Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2640 tentang Perpecahan umat menjadi tujuh puluh tiga golongan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar dari Nabi ﷺ tentang umatnya yang akan terpecah menjadi 73 golongan. Ini bukan kabar gembira, melainkan peringatan agar kita berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah serta pemahaman para sahabat. Hanya satu golongan yang selamat, yaitu mereka yang mengikuti apa yang beliau ﷺ dan para sahabatnya berada di atasnya (Al-Jama'ah). Tugas kita bukanlah membenci atau mengkafirkan golongan lain, tetapi memperbaiki diri dengan ilmu yang benar dan mengajak kepada kebaikan dengan hikmah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Iman, Bab "Apa yang Dikatakan tentang Perpecahan Umat Ini", nomor 2640, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

QS. Ali 'Imran [3]: 103

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (pada waktu itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."

Hadits Terkait Lainnya:

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad dengan lafaz yang semakna. Dalam riwayat lain (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan), Nabi ﷺ menjelaskan bahwa yang selamat adalah "Al-Jama'ah" (kelompok yang bersatu di atas kebenaran). Dalam riwayat At-Tirmidzi dari Abdullah bin 'Amr, beliau ﷺ bersabda bahwa yang selamat adalah "Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya".

Kaitan dengan Ulama:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa umat Islam akan terpecah, dan yang selamat adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, yaitu mereka yang berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat. Beliau menegaskan bahwa ciri golongan selamat ini adalah mengikuti dalil, bukan hawa nafsu atau taklid buta.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

  1. Kabar Ghaib Nabi ﷺ: Ini adalah mukjizat Nabi ﷺ, karena beliau mengabarkan hal yang akan terjadi di masa depan. Perpecahan umat ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi sudah terjadi sejak masa awal Islam dan terus berlangsung hingga kini.
  2. Makna "Firqah" (Golongan): Yang dimaksud dengan golongan di sini adalah kelompok yang memiliki keyakinan atau pemahaman yang menyimpang dari kebenaran dalam masalah pokok agama (ushuluddin), seperti masalah tauhid, nama dan sifat Allah, takdir, iman, dan lainnya. Perpecahan ini terjadi karena mereka menafsirkan Al-Qur'an dan Sunnah tanpa mengikuti pemahaman para sahabat dan ulama yang mengikuti mereka.
  3. Satu Golongan yang Selamat: Nabi ﷺ mengabarkan bahwa dari 73 golongan tersebut, hanya satu yang selamat. Dalam hadits lain, beliau menjelaskan bahwa golongan yang selamat itu adalah Al-Jama'ah atau "Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya". Ini menunjukkan bahwa ukuran kebenaran bukanlah banyaknya pengikut, tetapi kesesuaian dengan Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih.
  4. Sikap Kita: Hadits ini tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci, mengkafirkan, atau memusuhi sesama muslim. Justru, ini adalah peringatan agar kita semakin semangat menuntut ilmu yang benar, berpegang teguh pada sunnah, dan memperbaiki diri. Kita diperintahkan untuk berdakwah dengan hikmah dan pelajaran yang baik, serta berdebat dengan cara yang lebih baik.

Imam Al-Barbahari dalam kitabnya Syarh as-Sunnah menasihatkan agar kita berpegang teguh pada sunnah dan jama'ah, serta menjauhi perselisihan dan perpecahan. Beliau juga mengingatkan agar kita tidak mudah mengkafirkan orang lain, karena itu adalah perkara yang sangat berbahaya.

Story Telling

Dahulu, ada seorang sahabat yang bernama Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu. Beliau dikenal sebagai pemegang rahasia Nabi ﷺ tentang fitnah-fitnah yang akan terjadi. Suatu ketika, beliau bertanya kepada Nabi ﷺ tentang kebaikan, lalu bertanya tentang keburukan. Nabi ﷺ menjawab, "Wahai Hudzaifah, pelajarilah. Sesungguhnya pada masa itu akan muncul banyak fitnah dan perpecahan." Hudzaifah kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, jika kami mendapati masa itu, apa yang harus kami lakukan?" Beliau ﷺ bersabda, "Berpegangteguhlah pada jama'ah kaum muslimin dan imam (pemimpin) mereka." Hudzaifah bertanya lagi, "Bagaimana jika mereka tidak memiliki jama'ah dan imam?" Beliau bersabda, "Maka tinggalkanlah semua golongan itu, walaupun kamu harus menggigit akar pohon hingga mati." (HR. Bukhari dan Muslim).

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga persatuan dan kejelasan dalam beragama. Namun, jika terjadi perpecahan yang sangat parah, kita diperintahkan untuk menyelamatkan diri dengan berpegang pada kebenaran, meskipun harus sendirian.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak Ilmu: Pelajari Al-Qur'an dan Sunnah dengan bimbingan para ulama yang mengikuti pemahaman salafus shalih.
  2. Berpegang pada Sunnah: Jadikan sunnah Nabi ﷺ dan pemahaman para sahabat sebagai pedoman utama dalam beragama.
  3. Jaga Persatuan: Hindari perdebatan yang tidak bermanfaat dan perpecahan. Fokus pada perkara-perkara yang disepakati dan saling menasihati dalam kebaikan.
  4. Jangan Mudah Mengkafirkan: Ini adalah perkara yang sangat berbahaya. Serahkan urusan hukum kafir kepada para ulama yang berkompeten.
  5. Perbaiki Diri: Mulailah dari diri sendiri dan keluarga untuk istiqamah di atas sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.