Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2583 tentang Azab minuman penghuni neraka berupa air nanah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits riwayat At-Tirmidzi no. 2583 ini menjelaskan dahsyatnya azab minuman penghuni neraka: air nanah (shadid) yang dibawa ke mulut mereka, wajahnya meleleh, kulit kepalanya rontok, dan ususnya terputus hingga keluar dari dubur. Ini adalah penjelasan Nabi ﷺ atas tiga ayat Al-Qur'an tentang minuman ahli neraka. Hadits ini tergolong gharib (jalur periwayatannya tunggal) menurut Imam At-Tirmidzi, namun maknanya sejalan dengan banyak ayat dan hadits lain yang shahih tentang azab neraka.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang ditafsirkan Nabi ﷺ dalam hadits ini:

Firman Allah tentang minuman penduduk neraka:

وَمِن وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّاءٍ صَدِيدٍ

QS. Ibrahim [14]: 16

"Dan di belakangnya ada Jahannam, dan ia diberi minum dengan air nanah."

Kemudian firman Allah:

يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِن وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

QS. Ibrahim [14]: 17

"Ia meneguknya dan hampir tidak bisa menelannya, dan datanglah kematian kepadanya dari segala penjuru, tetapi ia tidak juga mati, dan di belakangnya ada azab yang berat."

Firman Allah tentang air panas yang memutus usus:

وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

QS. Muhammad [47]: 15

"Dan mereka diberi minum air yang sangat panas, lalu air itu memutuskan usus-usus mereka."

Firman Allah tentang air seperti lelehan logam:

وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

QS. Al-Kahfi [18]: 29

"Dan jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti lelehan logam yang membakar wajah. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling buruk."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Umamah al-Bahili (sahabat Nabi ﷺ), melalui jalur Safwan bin Amr dari Ubaidullah bin Busr, dan dicatat oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' beliau, Kitab Sifat Jahannam, Bab Sifat Minuman Penghuni Neraka. Imam At-Tirmidzi menyatakan hadits ini gharib (jalur tunggal), dan Imam Al-Bukhari (Muhammad bin Ismail) juga menyebutkan bahwa Ubaidullah bin Busr tidak dikenal kecuali dalam hadits ini.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam At-Tirmidzi (penulis kitab) menilai hadits ini gharib.
  • Abdullah bin Al-Mubarak (guru At-Tirmidzi dalam sanad ini) adalah salah satu ulama tabi'ut tabi'in yang meriwayatkan hadits ini.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan ayat-ayat ini dengan makna serupa.
  • Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab-kitabnya tentang akhirat (seperti Hadi al-Arwah) membahas azab neraka secara rinci.

Penjelasan Rinci

Makna hadits:

Nabi ﷺ menjelaskan tiga ayat Al-Qur'an tentang minuman ahli neraka dengan gambaran yang sangat konkret:

  1. Air shadid (nanah/darah bercampur nanah) — QS. Ibrahim [14]: 16. Nabi ﷺ menjelaskan: air ini didekatkan ke mulut mereka, dan mereka membencinya (karena baunya yang busuk dan rasanya yang menjijikkan). Ketika didekatkan, wajah mereka meleleh dan kulit kepala mereka rontok jatuh ke dalamnya. Ini menunjukkan betapa panas dan berbahayanya air itu.
  2. Ketika diminum, ususnya terputus — sejalan dengan QS. Muhammad [47]: 15. Air yang sangat panas (hamim) memutus usus-usus mereka hingga keluar dari dubur.
  3. Air seperti muhl (lelehan logam/tembaga cair) — QS. Al-Kahfi [18]: 29. Jika mereka meminta minuman, mereka diberi air seperti lelehan logam yang membakar wajah. Ini adalah minuman terburuk.

Pemahaman ulama:

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat ini menggambarkan azab yang bertingkat: ada air nanah (shadid), ada air panas (hamim), dan ada air seperti lelehan logam (muhl). Semuanya adalah bentuk azab yang mengerikan bagi penduduk neraka.

