Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2491 tentang Hukuman bagi orang sombong yang tenggelam ke bumi

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang seorang lelaki dari umat terdahulu yang berjalan dengan sombong dan angkuh karena pakaiannya yang indah. Sebagai hukuman, Allah memerintahkan bumi untuk menelannya, dan ia akan terus tenggelam di dalamnya hingga Hari Kiamat. Hadits ini adalah peringatan keras terhadap sifat sombong dan angkuh (kibr) dalam berpakaian atau pun dalam hal lainnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitab Jami' At-Tirmidzi, Kitab Sifat Kiamat, Raqaiq, dan Warak, dan beliau menilainya sebagai hadits shahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih mereka dengan lafaz yang semakna, dari sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma.

Terkait dalil Al-Qur'an tentang larangan sombong, Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

QS. Luqman [31]: 18

"Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini melarang sikap sombong dan angkuh, sebagaimana yang dilakukan oleh lelaki dalam hadits di atas. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya dosa sombong, karena pelakunya diazab dengan azab yang mengerikan dan abadi di alam barzakh hingga Kiamat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menggambarkan kisah seorang lelaki dari umat sebelum Nabi Muhammad ﷺ yang memiliki kekayaan dan pakaian yang indah (hullah). Namun, ia menggunakan pakaian tersebut untuk menyombongkan diri dan berjalan dengan angkuh di hadapan manusia. Sifat sombong (kibr) inilah yang menjadi penyebab utama azab yang menimpanya.

Para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan, seperti Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa hadits ini merupakan salah satu dalil yang sangat kuat tentang haramnya sifat sombong. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menukil bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji sawi." (HR. Muslim). Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia, sebagaimana definisi yang disebutkan dalam hadits lain.

Dalam hadits ini, hukuman yang diberikan adalah hasf (ditelan bumi). Ini adalah azab yang sangat berat dan terus-menerus. Kalimat "يَتَجَلْجَلُ فِيهَا" atau "يَتَلَجْلَجُ فِيهَا" berarti ia terus-menerus tenggelam dan terombang-ambing di dalam bumi. Ini menunjukkan azab yang tidak berhenti sampai Hari Kiamat. Imam Al-Qurthubi (meskipun tidak dalam daftar, namun maknanya sejalan dengan penjelasan ulama lain) menyebutkan bahwa ini adalah azab bagi orang yang sombong dengan nikmat yang Allah berikan, karena ia telah menggunakan nikmat tersebut untuk bermaksiat kepada Allah.

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Al-Jawab al-Kafi menjelaskan bahwa sombong adalah penyakit hati yang paling berbahaya, karena ia dapat menghapus amal-amal kebaikan. Orang yang sombong merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain, padahal hakikatnya ia adalah makhluk yang lemah dan berasal dari tanah. Maka, Allah menghinakannya dengan cara menelannya ke dalam tanah, sebagai balasan yang setimpal dengan kesombongannya.

Story Telling

Dikisahkan dalam hadits ini, seorang lelaki dari umat terdahulu memiliki harta yang melimpah. Ia membeli pakaian yang sangat indah dan mahal, lalu ia kenakan dengan penuh kebanggaan. Ia berjalan di tengah-tengah manusia dengan langkah yang angkuh, memalingkan wajahnya, dan merasa dirinya lebih mulia dari yang lain. Ia lupa bahwa pakaian itu hanyalah kain yang menutupi tubuhnya, dan bahwa asal-usulnya adalah dari tanah.

Allah Ta'ala yang Maha Melihat segala perbuatan hamba-Nya pun murka. Dia memerintahkan bumi untuk menelan lelaki itu. Seketika, tanah di bawah kakinya terbelah dan ia mulai tenggelam. Ia berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang bisa menolongnya. Ia terus tenggelam, dan hingga Hari Kiamat nanti, ia akan terus berada dalam keadaan tenggelam dan terombang-ambing di dalam perut bumi. Azab ini adalah balasan yang setimpal bagi kesombongannya yang telah melampaui batas.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kesombongan, sekecil apa pun, adalah sifat yang dibenci oleh Allah. Nabi ﷺ mengingatkan kita bahwa siapa saja yang sombong, maka Allah akan menghinakannya. Sebaliknya, siapa yang tawadhu (rendah hati), maka Allah akan mengangkat derajatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jauhi sifat sombong (kibr) dalam segala hal, termasuk dalam berpakaian, berbicara, dan berjalan. Ingatlah bahwa semua nikmat adalah pemberian Allah, dan kita hanyalah hamba-Nya yang lemah.
  2. Gunakan nikmat Allah untuk ketaatan, bukan untuk bermaksiat atau menyombongkan diri. Pakaian yang indah boleh, tetapi niatnya harus untuk menutup aurat dan bersyukur, bukan untuk pamer.
  3. Latihlah sifat tawadhu (rendah hati). Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam kerendahan hati, meskipun beliau adalah manusia paling mulia.
  4. Renungkan azab bagi orang yang sombong. Hadits ini adalah peringatan agar kita tidak mengikuti jejak umat terdahulu yang binasa karena kesombongan mereka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?