Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 254 tentang Bacaan takbir saat turun dalam shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengucapkan takbir (takbiratul ihram dan takbir perpindahan) ketika sedang bergerak turun, misalnya saat hendak rukuk atau sujud. Para ulama yang disebut Imam at-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih, dan ini menjadi pegangan para sahabat serta tabi'in: takbir diucapkan sambil bergerak menuju rukuk atau sujud, bukan ditunda setelah sampai.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه, dan Imam at-Tirmidzi menyebutkannya dalam Jami' at-Tirmidzi (no. 254, Kitab Shalat). Imam at-Tirmidzi sendiri menghukuminya hasan shahih, dan menyatakan bahwa ini adalah pendapat ahlul ilmi dari kalangan sahabat Nabi ﷺ dan tabi'in setelah mereka: seseorang bertakbir sambil bergerak turun untuk rukuk dan sujud.

Dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan umum perintah mengikuti Nabi ﷺ:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

QS. Al-Hasyr [59]: 7 — "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah; dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah."

Juga firman Allah:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

QS. Al-Ahzab [33]: 21 — "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu."

Kaitan dengan ulama: Imam at-Tirmidzi (perawi dan penilai hadits), sanadnya memuat Abdullah bin al-Mubarak (tabi'ut tabi'in, salah satu ulama dalam daftar) dan az-Zuhri (tabi'in). Penjelasan fiqihnya sejalan dengan pemahaman Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab syarah hadits bahwa takbir perpindahan diucapkan bersamaan dengan gerakan turun.

Penjelasan Rinci

Hadits ini pendek tetapi mengandung kaidah penting dalam shalat, yaitu kapan takbir perpindahan diucapkan.

Pertama, makna "يُكَبِّرُ وَهُوَ يَهْوِي" — "beliau bertakbir sambil bergerak turun." Kata yahwi berarti bergerak turun menuju rukuk atau sujud. Jadi takbir dimulai ketika tubuh mulai bergerak, bukan setelah punggung rata dalam rukuk atau setelah dahi menempel di bumi.

Kedua, penilaian Imam at-Tirmidzi. Beliau menyatakan hadits ini hasan shahih, lalu menegaskan bahwa ini adalah pendapat ahlul ilmi dari sahabat dan tabi'in. Ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan ijtihad pribadi, melainkan sudah menjadi amalan yang dikenal sejak generasi awal.

Ketiga, bagaimana ulama memahami dan menerapkannya:

  • Abdullah bin al-Mubarak — yang ada dalam sanad hadits ini — dikenal sangat berpegang pada sunnah dan atsar salaf dalam masalah ibadah.
  • Az-Zuhri (tabi'in) meriwayatkan hadits ini, menunjukkan perhatian beliau pada detail gerakan shalat Nabi ﷺ.
  • Imam an-Nawawi dalam penjelasan hadits-hadits shalat menegaskan bahwa takbir perpindahan (takbiratul intiqal) disunnahkan diucapkan bersamaan dengan mulai bergerak, sehingga takbir selesai kira-kira ketika sampai pada posisi rukuk/sujud.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud "sambil bergerak turun" adalah memulai takbir pada awal gerakan, bukan menunggu sampai posisi sempurna.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad ketika menjelaskan sifat shalat Nabi ﷺ menyebutkan bahwa beliau bertakbir untuk setiap turun dan naik, dan takbir itu menyertai gerakan.

Keempat, apakah ada perbedaan pendapat? Di antara ulama yang tercantum, tidak ada perselisihan yang tegas dalam masalah ini; Imam at-Tirmidzi sendiri menyatakan ini adalah kesepakatan ahlul ilmi dari sahabat dan tabi'in. Yang perlu diperhatikan hanya soal kapan tepatnya takbir dimulai — sebagian memahami dimulai saat mulai bergerak, sebagian memahami selesai saat mulai bergerak — namun intinya sama: takbir menyertai gerakan, tidak ditunda setelah sampai. Yang paling kuat menurut dalil adalah sebagaimana zahir hadits: takbir diucapkan sambil bergerak turun.

Kelima, adab dan hikmahnya. Ini mengajarkan bahwa shalat Nabi ﷺ penuh keteraturan dan kesinambungan gerakan; tidak ada jeda kosong tanpa dzikir. Setiap perpindahan disertai takbir, sehingga hati tetap terhubung kepada Allah sepanjang shalat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak — yang meriwayatkan hadits ini dalam sanadnya — adalah seorang ulama yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah dan sangat berhati-hati dalam meriwayatkan. Para ulama menyebut beliau sebagai orang yang menggabungkan ilmu, amal, dan zuhud. Ketika beliau meriwayatkan detail gerakan shalat Nabi ﷺ seperti takbir sambil bergerak turun ini, itu menunjukkan betapa beliau memperhatikan hal-hal kecil dalam ibadah, karena beliau yakin bahwa kesempurnaan shalat terletak pada mengikuti sunnah secara utuh, bukan hanya pada hal-hal besar. (Sumber: riwayat biografi beliau dalam kitab-kitab rijal seperti yang disebutkan adz-Dzahabi.)

Kesimpulan Praktis

  • Ucapkan takbir bersamaan dengan mulai bergerak turun untuk rukuk dan sujud, bukan menunggu sampai posisi sempurna.
  • Ikuti sunnah Nabi ﷺ dalam detail gerakan shalat, karena hadits ini hasan shahih menurut Imam at-Tirmidzi.
  • Jangan tinggalkan takbir perpindahan; ia menjaga kesinambungan dzikir dalam shalat.
  • Pelajari sifat shalat Nabi ﷺ dari hadits-hadits shahih dan penjelasan ulama seperti Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma'ad dan an-Nawawi.
  • Jika ada keraguan dalam praktik, bertanyalah kepada ulama terpercaya yang berpegang pada sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?