Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu yang benar. Susu yang diminum Nabi ﷺ dalam mimpi lalu sisanya diberikan kepada ‘Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu ditafsirkan langsung oleh beliau sebagai ilmu. Artinya, ‘Umar akan diberi keutamaan ilmu yang besar, dan susu sendiri dalam mimpi merupakan simbol ilmu yang bermanfaat, murni, dan memberi kehidupan hati.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
Jāmi‘ at-Tirmidzī, no. 2284, dari ‘Abdullāh bin ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullāh ﷺ bersabda:
> "بَيْنَمَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أُتِيتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ فَشَرِبْتُ مِنْهُ ثُمَّ أَعْطَيْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ" قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: "الْعِلْمَ"
"Ketika aku tidur, aku dibawakan cangkir berisi susu, lalu aku meminumnya, kemudian aku memberikan sisanya kepada ‘Umar bin al-Khattab.” Mereka bertanya: “Bagaimana engkau menafsirkannya, wahai Rasulullāh?” Beliau menjawab: “Ilmu.” (HR. Tirmidzī, ia berkata: hadits hasan shahih)
Ayat Al-Qur’an yang terkait (sebagai penguat makna ilmu):
QS. Thāhā [20]: 114
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah: ‘Wahai Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu.’”
Penjelasan Ulama dari daftar:
- Al-Zuhrī (Muhammad bin Shihāb) – termasuk perawi hadits ini dan seorang tabi‘in besar yang sangat paham tentang mimpi dan ilmu.
- Muhammad bin Sīrīn (tabi‘in) – dikenal sebagai ulama tafsir mimpi. Beliau dan para ulama lain menafsirkan susu dalam mimpi sebagai ilmu, karena susu adalah makanan yang baik, mudah dicerna, dan memberi kekuatan pada badan; demikian pula ilmu memberi kekuatan pada hati. (Lihat: Fath al-Bārī karya Ibnu Hajar, 12/422)
- Ibnu Hajar al-‘Asqalānī – dalam Fath al-Bārī (12/422) menjelaskan bahwa takwil susu sebagai ilmu telah disebutkan dalam hadits ini langsung oleh Nabi ﷺ, sehingga menjadi dalil utama.
- Imam an-Nawawī – dalam Syarh Muslim (15/25) menyebutkan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, dan susu adalah simbol ilmu karena ia keluar dari antara kotoran dan darah, bersih dan lezat.
- Ibnu Rajab al-Hanbalī – dalam Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Hikam (1/323) menukil bahwa para ulama salaf menafsirkan susu sebagai ilmu yang murni dan bermanfaat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini termasuk dalam bab mimpi Nabi ﷺ. Para ulama sepakat bahwa mimpi para nabi adalah wahyu yang benar (haqq). Susu yang diberikan kepada Nabi ﷺ dalam mimpi memiliki takwil yang langsung dijelaskan oleh beliau sendiri, yaitu ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa:
- Susu melambangkan ilmu yang murni, tanpa campuran syubhat.
- Pemberian sisa susu kepada ‘Umar mengindikasikan bahwa ‘Umar akan memiliki keutamaan dalam ilmu dan pemahaman agama.
- ‘Umar radhiyallāhu ‘anhu memang dikenal sebagai seorang yang faqih, kuat dalam memutuskan hukum, dan sering kali turun wahyu yang sesuai dengan pendapatnya (seperti dalam kasus tawanan perang Badar dan masalah azan).
Perbedaan pendapat ulama:
Sebagian ulama (seperti Ibnu Sīrīn) menafsirkan susu secara umum sebagai fitrah atau kebaikan, namun dalam hadits ini Nabi ﷺ secara spesifik menetapkan takwilnya sebagai ilmu. Oleh karena itu, pendapat yang paling kuat adalah apa yang disabdakan langsung oleh beliau, yaitu ilmu.
Catatan penting:
Ibnu Hajar al-‘Asqalānī dalam Fath al-Bārī menegaskan bahwa mimpi ini termasuk kabar gembira bagi ‘Umar dan umat Islam, bahwa ilmu akan tersebar melalui beliau dan para sahabat.
Story Telling
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa ‘Umar pernah bermimpi melihat dirinya meminum susu hingga keluar dari kuku jarinya, lalu beliau menceritakannya kepada Nabi ﷺ, dan Nabi pun menafsirkannya sebagai ilmu (HR. al-Bukhārī). Kisah ini menunjukkan bahwa susu memang sering dikaitkan dengan ilmu. ‘Umar sendiri adalah seorang yang sangat haus akan ilmu; beliau selalu bertanya dan memastikan pemahaman yang benar. Ketika turun ayat tentang pengharaman khamr, ‘Umar langsung memohon penjelasan tambahan kepada Allah. Allah pun mengabulkannya melalui wahyu yang kemudian dikenal sebagai “khabar ‘Umar”.
Kesimpulan Praktis
- Mimpi yang baik bisa menjadi kabar gembira, terutama jika datang dari orang shalih atau diriwayatkan dari Nabi ﷺ.
- Susu dalam mimpi ditafsirkan dengan ilmu oleh Nabi ﷺ sendiri; kita bisa belajar bahwa menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat mulia.
- Keutamaan ‘Umar bin al-Khattab dalam ilmu menunjukkan bahwa ilmu tidak hanya dimiliki oleh para nabi, tetapi juga diberikan kepada para sahabat yang ikhlas.
- Hendaknya kita memperbanyak doa memohon ilmu yang bermanfaat, sebagaimana doa Nabi ﷺ: “Allāhumma innī as’aluka ‘ilman nāfi‘an.” (Ya Allah, aku memohon ilmu yang bermanfaat.)
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.