Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2368 tentang Kemuliaan dan keutamaan hidup miskin di sisi Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan keadaan para sahabat Ahlus Shuffah yang sangat fakir dan lapar, sampai-sampai mereka jatuh pingsan saat shalat berjamaah karena lemahnya tubuh. Rasulullah ﷺ kemudian menenangkan mereka dengan kabar bahwa jika mereka tahu besarnya ganjaran yang Allah siapkan, mereka justru akan mencintai kefakiran dan kebutuhan itu. Ini adalah pelajaran tentang keutamaan sabar atas ujian dunia dan tingginya kedudukan orang-orang yang ikhlas dalam kefakiran demi mencari ridha Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Az-Zuhd, Bab "Apa yang Dikatakan tentang Kehidupan Para Sahabat Nabi ﷺ", no. 2368. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Dalil penguat dari Al-Qur'an tentang keutamaan orang-orang fakir yang sabar dan ikhlas:

QS. Al-Baqarah [2]: 273

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

" (Sedekah itu) bagi orang-orang fakir yang terikat (berjuang) di jalan Allah; mereka tidak mampu (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka adalah orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta kepada orang lain dengan mendesak. Dan apa pun harta baik yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya."

Ayat ini turun berkaitan dengan Ahlus Shuffah sebagaimana disebutkan oleh para ulama tafsir, termasuk Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya dan Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di. Mereka adalah orang-orang fakir yang ikhlas, tidak meminta-minta, dan berjuang di jalan Allah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa Ahlus Shuffah adalah sekelompok sahabat yang tinggal di serambi Masjid Nabawi. Mereka tidak memiliki harta, rumah, atau keluarga di Madinah. Mereka adalah para pemuda dan tamu yang datang berhijrah dalam keadaan fakir, dan mereka mengabdikan diri untuk menuntut ilmu dan beribadah di sisi Rasulullah ﷺ.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam dan Fath al-Bari (syarah Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa keadaan Ahlus Shuffah adalah contoh nyata dari orang-orang yang mendahulukan akhirat atas dunia. Mereka rela menahan lapar dan hidup dalam kekurangan demi dekat dengan Nabi ﷺ dan mempelajari agama.

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menyebutkan bahwa Ahlus Shuffah adalah teladan dalam zuhud dan tawakkal. Mereka tidak mengeluh atas kefakiran mereka, bahkan mereka bersabar dan ridha dengan ketetapan Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "Jika kalian tahu apa yang disimpan untuk kalian di sisi Allah, maka kalian akan mencintai untuk ditambah dalam kemiskinan dan kebutuhan" adalah kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar atas ujian dunia. Ini menunjukkan bahwa pahala yang besar menanti mereka di akhirat, sehingga ujian dunia terasa ringan.

Hadits ini juga mengajarkan beberapa hal:

  1. Keutamaan sabar atas kefakiran — Para sahabat tidak mengeluh, tidak meminta-minta, dan tidak marah kepada Allah. Mereka justru bersabar dan ikhlas.
  2. Tingginya kedudukan orang yang zuhud — Mereka yang meninggalkan kenikmatan dunia demi akhirat akan mendapatkan ganjaran yang tidak terbayangkan.
  3. Celaan terhadap orang yang mengejek orang miskin — Orang Badui yang menganggap mereka gila menunjukkan kebodohan. Orang yang tidak memahami keadaan mereka akan salah menilai, tetapi Allah Maha Mengetahui keikhlasan mereka.
  4. Dorongan untuk tidak terpedaya oleh dunia — Nabi ﷺ mengajarkan bahwa kefakiran yang disertai kesabaran dan keikhlasan lebih baik daripada kekayaan yang melalaikan dari Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu — yang juga termasuk Ahlus Shuffah — pernah berkata: "Aku melihat tujuh puluh orang dari Ahlus Shuffah, tidak ada seorang pun di antara mereka yang memiliki kain kecuali satu kain yang menutupi lututnya atau menutupi tenggorokannya." (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya).

Ini menggambarkan betapa ekstremnya kefakiran mereka. Namun, dari merekalah lahir para ulama besar yang menghafal ribuan hadits. Abu Hurairah sendiri menjadi perawi hadits terbanyak. Ini membuktikan bahwa kefakiran dunia tidak menghalangi seseorang untuk meraih kemuliaan ilmu dan kedudukan tinggi di sisi Allah.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Abu Hurairah berkata: "Sungguh aku melihat diriku jatuh pingsan antara mimbar dan kamar Aisyah karena lapar, sampai-sampai orang mengira aku gila. Padahal aku tidak gila, hanya saja aku sangat lapar." Ini persis seperti yang digambarkan dalam hadits Fadalah bin 'Ubaid di atas.

Hikmahnya: Ujian dunia yang berat tidak mengurangi kemuliaan seseorang di sisi Allah. Justru kesabaran atas ujian itu mengangkat derajatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersabarlah atas ujian dunia — Kefakiran, sakit, atau kesulitan hidup adalah ujian. Orang yang sabar akan mendapatkan pahala besar di sisi Allah.
  2. Jangan menilai orang dari penampilan luarnya — Orang yang terlihat lemah dan miskin bisa jadi sangat mulia di sisi Allah. Allah melihat hati dan amal, bukan harta dan rupa.
  3. Ridha dengan ketetapan Allah — Para sahabat Ahlus Shuffah tidak mengeluh. Mereka yakin bahwa apa yang Allah tetapkan adalah yang terbaik.
  4. Dahulukan akhirat atas dunia — Kefakiran yang disertai keimanan lebih baik daripada kekayaan yang melalaikan. Namun, jika Allah memberi kekayaan, gunakanlah untuk ketaatan, bukan kemaksiatan.
  5. Jangan menghina atau mengejek orang miskin — Orang Badui yang mengejek mereka keliru. Kita harus berbaik sangka dan menghormati setiap muslim.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?