Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan bahwa rata-rata usia umat Nabi Muhammad ﷺ berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Ini bukanlah batasan mutlak, melainkan gambaran umum tentang pendeknya usia umat ini dibandingkan umat-umat sebelumnya. Hadits ini menjadi pengingat bagi kita untuk tidak panjang angan-angan dan segera mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'id Al-Jauhari, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rabi'ah, dari Kamil Abu Al-'Ala', dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
Teks Arab Hadits:
عُمُرُ أُمَّتِي مِنْ سِتِّينَ سَنَةً إِلَى سَبْعِينَ سَنَةً
Terjemahan: "Umur umatku antara enam puluh tahun hingga tujuh puluh tahun." (HR. At-Tirmidzi, no. 2331, beliau berkata: Hadits hasan gharib)
Penjelasan Ulama:
Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah. Imam Al-Mubarakfuri (dalam Tuhfatul Ahwadzi, syarah Sunan At-Tirmidzi) menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah kebanyakan umat ini akan wafat pada rentang usia tersebut. Hal ini bukan berarti tidak ada yang melebihi 70 tahun, tetapi jumlahnya sedikit. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali (dalam Latha'if Al-Ma'arif) juga membahas hadits ini dan mengaitkannya dengan anjuran untuk memperbanyak amal saleh karena usia yang pendek.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang realita usia umat Islam. Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Syarah Shahih Bukhari) ketika membahas bab tentang harapan panjang umur, beliau mengutip hadits ini sebagai pengingat bahwa rata-rata usia umat ini pendek. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan hadits ini dan menjadikannya sebagai motivasi untuk tidak menunda-nunda taubat dan amal saleh.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadhus Shalihin) menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Pengingat akan Kematian: Hadits ini secara tidak langsung mengingatkan kita bahwa kematian bisa datang kapan saja, terutama di usia yang sudah melewati 60 tahun. Ini adalah usia dimana seseorang seharusnya sudah lebih fokus pada akhirat.
- Anjuran untuk Tidak Panjang Angan-Angan (Thulul Amal): Karena usia rata-rata pendek, maka tidak sepantasnya seorang Muslim memiliki angan-angan yang panjang tentang dunia. Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah sangat menekankan hal ini. Beliau sering berkata, "Wahai anak Adam, sesungguhnya usiamu adalah hari-hari yang terhitung. Setiap kali satu hari berlalu, maka berlalu pula sebagian dari usiamu."
- Motivasi untuk Memanfaatkan Waktu: Usia yang pendek ini adalah modal yang sangat berharga. Setiap detiknya akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya mengisi waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
Perbedaan Pendapat: Tidak ada perbedaan pendapat yang prinsipal di kalangan ulama Ahlus Sunnah mengenai makna hadits ini. Mereka sepakat bahwa ini adalah informasi tentang kebanyakan umat, bukan batasan usia maksimal. Ada sebagian orang yang berusia lebih dari 70 tahun, dan itu adalah kelebihan yang harus disyukuri dengan memperbanyak amal.
Story Telling
Diriwayatkan dari Imam Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya Al-Jawab Al-Kafi, beliau menceritakan tentang seorang ulama salaf yang sangat memperhatikan hadits ini. Ketika usianya menginjak 60 tahun, ia mulai mengurung diri di rumahnya dan lebih banyak beribadah. Ketika ditanya, ia menjawab, "Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bahwa rata-rata usia umat ini adalah 60-70 tahun. Sekarang aku sudah berada di 'gerbang' perjalanan pulang. Maka tidak pantas bagiku untuk sibuk dengan hal-hal duniawi yang melalaikan."
Kisah ini menunjukkan bagaimana pemahaman yang benar terhadap hadits ini mendorong seseorang untuk semakin giat beribadah dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. Ini adalah akhlak para salafush shalih yang selalu menjadikan setiap informasi dari Nabi ﷺ sebagai bahan renungan dan pengamalan.
Kesimpulan Praktis
- Sadari Keterbatasan Usia: Pahamilah bahwa usia kita di dunia ini sangat terbatas. Jangan tertipu dengan angan-angan panjang tentang masa depan dunia.
- Segera Bertaubat dan Beramal: Jangan menunda-nunda taubat dan amal saleh. Mulailah dari sekarang, karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput.
- Manfaatkan Waktu dengan Bijak: Isilah setiap waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Hindari perbuatan sia-sia yang hanya membuang waktu.
- Bersyukur jika Berusia Panjang: Jika Allah ﷻ memberikan usia lebih dari 70 tahun, itu adalah karunia yang besar. Gunakan sisa usia tersebut untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.