selalu menempelkan dahi dan hidung sekaligus, karena ini adalah perbuatan Nabi ﷺ yang tetap dan konsisten. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Nabi ﷺ selalu menempelkan hidung dan dahi saat sujud, dan ini adalah sunnah yang tidak pernah ditinggalkan beliau.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abbas bin Sahl bin Sa'd As-Sa'idi — beliau adalah perawi hadits ini — bahwa ia meriwayatkan dari ayahnya, Sahl bin Sa'd, dan dari Abu Humaid As-Sa'idi radhiyallahu 'anhum. Abu Humaid adalah salah seorang sahabat yang dikenal sangat teliti dalam menghafal tata cara shalat Nabi ﷺ.

Dalam riwayat lain yang lebih panjang (HR. Al-Bukhari no. 828), Abu Humaid berkata di hadapan sepuluh orang sahabat: "Aku adalah orang yang paling hafal di antara kalian tentang shalat Rasulullah ﷺ." Maka mereka berkata: "Perlihatkanlah kepada kami." Lalu Abu Humaid mempraktikkan shalat di hadapan mereka, dan ketika sujud, ia meletakkan dahi dan hidungnya, menjauhkan lengan dari lambung, dan meletakkan telapak tangan sejajar dengan bahu. Maka para sahabat yang hadir membenarkannya.

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat perhatian terhadap detail tata cara shalat Nabi ﷺ, termasuk posisi hidung saat sujud. Mereka tidak menganggap remeh hal-hal kecil dalam ibadah, karena kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti sunnah secara menyeluruh.

Kesimpulan Praktis

  1. Sujud harus di atas dahi — ini adalah rukun yang disepakati para ulama.
  2. Hidung adalah sunnah yang sangat dianjurkan — dianjurkan untuk selalu menempelkannya bersama dahi.
  3. Jika sujud hanya dengan dahi tanpa hidung, mayoritas ulama (Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan satu riwayat dari Ahmad) mengatakan sujudnya sah, namun meninggalkan sunnah.
  4. Jauhkan lengan dari sisi tubuh saat sujud — ini adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.
  5. Letakkan telapak tangan sejajar dengan bahu — ini adalah posisi yang dicontohkan Nabi ﷺ.
  6. Jangan meremehkan detail ibadah — karena kesempurnaan shalat terletak pada mengikuti sunnah secara menyeluruh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi