Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2603 tentang Kebanyakan penghuni neraka adalah wanita dan surga orang miskin

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang dua hal penting: pertama, bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kaum wanita; kedua, bahwa mayoritas penghuni surga adalah orang-orang fakir (miskin). Ini bukan berarti wanita lebih buruk daripada pria, atau kemiskinan itu tercela. Justru hadits ini menjadi peringatan bagi kaum wanita agar menjaga keimanan dan amalnya, serta menjadi kabar gembira bagi orang-orang miskin yang bersabar bahwa mereka akan menjadi mayoritas penghuni surga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, Kitab Sifat Jahannam, Bab "Apa yang Dikatakan Bahwa Kebanyakan Penghuni Neraka adalah Wanita", no. 2603, dari sahabat 'Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، وَعَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، قَالُوا حَدَّثَنَا عَوْفٌ، هُوَ ابْنُ أَبِي جَمِيلَةَ عَنْ أَبِي رَجَاءٍ الْعُطَارِدِيِّ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " اطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ "

Terjemahan: "Aku melihat ke dalam neraka, maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah wanita. Dan aku melihat ke dalam surga, maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir." (HR. At-Tirmidzi no. 2603)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat 'Imran bin Husain dan Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma dengan lafaz yang semakna.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan hadits ini dari beberapa sisi:

1. Makna "Aku melihat ke dalam neraka"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari mukjizat Nabi ﷺ, di mana Allah memperlihatkan kepadanya keadaan neraka dan surga secara hakiki. Ini bukan sekadar mimpi atau kiasan, melainkan penyaksian yang nyata. Beliau juga menegaskan bahwa apa yang dilihat Nabi ﷺ adalah benar dan pasti terjadi.

2. Mengapa mayoritas penghuni neraka adalah wanita?

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul-Bari menjelaskan beberapa sebab:

  • Banyaknya jumlah wanita dibandingkan pria di kalangan anak Adam, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa wanita adalah mayoritas penduduk dunia.
  • Sifat kufur yang dimaksud dalam hadits lain, yaitu "kufur terhadap suami" (tidak mensyukuri kebaikan suami) dan "kufur terhadap ihsan" (kebaikan). Ini adalah penyakit yang banyak menimpa kaum wanita, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang kurangnya akal dan agama mereka.
  • Banyaknya wanita yang terjerumus dalam fitnah berupa perhiasan, pamer kecantikan, dan tidak menjaga diri, sehingga mereka lalai dari ketaatan kepada Allah.

Namun perlu ditegaskan: ini bukan berarti semua wanita masuk neraka. Banyak juga wanita yang menjadi penghuni surga, bahkan wanita terbaik di alam semesta—seperti Maryam binti 'Imran, Khadijah, 'Aisyah, dan Fatimah—adalah wanita. Hadits ini hanyalah kabar tentang mayoritas, bukan vonis untuk semua.

3. Mengapa mayoritas penghuni surga adalah orang-orang fakir?

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa orang-orang fakir yang dimaksud adalah mereka yang bersabar atas kefakirannya, tidak mengeluh kepada makhluk, dan tetap istiqamah dalam ketaatan. Mereka tidak terlena dengan dunia, sehingga hati mereka lebih mudah terikat kepada Allah. Sedangkan orang-orang kaya kebanyakan teruji dengan hartanya—sibuk mengumpulkan, menjaga, dan khawatir kehilangan—sehingga mereka lalai dari akhirat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarijus-Salikin menyebutkan bahwa kefakiran yang terpuji adalah kefakiran yang disertai kesabaran dan keimanan, bukan kefakiran yang membuat seseorang putus asa atau meminta-minta tanpa kebutuhan.

4. Pelajaran penting dari hadits ini

  • Bagi kaum wanita: Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri—menjaga shalat, menunaikan hak suami, menutup aurat, dan menjauhi hal-hal yang bisa menjerumuskan ke neraka.
  • Bagi orang miskin: Jangan bersedih dengan kemiskinan. Jika engkau bersabar dan tetap taat, justru ini menjadi jalan bagimu menuju surga.
  • Bagi orang kaya: Jangan bangga dengan kekayaan. Kekayaan adalah ujian yang berat. Gunakanlah untuk ketaatan dan jangan lalai dari mengingat Allah.

Story Telling

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari sahabat Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"أَقَمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينُ"

"Aku berdiri di pintu surga, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin." (HR. Al-Bukhari no. 5196)

Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan orang-orang miskin yang bersabar di sisi Allah. Mereka tidak disibukkan oleh harta dan dunia, sehingga hati mereka lebih bersih dan lebih mudah menerima kebenaran. Kisah ini menjadi penghibur bagi setiap muslim yang hidup sederhana—bahwa justru kesederhanaan yang disertai keimanan adalah jalan menuju kemuliaan abadi.

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi wanita: Perbanyak syukur kepada Allah dan suami, jaga lisan dari mengeluh, jaga aurat dan kehormatan, serta perbanyak amal shalih.
  2. Bagi yang miskin: Bersabarlah dan jangan iri dengan kekayaan orang lain. Yakinlah bahwa kesabaranmu adalah investasi besar di akhirat.
  3. Bagi yang kaya: Bersyukurlah dan gunakan harta untuk ketaatan, jangan sampai harta melalaikanmu dari Allah.
  4. Untuk semua: Jangan pernah meremehkan orang miskin, dan jangan pernah merasa aman dari neraka hanya karena status sosial atau gender.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?