Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2574 tentang Api neraka berbicara dan menuntut tiga golongan

Penjelasan Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 2574

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan bahwa pada Hari Kiamat, sebagian dari api neraka akan muncul dalam bentuk yang bisa melihat, mendengar, dan berbicara. Ia diperintahkan Allah untuk menjemput tiga golongan: (1) setiap penindas yang sombong dan keras kepala, (2) setiap orang yang menyekutukan Allah dengan tuhan lain, dan (3) para pembuat gambar (makhluk bernyawa) yang menyaingi ciptaan Allah. Hadits ini berstatus hasan sahih menurut Imam At-Tirmidzi, dan menjadi peringatan keras bagi tiga golongan tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Az-Zumar [39]: 71

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berkelompok-kelompok. Hingga apabila mereka sampai ke neraka itu, dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: 'Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkanmu akan pertemuan pada hari ini?' Mereka menjawab: 'Benar (sudah datang).' Tetapi sudah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang kafir itu."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari jalur Al-A'masy dari Abu Shalih. Imam At-Tirmidzi menyatakan: "Hadits ini hasan gharib shahih." Beliau juga menyebutkan bahwa hadits serupa diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu melalui jalur 'Athiyyah, dan melalui Asy'ats bin Sawwar dari 'Athiyyah dari Abu Sa'id.

Kaitan dengan ulama dalam daftar:

  • Imam At-Tirmidzi (penyusun hadits ini) menilai hadits ini hasan sahih.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits-hadits tentang neraka yang berbicara dan menggiring manusia, dan beliau menegaskan bahwa ini termasuk perkara ghaib yang wajib diimani tanpa menakwilkan secara berlebihan.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits-hadits sifat neraka dan jahannam diimani sebagaimana datangnya (itsbat) tanpa tahrif, ta'thil, atau takyif.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan riwayat-riwayat tentang neraka yang berbicara dan menggiring penghuninya, dan beliau menguatkan bahwa ini adalah hakikat yang akan terjadi.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini termasuk hadits-hadits tentang sifat-sifat neraka dan peristiwa Hari Kiamat yang bersifat ghaib. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa pada Hari Kiamat, akan muncul "leher" (عُنُقٌ) dari neraka — sebagian ulama menjelaskan ini sebagai bagian dari neraka yang menjulur keluar. Bagian ini diberi kemampuan oleh Allah untuk melihat (dua mata), mendengar (dua telinga), dan berbicara (lidah). Ini menunjukkan bahwa neraka adalah makhluk Allah yang memiliki kesadaran dan menjalankan perintah Allah.

Tiga golongan yang dijemput:

  1. كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ — Setiap penindas yang keras kepala. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "jabbar" adalah orang yang sombong, sewenang-wenang terhadap makhluk Allah, dan menolak kebenaran. "Anid" berarti yang keras kepala, terus-menerus dalam kesombongan dan penolakan.
  2. كُلِّ مَنْ دَعَا مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ — Setiap orang yang menyembah tuhan lain selain Allah. Ini mencakup segala bentuk kesyirikan, baik menyembah berhala, matahari, maupun menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan.
  3. الْمُصَوِّرِينَ — Para pembuat gambar. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang yang membuat gambar makhluk bernyawa dengan tujuan menyaingi ciptaan Allah, atau membuat patung untuk disembah. Ini diperkuat oleh hadits lain yang menyebutkan bahwa para pembuat gambar akan disiksa dan dikatakan kepada mereka: "Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan."

Pemahaman ulama:

  • Imam an-Nawawi menegaskan bahwa hadits-hadits tentang sifat neraka diimani secara itsbat (menetapkan sebagaimana datangnya) tanpa menolak, menakwilkan, atau mempertanyakan "bagaimana" (bila kaif). Ini adalah manhaj Ahlus Sunnah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa munculnya neraka dalam bentuk yang bisa berbicara adalah tanda kekuasaan Allah, dan bahwa neraka adalah makhluk yang taat kepada perintah Allah.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ayat-ayat dan hadits-hadits tentang neraka yang berbicara dan menggiring manusia adalah hakikat yang akan terjadi, bukan kiasan semata.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa azab neraka itu nyata dan bahwa Allah telah menyiapkan neraka sebagai tempat bagi orang-orang yang sombong, musyrik, dan yang menyaingi ciptaan Allah.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah "leher" ini adalah bagian dari neraka itu sendiri atau makhluk lain yang diciptakan Allah dari neraka. Namun, pendapat yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan oleh Ibn Katsir dan Ibnu Hajar — adalah bahwa ini adalah bagian dari neraka yang Allah beri kemampuan untuk berbicara, dan kita wajib mengimaninya tanpa menakwilkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya tentang gambar-gambar yang ia buat. Nabi ﷺ bersabda dengan tegas bahwa para pembuat gambar akan disiksa pada Hari Kiamat dan dikatakan kepada mereka: "Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan!" (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu).

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu — yang merupakan sahabat mulia dan ahli tafsir — menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah gambar-gambar makhluk bernyawa yang dibuat untuk menyaingi ciptaan Allah. Ini menunjukkan betapa beratnya ancaman bagi orang yang sombong terhadap Allah, baik dengan perbuatan, keyakinan, maupun dengan menyaingi ciptaan-Nya.

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ juga mengabarkan bahwa neraka akan berkata kepada manusia dengan kata-kata yang keras, dan bahwa ia diperintahkan untuk menjemput orang-orang yang sombong dan musyrik. Ini semua adalah peringatan agar manusia tidak termasuk dalam golongan tersebut.

Kesimpulan Praktis

  1. Jauhi kesombongan dan penindasan — Jangan menjadi orang yang sombong, sewenang-wenang, dan keras kepala dalam menolak kebenaran. Ini adalah sifat yang akan membawa kepada neraka.
  2. Tauhid adalah pondasi — Jangan pernah menyekutukan Allah dengan apa pun, baik dalam ibadah, doa, maupun ketaatan. Ini adalah dosa terbesar yang tidak diampuni jika mati dalam keadaan syirik.
  3. Hindari membuat gambar makhluk bernyawa — Khususnya yang bertujuan menyaingi ciptaan Allah atau untuk disembah. Jika terlanjur, bertaubatlah dengan sungguh-sungguh.
  4. Imami perkara ghaib — Hadits-hadits tentang neraka dan Hari Kiamat diimani sebagaimana datangnya, tanpa menolak atau menakwilkan secara berlebihan.
  5. Bertaubatlah sebelum terlambat — Neraka adalah makhluk Allah yang taat dan akan menjalankan perintah Allah dengan tepat. Tidak ada yang bisa lari darinya kecuali dengan taubat dan amal saleh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?