Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang besarnya pahala yang akan diberikan kepada orang-orang yang diuji dengan musibah dan cobaan di dunia. Pada hari kiamat, orang-orang yang selamat dari ujian akan sangat menyesal dan berharap seandainya dulu di dunia mereka juga diuji, bahkan hingga kulit mereka digunting-gunting, agar bisa mendapatkan pahala yang begitu besar. Ini menunjukkan bahwa ujian dan cobaan di dunia adalah bentuk kasih sayang Allah yang dapat meninggikan derajat seorang mukmin.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Humaid ar-Razi dan Yusuf bin Musa al-Qaththan al-Baghdadi, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Maghra' Abu Zuhair, dari al-A'masy, dari Abu az-Zubair, dari Jabir, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
Teks Arab Hadits:
يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يُعْطَى أَهْلُ الْبَلاَءِ الثَّوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُودَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِي الدُّنْيَا بِالْمَقَارِيضِ
Terjemahan:
"Pada hari kiamat, ketika orang-orang yang diuji (di dunia) diberikan pahala mereka, orang-orang yang selamat (dari ujian) akan berharap seandainya kulit mereka telah digunting-gunting di dunia dengan gunting."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam kitab az-Zuhud (no. 2402). Imam at-Tirmidzi sendiri menyatakan hadits ini gharib (hanya diriwayatkan melalui satu jalur). Namun makna hadits ini sangat kuat dan didukung oleh banyak ayat dan hadits lain.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
QS. Az-Zumar [39]: 10
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Terjemahan: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan diberikan pahala mereka tanpa batas."
Ayat ini menunjukkan bahwa pahala bagi orang yang sabar dalam menghadapi ujian sangatlah besar, tanpa perhitungan.
Penjelasan Rinci
Makna Hadits:
Hadits ini menggambarkan keadaan di hari kiamat yang sangat menakjubkan. Ada dua kelompok manusia yang disebutkan:
- Ahlul Bala' (Orang yang Diuji): Mereka adalah orang-orang yang di dunia ditimpa berbagai musibah, penyakit, kesulitan hidup, dan cobaan. Mereka bersabar dan ridha dengan ketentuan Allah. Allah akan memberikan pahala yang sangat besar kepada mereka.
- Ahlul 'Afiyah (Orang yang Selamat): Mereka adalah orang-orang yang di dunia hidup dalam keadaan sehat, lapang, dan tidak banyak diuji. Ketika mereka melihat besarnya pahala yang diterima oleh ahlul bala', mereka akan sangat menyesal dan berharap seandainya dulu di dunia mereka juga diuji, bahkan dengan ujian yang paling berat sekalipun.
Penjelasan Ulama:
Imam Ibn Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang bersabar dalam menghadapi musibah. Beliau berkata: "Ini menunjukkan bahwa ujian dan cobaan di dunia adalah rahmat bagi seorang mukmin, karena dengannya dosa-dosa dihapuskan dan pahala dilipatgandakan."
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (w. 1376 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pahala orang yang bersabar itu tidak terbatas. Beliau berkata: "Allah memberikan pahala kepada orang yang sabar tanpa hisab dan tanpa batas, karena kesabaran adalah akhlak para nabi dan orang-orang shalih."
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan: "Hadits ini menjadi motivasi bagi seorang mukmin untuk bersabar ketika ditimpa musibah. Janganlah ia mengeluh atau marah, karena justru di balik ujian itu ada pahala yang besar."
Perbedaan Pendapat:
Hadits ini dinilai gharib oleh Imam at-Tirmidzi karena sanadnya. Namun maknanya shahih dan didukung oleh banyak dalil lain, seperti:
- Hadits shahih: "Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka Dia akan mengujinya." (HR. Bukhari)
- Hadits: "Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya karenanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Story Telling
Kisah Para Sahabat dalam Menghadapi Ujian:
Diriwayatkan dari Sa'id bin al-Musayyib (salah seorang tabi'in besar), bahwa ketika Bilal bin Rabah disiksa oleh kaum Quraisy dengan dibaringkan di atas pasir panas dan ditindih dengan batu besar, beliau hanya berkata: "Ahad, Ahad (Allah Maha Esa)."
Abu Bakar ash-Shiddiq kemudian membelinya dan memerdekakannya. Ketika ditanya mengapa ia bersabar, Bilal menjawab: "Aku tahu bahwa di balik siksaan ini ada pahala yang besar dari Allah."
Hikmah:
Kisah ini mengajarkan bahwa ujian yang paling berat sekalipun akan terasa ringan jika kita yakin akan pahala yang besar di sisi Allah. Para sahabat rela menderita demi iman mereka, dan Allah pun meninggikan derajat mereka.
Kesimpulan Praktis
- Bersabarlah ketika ditimpa musibah, karena di baliknya ada pahala besar.
- Jangan iri kepada orang yang hidupnya selalu lapang tanpa ujian, karena bisa jadi itu adalah istidraj (penundaan hukuman).
- Bersyukurlah atas ujian yang Allah berikan, karena itu tanda Allah menghendaki kebaikan untukmu.
- Yakinlah bahwa pahala orang yang sabar tidak terbatas dan tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk bersabar dalam setiap ujian dan menjadikan kita termasuk ahlul bala' yang mendapatkan pahala besar di akhirat.