Ibnul Qayyim dalam Hadi al-Arwah menjelaskan bahwa azab neraka mencakup azab fisik dan azab hati (penyesalan, hinaan, dan keputusasaan). Minuman yang membakar ini adalah bagian dari azab fisik yang digambarkan Al-Qur'an agar manusia takut dan bertaubat.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim ketika membahas hadits-hadits tentang neraka menegaskan bahwa semua gambaran ini adalah haq (benar) dan wajib diimani, tanpa perlu mempertanyakan bagaimana bentuknya secara detail, karena itu termasuk perkara ghaib.

Catatan tentang status hadits:

Imam At-Tirmidzi menyatakan hadits ini gharib — artinya jalur periwayatannya tunggal pada tingkat tertentu. Beliau juga mencatat bahwa Ubaidullah bin Busr tidak dikenal kecuali dalam hadits ini, dan kemungkinan ia adalah saudara Abdullah bin Busr (sahabat Nabi ﷺ). Meskipun demikian, makna hadits ini didukung oleh ayat-ayat Al-Qur'an yang shahih dan jelas, serta hadits-hadits lain tentang azab neraka yang shahih. Jadi, meskipun sanadnya gharib, maknanya tidak bertentangan dengan dalil-dalil yang lebih kuat.

Perbedaan pendapat ulama:

Para ulama berbeda pendapat tentang status Ubaidullah bin Busr: apakah ia sahabat Nabi ﷺ atau bukan. Imam At-Tirmidzi dan Imam Al-Bukhari menyebutkan bahwa ia tidak dikenal kecuali dalam hadits ini, dan kemungkinan ia adalah saudara Abdullah bin Busr. Namun, karena hadits ini hanya menjelaskan ayat Al-Qur'an dan maknanya sejalan dengan ayat-ayat lain, para ulama tetap menerima maknanya sebagai peringatan tentang azab neraka.

Story Telling

Kisah Abdullah bin Al-Mubarak dan rasa takutnya kepada neraka:

Abdullah bin Al-Mubarak (wafat 181 H) adalah salah satu ulama besar tabi'ut tabi'in, guru dari Imam At-Tirmidzi dalam sanad hadits ini. Beliau dikenal sebagai ulama yang sangat zuhud dan takut kepada Allah. Dalam kitab-kitab biografinya disebutkan bahwa beliau sering menangis ketika membaca ayat-ayat tentang neraka, dan beliau berkata:

"Jika aku mengetahui bahwa Allah akan mengampuniku setelah aku mati, niscaya aku tidak akan pernah tidur karena takut kepada neraka."

Beliau juga dikenal sebagai ahli hadits yang sangat teliti. Dalam sanad hadits ini, beliau meriwayatkan dari Safwan bin Amr, dan beliau adalah salah satu perawi yang paling terpercaya di zamannya. Imam Ahmad bin Hanbal memuji beliau dengan berkata: "Tidak ada orang yang lebih utama dari Abdullah bin Al-Mubarak pada zamannya."

Hikmah: Para salafus shalih sangat takut kepada azab neraka, sehingga mereka berusaha keras menjauhi dosa dan memperbanyak amal saleh. Mereka tidak meremehkan peringatan Al-Qur'an tentang neraka, bahkan ketika haditsnya gharib, mereka tetap mengambil pelajaran darinya.

Kesimpulan Praktis

  1. Imani azab neraka sebagai haq — semua gambaran tentang azab neraka dalam Al-Qur'an dan hadits adalah benar, dan wajib diimani tanpa mempertanyakan bagaimana bentuknya secara detail.
  2. Jauhi dosa dan bertaubatlah — hadits ini adalah peringatan agar kita menjauhi dosa yang bisa menjerumuskan ke neraka. Segera bertaubat sebelum ajal datang.
  3. Perbanyak amal saleh — seperti yang dilakukan Abdullah bin Al-Mubarak, hendaknya kita memperbanyak amal saleh dan menjauhi maksiat sebagai bentuk rasa takut kepada Allah.
  4. Jangan meremehkan hadits gharib yang maknanya sejalan dengan Al-Qur'an — meskipun hadits ini gharib, maknanya didukung oleh ayat-ayat Al-Qur'an yang shahih, sehingga tetap bermanfaat sebagai peringatan.
  5. Berlindunglah kepada Allah dari azab neraka — perbanyak doa: "اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ" (Ya Allah, lindungilah aku dari neraka).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?