Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2381 tentang Balasan bagi pelaku riya dan sum'ah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang bahaya riya' (ingin dilihat orang) dan sum'ah (ingin didengar orang). Keduanya adalah penyakit hati yang dapat merusak amal. Balasannya di akhirat adalah Allah akan mempermalukan pelakunya di hadapan makhluk-Nya, dengan membuka apa yang selama ini ia sembunyikan. Hadits ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya memiliki sifat kasih sayang kepada sesama manusia, karena rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang penyayang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Zuhd, Bab tentang Riya dan Sum'ah, no. 2381, dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini.

Teks Hadits (Arab berharakat):

مَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُسَمِّعْ يُسَمِّعِ اللَّهُ بِهِ

Makna: "Barangsiapa berbuat riya' (ingin dilihat manusia), maka Allah akan memperlihatkan (amalnya) pada hari kiamat. Dan barangsiapa berbuat sum'ah (ingin didengar manusia), maka Allah akan memperdengarkan (amalnya) pada hari kiamat."

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

QS. Al-Ma'un [107]: 4-6

"Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya'."

Ayat ini dengan tegas mengaitkan riya' dengan kebinasaan, meskipun orang tersebut mengerjakan shalat.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa riya' dan sum'ah adalah dua cabang dari syirik kecil. Keduanya muncul dari keinginan hati untuk mencari pujian dan kedudukan di hati manusia, bukan murni karena Allah.

1. Makna "Man raa-a yuraa-illahu bih" (مَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa balasan ini bersifat muqabalah (setimpal). Orang yang beramal karena ingin dilihat manusia, maka pada hari kiamat Allah akan memperlihatkan amalnya kepada seluruh makhluk seraya berfirman: "Ini adalah orang yang beramal karena ingin dilihat. Lihatlah amalnya, apakah ada pahala baginya?" Ini adalah bentuk penghinaan yang sangat pedih.

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Al-Fawa'id menjelaskan bahwa riya' adalah racun yang membunuh amal. Beliau mengibaratkan amal yang bercampur riya' seperti makanan yang telah tercampur racun — meskipun bentuknya menarik, namun memakannya akan membinasakan.

2. Makna "Man yusammi' yusammi'illahu bih" (وَمَنْ يُسَمِّعْ يُسَمِّعِ اللَّهُ بِهِ)

Sum'ah adalah saudara kembar riya'. Jika riya' berkaitan dengan penglihatan (ingin dilihat), maka sum'ah berkaitan dengan pendengaran (ingin didengar). Contohnya: seseorang yang memperbagus suara bacaannya ketika ada orang lain mendengar, atau memperbanyak dzikir dengan suara keras agar diketahui orang lain bahwa ia rajin beribadah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang beramal karena sum'ah, maka Allah akan membuka kedoknya di hari kiamat dan memperdengarkan kepada semua makhluk tentang niat buruknya. Ini adalah balasan yang sangat menghinakan.

3. Hubungan dengan Hadits Kedua tentang Kasih Sayang

Nabi ﷺ menggandengkan dua hal ini dalam satu riwayat. Para ulama melihat ada hikmah besar di sini: orang yang hatinya bersih dari riya' dan sum'ah adalah orang yang ikhlas. Dan orang yang ikhlas kepada Allah akan memancarkan kasih sayang kepada sesama makhluk. Sebaliknya, orang yang sibuk mencari pujian manusia biasanya hatinya keras dan tidak peduli dengan penderitaan orang lain.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari sahabat Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ لَا يَرْحَمِ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ

"Barangsiapa tidak mengasihi manusia, maka Allah tidak akan mengasihinya." (HR. Bukhari no. 7376)

4. Peringatan Keras dari Para Ulama

Imam Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata: "Meninggalkan amal karena manusia adalah riya', dan beramal karena manusia adalah syirik. Sedangkan ikhlas adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya."

Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat bagiku untuk diobati daripada niatku, karena ia selalu berbolak-balik."

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang ulama salaf bernama Muhammad bin Sirin rahimahullah (salah satu tabi'in besar) sangat takut dengan riya'. Suatu hari ia menangis dan ditanya oleh muridnya, "Wahai guruku, apa yang membuatmu menangis?" Beliau menjawab, "Aku takut Allah menemukan amalku yang bercampur riya', lalu amalku ditolak dan aku menjadi orang yang merugi."

Kisah ini menunjukkan betapa generasi terbaik umat ini sangat berhati-hati dengan penyakit hati yang halus ini. Mereka lebih takut pada riya' daripada takut pada musuh yang nyata, karena riya' menyerang dari dalam dan merusak amal tanpa disadari.

Kesimpulan Praktis

  1. Periksa niat sebelum beramal — tanyakan pada hati: "Apakah aku melakukan ini karena Allah atau karena ingin dipuji manusia?"
  2. Sembunyikan amal kebaikan — sebisa mungkin lakukan ibadah sunnah secara tersembunyi, karena itu lebih aman dari riya'.
  3. Jika terlanjur dipuji orang, jangan berbangga — berdoalah: "Ya Allah, jangan jadikan pujian mereka sebagai ujian bagiku, dan ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui."
  4. Latih hati untuk mengasihi sesama — karena rahmat Allah dekat dengan orang yang penyayang. Mulailah dari hal kecil: senyum, membantu yang kesulitan, mendoakan orang lain.
  5. Perbanyak doa meminta keikhlasan — Nabi ﷺ mengajarkan doa: "Allahumma inni a'udzu bika an usyrika bika wa ana a'lam, wa astaghfiruka lima la a'lam" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu sedang aku mengetahuinya, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa yang tidak aku ketahui).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?