Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2672 tentang Pahala bagi yang menunjukkan kebaikan seperti pelakunya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang keutamaan menjadi perantara dalam kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda, "Bersyafa'atlah (jadilah perantara), maka kalian akan mendapat pahala." Ini menunjukkan bahwa siapa pun yang menolong saudaranya dalam kebaikan, baik dengan syafa'at, bantuan, atau sekadar menunjukkan jalan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Adapun hasil akhir dari urusan tersebut, sepenuhnya adalah ketetapan Allah yang terjadi sesuai kehendak-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:

Teks hadits yang Anda berikan sudah lengkap dengan sanadnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Ilmu, Bab "Apa yang Datang dari Menunjukkan Kebaikan Seperti Pelakunya", nomor 2672. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا

"Barangsiapa memberikan syafa'at yang baik, niscaya dia akan mendapat bagian (pahala) darinya. Dan barangsiapa memberikan syafa'at yang buruk, niscaya dia akan mendapat bagian (dosa) darinya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. An-Nisa' [4]: 85)

Ayat ini adalah dalil utama yang memperkuat makna hadits di atas. Syafa'at yang baik di sini mencakup segala bentuk perantaraan dalam kebaikan.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini mencakup semua bentuk syafa'at, baik dalam perkara dunia maupun akhirat. Beliau menukil perkataan Mujahid bahwa syafa'at yang baik adalah perantaraan antar manusia dalam urusan mereka.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di (Taisir Al-Karim Ar-Rahman) menjelaskan bahwa syafa'at yang baik adalah setiap perantaraan yang membawa kepada kebaikan dan manfaat, sedangkan syafa'at yang buruk adalah sebaliknya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

1. Makna "Syafa'at" dalam Hadits Ini

Imam At-Tirmidzi menempatkan hadits ini dalam bab "Menunjukkan Kebaikan", yang mengisyaratkan bahwa syafa'at di sini bermakna luas. Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa syafa'at adalah perantaraan seseorang untuk memberikan manfaat kepada orang lain atau menolak mudharat darinya. Ini bisa berupa:

  • Mendoakan orang lain
  • Membantu orang yang membutuhkan pertolongan
  • Menjadi perantara dalam suatu urusan kebaikan
  • Menunjukkan jalan kebaikan kepada orang lain

2. Pahala bagi Pemberi Syafa'at

Sabda Nabi ﷺ "وَلْتُؤْجَرُوا" (maka kalian akan diberi pahala) menunjukkan bahwa pahala itu pasti didapatkan oleh orang yang menjadi perantara kebaikan, meskipun urusan tersebut tidak berhasil. Yang penting adalah niat dan usaha untuk kebaikan. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa pahala syafa'at tetap didapatkan selama tujuannya adalah kebaikan, dan ini termasuk dalam keumuman firman Allah dalam QS. An-Nisa' [4]: 85.

3. "Dan Allah akan memenuhi apa yang Dia kehendaki melalui lisan Nabi-Nya"

Kalimat ini adalah pengakuan Nabi ﷺ bahwa beliau hanyalah penyampai risalah. Hasil akhir dari segala urusan adalah ketetapan Allah. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ungkapan ini mengajarkan adab yang agung: seorang hamba berusaha, namun hasilnya diserahkan kepada Allah. Ini juga menunjukkan bahwa syafa'at Nabi ﷺ di akhirat kelak adalah atas izin Allah, bukan karena kehendak beliau sendiri.

4. Keutamaan Menunjukkan Kebaikan

Dalam bab yang sama, Imam At-Tirmidzi juga meriwayatkan hadits dari Abu Mas'ud Al-Anshari bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ"

"Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa menunjukkan kebaikan termasuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir selama orang yang ditunjukkan itu mengamalkannya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat perhatian terhadap urusan kaum muslimin. Suatu ketika, beliau datang kepada Nabi ﷺ bersama beberapa orang dari kaumnya untuk meminta bantuan. Nabi ﷺ bersabda kepada mereka: "Saya tidak memiliki sesuatu untuk diberikan kepada kalian, tetapi pergilah kepada orang-orang yang mampu, maka tunjukkanlah mereka kepada kebaikan."

Kemudian Nabi ﷺ bersabda: "Bersyafa'atlah, maka kalian akan diberi pahala..." (HR. Bukhari dan Muslim dalam konteks yang serupa).

Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan para sahabat untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan, dan bahwa menjadi perantara kebaikan adalah amalan yang sangat dicintai Allah. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: "Sungguh aku membantu saudaraku dalam suatu urusan, lebih aku cintai daripada beribadah selama sebulan." (Diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhd).

Kesimpulan Praktis

  1. Jadilah perantara kebaikan dalam bentuk apa pun: membantu orang yang kesulitan, mendamaikan dua pihak yang berselisih, atau menunjukkan jalan kebaikan kepada orang lain.
  2. Niatkan karena Allah, karena pahala syafa'at hanya didapat jika tujuannya adalah kebaikan, bukan kepentingan duniawi semata.
  3. Jangan kecewa jika usaha tidak berhasil, karena hasil akhir adalah ketetapan Allah. Yang penting adalah niat dan usaha kita.
  4. Jangan ragu untuk memulai dari hal kecil, karena syafa'at yang baik tidak harus besar. Bahkan senyuman kepada saudara adalah sedekah.
  5. Jauhkan diri dari menjadi perantara keburukan, karena Allah mengancam dengan dosa bagi siapa yang memberikan syafa'at yang buruk.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.