Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2470 tentang Semua amal tersisa kecuali yang dimakan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah pelajaran agung tentang keutamaan sedekah dan infak di jalan Allah. Ketika Nabi ﷺ bertanya tentang sisa domba yang disembelih, beliau mengajarkan bahwa harta yang kita infakkan di jalan Allah tidaklah hilang, melainkan justru itulah yang kekal dan menjadi simpanan abadi di sisi-Nya. Yang tersisa hanyalah yang kita tahan untuk diri sendiri, karena itulah yang akan menjadi penyesalan atau keberkahan tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Ciri-ciri Hari Kebangkitan, Rahmat, dan Ketakwaan dari Rasulullah ﷺ, nomor 2470. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini shahih (hasan shahih).

Meskipun hadits ini tidak secara langsung mengutip ayat Al-Qur'an, maknanya sangat sejalan dengan firman Allah ﷻ:

QS. Al-Baqarah [2]: 261

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."

Hadits terkait dari Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

"مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ"

"Sedekah tidaklah mengurangi harta." (HR. Muslim no. 2588)

Kaitan dengan ulama: Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa harta yang diinfakkan di jalan Allah akan diganti dan dilipatgandakan oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya juga menegaskan bahwa infak di jalan Allah tidak akan pernah merugikan, justru akan menambah keberkahan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi ﷺ. Suatu ketika mereka menyembelih seekor domba. Nabi ﷺ bertanya kepada Aisyah: "Apa yang tersisa darinya?" Aisyah menjawab: "Tidak ada yang tersisa kecuali bahunya saja" — maksudnya, hampir seluruh daging domba itu telah dibagikan atau disedekahkan kepada orang lain, hanya bagian bahu yang tersisa untuk keluarga.

Maka Nabi ﷺ bersabda dengan penuh hikmah: "Semua yang tersisa kecuali bahunya." Artinya, justru bagian yang telah mereka berikan (sedekahkan) itulah yang kekal dan tersimpan di sisi Allah, sedangkan bagian yang mereka tahan (bahu) itulah yang akan fana dan tidak tersisa manfaatnya di akhirat.

Pemahaman para ulama:

  1. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan sedekah. Harta yang diinfakkan di jalan Allah akan menjadi simpanan yang kekal di sisi Allah, sedangkan harta yang ditahan akan menjadi beban atau bahkan penyesalan kelak.
  2. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa orang yang berinfak di jalan Allah sebenarnya sedang "menyimpan" hartanya di tempat yang paling aman, yaitu di sisi Allah Yang Maha Kekal. Sedangkan orang yang kikir, ia sedang "menyimpan" hartanya di tempat yang paling berbahaya, yaitu di dunia yang fana.
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Apa yang mereka berikan tidak akan hilang, melainkan akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.
  4. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "sedekah tidak mengurangi harta" adalah bahwa harta tersebut akan tetap diberkahi, dan pahalanya akan kekal di sisi Allah.

Pelajaran penting: Hadits ini mengajarkan bahwa ukuran "tersisa" menurut Allah berbeda dengan ukuran "tersisa" menurut manusia. Manusia menganggap harta yang masih di tangan mereka itulah yang tersisa, tetapi Allah mengajarkan bahwa harta yang telah diberikan di jalan-Nya itulah yang sebenarnya kekal dan tersisa sebagai simpanan abadi.

Story Telling

Ada kisah indah dari Abdullah bin al-Mubarak (salah seorang ulama besar dari generasi Tabi'ut Tabi'in yang tercantum dalam daftar rujukan). Beliau adalah seorang yang sangat dermawan. Suatu malam, beliau kedatangan tamu yang sedang kelaparan. Saat itu beliau tidak memiliki makanan selain roti yang cukup untuk dirinya sendiri. Maka beliau memadamkan lampu dan memberikan rotinya kepada tamu tersebut, lalu berbaring dalam keadaan lapar namun hatinya penuh kebahagiaan karena telah berbagi.

Keesokan harinya, Allah mengganti apa yang ia berikan dengan rezeki yang berlipat ganda. Kisah ini menunjukkan bahwa apa yang kita berikan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, justru akan diganti dengan yang lebih baik.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah untuk berinfak dan bersedekah — karena harta yang kita berikan di jalan Allah akan menjadi simpanan abadi di sisi-Nya.
  2. Jangan takut berkurang harta karena sedekah — karena Allah telah menjamin akan mengganti dan melipatgandakannya.
  3. Jadikan sedekah sebagai kebiasaan — sekecil apa pun, karena yang kecil jika dilakukan rutin akan menjadi besar di sisi Allah.
  4. Perbanyak sedekah kepada keluarga, tetangga, dan orang yang membutuhkan — sebagaimana Aisyah dan keluarganya membagikan hampir seluruh daging domba mereka.
  5. Tanamkan keyakinan bahwa apa yang kita infakkan adalah investasi akhirat yang paling menguntungkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.