Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2568 tentang Tiga golongan yang dicintai dan dibenci Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan enam golongan manusia: tiga golongan yang dicintai Allah dan tiga golongan yang dibenci-Nya. Yang dicintai Allah adalah orang yang bersedekah rahasia karena Allah, orang yang bangun malam untuk shalat dan membaca Al-Qur'an, serta pemberani di medan perang. Yang dibenci Allah adalah orang tua yang berzina, orang miskin yang sombong, dan orang kaya yang zalim. Hadits ini dinilai shahih oleh Imam At-Tirmidzi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 2568) dari Abu Dzarr al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, dan beliau menyatakan: "هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ" (ini hadits shahih).

Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan sedekah rahasia:

QS. Al-Baqarah [2]: 274

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Terjemahan: "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Ayat lain tentang shalat malam:

QS. As-Sajdah [32]: 16

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Terjemahan: "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

Penjelasan Rinci

Tiga golongan yang dicintai Allah:

Pertama: Orang yang datang kepada suatu kaum meminta dengan nama Allah, bukan karena hubungan kekerabatan, lalu mereka menolaknya. Kemudian seseorang yang berada di belakang mereka diam-diam memberi tanpa diketahui siapa pun kecuali Allah. Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim bahwa ikhlas dalam sedekah adalah sebab utama diterimanya amal, karena setan tidak mampu menyentuh amal yang tersembunyi. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa sedekah rahasia lebih kuat dalam memadamkan murka Allah dan lebih terjaga dari riya.

Kedua: Sekelompok orang yang dalam perjalanan malam, lalu ketika tiba waktu tidur — yang sangat mereka butuhkan — salah satu dari mereka bangun untuk shalat, merendahkan diri kepada Allah, dan membaca ayat-ayat-Nya. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa bangun malam adalah ciri orang beriman sejati, sebagaimana firman Allah dalam QS. As-Sajdah [32]: 16 di atas. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab Madarijus Salikin menjelaskan bahwa shalat malam adalah madrasah ikhlas, karena tidak ada yang melihat kecuali Allah.

Ketiga: Orang yang berada dalam pasukan kecil, bertemu musuh, lalu pasukannya kalah. Namun ia tetap maju menghadap musuh dengan dadanya hingga terbunuh (syahid) atau Allah memberi kemenangan. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'iful Ma'arif menyebutkan bahwa keberanian di saat kekalahan adalah puncak kejujuran iman, karena tidak ada motif selain mencari ridha Allah.

Tiga golongan yang dibenci Allah:

Pertama: Orang tua yang berzina. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa dosanya lebih besar karena biasanya syahwatnya sudah melemah, namun ia tetap melakukannya, menunjukkan rusaknya hati dan hilangnya rasa malu. Ibnu Hajar menambahkan bahwa orang tua yang berzina berarti mengumpulkan dua keburukan: dosa zina dan hilangnya wibawa sebagai orang tua.

Kedua: Orang miskin yang sombong. Ibnu Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa kesombongan adalah sifat yang hanya pantas bagi Allah, dan jika orang miskin — yang seharusnya tawadhu karena kebutuhannya kepada Allah — justru sombong, maka itu adalah keburukan yang sangat tercela. As-Sa'di dalam tafsirnya menyebutkan bahwa kesombongan orang miskin menunjukkan ia tidak menyadari hakikat dirinya.

Ketiga: Orang kaya yang zalim. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kekayaan adalah ujian; jika digunakan untuk menzalimi orang lain, maka itu adalah kehancuran. Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya meriwayatkan hadits-hadits yang mencela kezaliman orang kaya, karena kekayaan seharusnya menjadi sarana berbuat baik, bukan alat menindas.

Perbedaan pendapat: Para ulama sepakat tentang makna hadits ini. Tidak ada perbedaan yang signifikan di antara mereka dalam memahami enam golongan ini. Yang paling kuat adalah pemahaman bahwa hadits ini menyebutkan sifat-sifat yang paling dicintai dan paling dibenci Allah, sebagai motivasi untuk meneladani yang pertama dan menjauhi yang kedua.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Dzarr al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah seorang yang sangat zuhud dan jujur. Ketika Nabi ﷺ menyampaikan hadits ini, Abu Dzarr langsung menghafalnya dan menyampaikannya kepada umat. Ada kisah yang disebutkan dalam kitab-kitab salaf bahwa seorang lelaki dari generasi setelah mereka pernah bertanya kepada seorang ulama: "Bagaimana caranya agar aku dicintai Allah?" Ulama itu menjawab: "Lihatlah tiga golongan dalam hadits Abu Dzarr ini, lalu jadilah salah satunya." Lelaki itu kemudian memilih untuk bersedekah secara rahasia, dan ia berkata: "Aku tidak ingin ada yang mengetahui sedekahku kecuali Allah." Hikmahnya adalah bahwa cinta Allah tidak datang dari popularitas, tetapi dari keikhlasan yang tersembunyi.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersedekahlah secara rahasia ketika mampu, karena itu lebih menjaga keikhlasan dan lebih dicintai Allah.
  2. Bangunlah di sepertiga malam terakhir untuk shalat dan membaca Al-Qur'an, meskipun hanya beberapa rakaat.
  3. Jangan takut menghadapi kebenaran meskipun dalam keadaan lemah, karena keberanian karena Allah adalah tanda iman.
  4. Jauhi zina, terutama bagi yang sudah tua, karena dosanya lebih berat.
  5. Jangan sombong meskipun dalam keadaan miskin, karena kesombongan adalah sifat yang paling dibenci Allah.
  6. Gunakan kekayaan untuk kebaikan, bukan untuk menzalimi orang lain.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?