Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2590 tentang Api dunia hanya satu dari tujuh puluh bagian api neraka

Penjelasan Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 2590

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan betapa dahsyatnya panas api neraka Jahannam dibandingkan api dunia. Api yang kita kenal di dunia ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api Jahannam, dan setiap bagian memiliki panas yang setara dengan api dunia. Tujuannya adalah agar kita takut kepada neraka dan bersungguh-sungguh menjauhi perbuatan yang mengantarkan ke sana.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama (Jami' At-Tirmidzi no. 2590):

حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، عَنْ فِرَاسٍ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «نَارُكُمْ هَذِهِ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ، لِكُلِّ جُزْءٍ مِنْهَا حَرُّهَا»

Terjemah: "Api kalian ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api neraka Jahannam, setiap bagiannya memiliki panas seperti ini." (Abu Sa'id al-Khudri; Jami' At-Tirmidzi no. 2590; At-Tirmidzi berkata: hasan gharib)

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 24

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا وَلَن تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Terjemah: "Maka jika kamu tidak dapat melakukan (apa yang diperintahkan) itu, dan kamu pasti tidak akan dapat melakukannya, maka takutlah kepada neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir."

QS. Al-Mulk [67]: 7

وَإِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ

Terjemah: "Dan apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak."

Hadits pendukung dari kitab shahih:

Hadits serupa diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

«نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ»

Terjemah: "Api kalian ini yang dinyalakan oleh anak Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api Jahannam." (Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah)

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan perbandingan antara api dunia dan api akhirat, di mana api dunia hanya 1/70 dari panasnya, dan itu pun sudah sangat menyakitkan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa penyebutan "tujuh puluh" dalam hadits Arab tidak selalu bermakna bilangan pasti, tetapi menunjukkan banyaknya dan besarnya perbedaan. Namun menurut pendapat yang kuat, bilangan tersebut hakiki sesuai zahir hadits.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif mengingatkan bahwa hadits ini termasuk bab tarhib (ancaman) agar manusia menjauhi dosa.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menafsirkan ayat-ayat tentang neraka menegaskan bahwa sifat api neraka jauh melampaui api dunia.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Nabi ﷺ memberi perumpamaan yang sangat jelas tentang betapa dahsyatnya neraka Jahannam. Api yang kita lihat dan rasakan di dunia — yang sudah sangat panas dan menyakitkan — hanyalah satu bagian kecil dari tujuh puluh bagian panas api Jahannam. Artinya, panas api neraka tujuh puluh kali lipat lebih dahsyat dari api dunia.

Pemahaman ulama:

  1. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan rasa takut kepada Allah dan menjauhi maksiat. Jika api dunia saja bisa membakar kulit dan daging, bagaimana dengan api akhirat yang 70 kali lebih panas?
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani menukil pendapat ulama bahwa penyebutan "tujuh puluh" bisa bermakna mubalaghah (penekanan) atau bilangan hakiki. Namun beliau menguatkan bahwa zahir hadits menunjukkan bilangan yang sebenarnya, karena tidak ada dalil yang memalingkan maknanya.
  3. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalam bab al-tarhib min al-nar (peringatan dari neraka). Beliau juga mengingatkan bahwa para salaf sangat takut kepada neraka, bahkan Umar bin al-Khattab pernah berkata: "Andai saja aku bisa keluar dari neraka seperti ini (sambil menunjuk ke arah matahari), aku akan sangat bahagia."
  4. Ibnu Katsir dalam tafsirnya tentang ayat-ayat neraka menegaskan bahwa bahan bakar neraka adalah manusia dan batu, dan panasnya tidak bisa dibandingkan dengan api dunia.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat apakah "tujuh puluh" bermakna hakiki atau kiasan. Namun pendapat yang paling kuat — sebagaimana dikuatkan oleh Ibnu Hajar dan an-Nawawi — adalah bahwa bilangan tersebut hakiki sesuai zahir hadits, karena tidak ada dalil yang memalingkan. Wallahu a'lam.

Hikmah:

  • Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan dosa sekecil apa pun.
  • Api dunia yang bisa kita padamkan dan hindari, sedangkan api neraka tidak bisa dipadamkan.
  • Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, agar mereka menjauhi neraka.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri (seorang tabi'in yang terkenal zuhud) pernah berkata:

"Sesungguhnya api dunia ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api Jahannam. Andai saja api dunia ini tidak diciptakan untuk kepentingan manusia, niscaya manusia tidak akan bisa memanfaatkannya karena panasnya yang luar biasa. Maka bagaimana dengan api yang tujuh puluh kali lebih panas?"

Beliau juga berkata: "Aku heran kepada orang yang berani bermaksiat kepada Allah, padahal ia tahu bahwa neraka itu ada."

Fudail bin 'Iyadh (seorang ulama zuhud) pernah menangis tersedu-sedu ketika membaca ayat tentang neraka, dan berkata: "Andai saja aku tahu bahwa aku akan selamat dari neraka, aku akan menangis sampai mati karena takut."

Hikmah: Para salaf sangat takut kepada neraka, bukan karena mereka berputus asa dari rahmat Allah, tetapi karena mereka mengenal Allah dan mengenal dosa-dosa mereka. Mereka menggabungkan antara rasa takut dan harapan.

Kesimpulan Praktis

  1. Bertakwalah kepada Allah dengan menjauhi segala yang diharamkan dan melaksanakan yang diwajibkan.
  2. Jangan meremehkan dosa kecil, karena dosa kecil jika dilakukan terus-menerus bisa menjadi besar.
  3. Perbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah setiap saat.
  4. Renungkanlah betapa dahsyatnya neraka, agar hati kita menjadi lembut dan takut kepada Allah.
  5. Berdoalah kepada Allah agar dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?