Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2455 tentang Manusia tua namun cinta dunia tetap membara

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah realita kehidupan: meskipun tubuh manusia semakin tua dan melemah, ada dua hal yang tidak pernah tua dalam diri manusia, bahkan semakin kuat, yaitu keinginan terhadap harta dan keinginan berumur panjang. Ini adalah peringatan dari Nabi ﷺ agar kita tidak terlena mengejar dunia hingga melupakan akhirat, dan agar kita memanfaatkan umur dengan sebaik-baiknya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (No. 2455)

Teks Arab hadits (dengan harakat sesuai riwayat):

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَيَشِبُّ مِنْهُ اثْنَانِ الْحِرْصُ عَلَى الْمَالِ وَالْحِرْصُ عَلَى الْعُمُرِ"

Makna Ringkas: "Anak Adam menjadi tua, tetapi dua hal membuatnya tetap muda: keinginan terhadap harta dan keinginan terhadap umur (panjang)."

Imam At-Tirmidzi berkata setelah meriwayatkan hadits ini: "Hadits ini hasan shahih."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (No. 6420) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (No. 1047) dari jalur Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menggambarkan tabiat dasar manusia yang tidak pernah merasa cukup. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa sifat hirs (keinginan kuat) terhadap harta dan umur adalah fitrah yang Allah ciptakan pada manusia, namun syariat datang untuk mengarahkannya. Keinginan terhadap harta bisa menjadi baik jika digunakan untuk ketaatan dan menafkahi keluarga, dan keinginan umur panjang bisa menjadi baik jika digunakan untuk memperbanyak amal shalih.

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa manusia itu aneh: ia sangat berambisi mengumpulkan harta padahal tidak tahu kapan ajalnya, dan ia sangat berharap umur panjang padahal setiap hari ia semakin dekat dengan kematian. Beliau menasihatkan agar manusia menjadikan keinginan tersebut sebagai motivasi untuk beramal, bukan untuk berfoya-foya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menafsirkan bahwa makna "menjadi tua" adalah melemahnya kekuatan fisik dan berkurangnya kemampuan tubuh. Namun dua hal ini tidak pernah melemah: keinginan menumpuk harta dan keinginan hidup lebih lama. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak akan pernah puas dengan dunia, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain: "Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, ia pasti ingin lembah kedua."

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini juga mengandung pelajaran tentang pentingnya memanfaatkan waktu. Karena manusia selalu ingin umur panjang, maka seharusnya ia mengisi umurnya dengan ketaatan, bukan dengan kemaksiatan. Beliau juga menekankan bahwa keinginan terhadap harta itu wajar, tetapi harus dibatasi dengan syariat agar tidak menjadi tamak yang tercela.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Qatadah bin Di'amah as-Sadusi, salah seorang tabi'in besar yang meriwayatkan hadits ini dari Anas bin Malik, dikenal sebagai ulama yang sangat zuhud terhadap dunia. Beliau pernah berkata: "Sungguh menakjubkan, manusia berlomba-lomba mengumpulkan harta yang tidak akan mereka bawa mati, dan mereka lalai dari amal yang akan menemani mereka di kubur."

Beliau juga sering menangis ketika membaca firman Allah tentang hari kiamat, dan beliau berkata: "Seandainya manusia mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematian, niscaya mereka tidak akan tertawa dan tidak akan merasa tenang dengan dunia."

Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf memahami betul pesan hadits ini: dunia hanyalah persinggahan, dan umur adalah modal yang harus dijaga.

Kesimpulan Praktis

  1. Sadari bahwa keinginan harta dan umur panjang adalah fitrah manusia — jangan merasa aneh jika kita memilikinya, tetapi arahkan dengan benar.
  2. Jadikan keinginan harta sebagai motivasi untuk bersedekah dan menafkahi keluarga — bukan untuk menumpuk dan bermegah-megahan.
  3. Jadikan keinginan umur panjang sebagai motivasi memperbanyak amal shalih — karena setiap hari yang berlalu tidak akan kembali.
  4. Jangan menunda taubat dan kebaikan — karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.
  5. Perbanyak mengingat kematian — karena itu akan menahan kita dari cinta dunia yang berlebihan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?