Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2523 tentang Pohon surga yang naungannya sangat luas

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan betapa agung dan luasnya kenikmatan surga. Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang sebuah pohon di surga yang naungannya begitu luas, sampai-sampai seorang penunggang kuda yang cepat pun bisa berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun penuh. Ini adalah kabar gembira bagi orang-orang beriman tentang balasan yang tidak pernah terbayangkan oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di hati manusia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami'-nya, nomor 2523, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi sendiri menilai hadits ini shahih (hasan shahih dalam istilah beliau).

Selain itu, hadits semakna juga diriwayatkan dalam kitab-kitab shahih lainnya:

  1. Shahih Al-Bukhari, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon, seorang penunggang kuda berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak akan selesai melewatinya." (HR. Al-Bukhari, no. 3251)

  1. Shahih Muslim, dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon, seorang penunggang kuda yang cepat akan berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun." (HR. Muslim, no. 2827)

Adapun dalil dari Al-Qur'an yang menggambarkan keagungan surga, Allah ﷻ berfirman:

QS. As-Sajdah [32]: 17

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa (berbagai nikmat yang) menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan."

QS. Ar-Rahman [55]: 48

ذَوَاتَا أَفْنَانٍ

"Kedua surga itu mempunyai banyak pohon dan buah-buahan."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalam bab akhbar al-ghaib (berita-berita gaib) yang wajib kita imani tanpa mempertanyakan bagaimana bentuknya. Kita tidak bisa membayangkan dengan akal kita yang terbatas, karena kenikmatan surga berada di luar jangkauan akal manusia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa berita-berita tentang surga dan kenikmatannya harus diterima secara penuh, karena Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ tidak pernah berbohong. Beliau menegaskan bahwa kita mengimani sifat-sifat surga sebagaimana yang diberitakan, tanpa berusaha menggambarkan bentuknya dengan akal kita yang lemah.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "seratus tahun" di sini adalah untuk menunjukkan luasnya naungan pohon tersebut, bukan untuk membatasi. Ini adalah gaya bahasa Arab yang umum untuk menggambarkan sesuatu yang sangat luas dan besar.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa dalam riwayat lain disebutkan "seratus tahun" dan dalam riwayat lainnya "perjalanan seratus tahun". Beliau menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa besarnya ciptaan Allah ﷻ di surga, yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun di dunia ini.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah ketika menafsirkan ayat tentang surga menjelaskan bahwa Allah ﷻ menyebutkan pohon-pohon surga yang rindang dan buah-buahan yang mudah dipetik, sebagai gambaran kenikmatan yang sempurna. Beliau menekankan bahwa kenikmatan surga itu kekal dan tidak pernah berkurang.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitabnya Hadi Al-Arwah ila Bilad Al-Afrah menyebutkan bahwa pohon-pohon surga memiliki akar dari cahaya, batang dari emas, dan buah-buahan yang tidak pernah habis. Beliau menjelaskan bahwa Allah ﷻ menciptakan surga dengan keindahan yang tidak bisa dijangkau oleh imajinasi manusia.

Para ulama juga menjelaskan bahwa disebutkannya "penunggang kuda" dalam hadits ini adalah karena kuda adalah kendaraan tercepat pada masa itu. Ini untuk memberikan gambaran yang bisa dipahami oleh para sahabat. Jika kendaraan tercepat saja butuh seratus tahun untuk melewati naungan pohon tersebut, maka betapa luasnya pohon itu.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, suatu ketika para sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang surga. Maka beliau ﷺ bersabda:

> "Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon, seorang penunggang kuda akan berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun."

Para sahabat tercengang mendengar kabar ini. Betapa agungnya ciptaan Allah ﷻ di surga. Kemudian dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Sesungguhnya di surga terdapat seratus derajat, yang jarak antara satu derajat dengan derajat lainnya seperti jarak antara langit dan bumi." (HR. Al-Bukhari)

Mendengar ini, para sahabat semakin kagum dan bertambah semangat untuk meraih surga. Mereka memahami bahwa surga adalah kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan, dan untuk mendapatkannya diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh di dunia.

Hikmah dari kisah ini: Kabar tentang surga seharusnya membangkitkan semangat kita untuk beramal shalih. Jika surga begitu agung dan luas, maka tidak ada alasan bagi kita untuk bermalas-malasan dalam beribadah. Setiap tetes keringat, setiap air mata karena takut kepada Allah, dan setiap langkah menuju ketaatan akan diganti dengan kenikmatan yang kekal.

Kesimpulan Praktis

  1. Imani dengan penuh keyakinan bahwa surga itu nyata dan memiliki kenikmatan yang tidak bisa dibayangkan oleh akal manusia.
  2. Jangan mempertanyakan bentuk dan hakikat kenikmatan surga, karena itu adalah perkara gaib yang hanya Allah ﷻ yang mengetahuinya.
  3. Jadikan kabar surga sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amal shalih.
  4. Perbanyak doa memohon surga dan berlindung dari neraka, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
  5. Jangan tertipu dengan kenikmatan dunia yang sementara, karena kenikmatan surga jauh lebih besar dan kekal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?