Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2257 tentang Perintah amar makruf nahi munkar saat mendapat kemenangan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini memberi kabar gembira sekaligus peringatan: umat Islam akan ditolong, menang, dan diberi kemenangan (futuh). Namun ketika kemenangan itu datang, tugas utama seorang mukmin bukan berbangga diri, melainkan bertakwa kepada Allah, menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, dan menjauhi dusta atas nama Nabi ﷺ. Dusta atas Nabi ﷺ adalah dosa besar yang ancamannya neraka.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Ali 'Imran [3]: 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Terjemahan: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."

QS. An-Nahl [16]: 90

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه, dari kitab Jami' At-Tirmidzi no. 2257, Kitab Fitnah. Imam At-Tirmidzi menyatakan: "Hadits ini hasan shahih."

Hadits lain yang semakna tentang ancaman dusta atas Nabi ﷺ — diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Terjemahan: "Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka."

Penjelasan Rinci

1. Kabar gembira: pertolongan, kemenangan, dan futuh

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa umat ini akan manshurun (ditolong), mushibun (mendapat kemenangan), dan maftuhun lakum (dibukakan bagi kalian negeri-negeri/kemenangan). Ini adalah janji Allah yang pasti, sebagaimana dalam QS. Ar-Rum [30]: 47 dan QS. Ash-Shaff [61]: 13.

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa janji pertolongan Allah kepada orang beriman bersifat umum, dan kemenangan yang dimaksud bisa berupa kemenangan dakwah, kemenangan atas musuh, maupun terbukanya hati manusia kepada Islam. As-Sa'di menegaskan bahwa pertolongan Allah datang kepada orang yang menegakkan tauhid dan ketaatan, bukan kepada yang menyimpang.

2. Tugas ketika kemenangan datang: takwa dan amar ma'ruf nahi munkar

Nabi ﷺ tidak menyuruh umatnya berbangga atau menumpuk harta ketika menang. Justru beliau memerintahkan tiga hal:

  • Bertakwa kepada Allah — menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, baik lahir maupun batin.
  • Amar ma'ruf — mengajak kepada kebaikan dengan cara yang baik.
  • Nahi munkar — mencegah kemungkaran sesuai kemampuan dan adab.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa amar ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban umat, dan menjadi sebab terjaganya keberkahan serta pertolongan Allah. Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa amar ma'ruf nahi munkar harus dilakukan dengan ilmu, hikmah, dan lembut — bukan dengan kekerasan atau ghuluw.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa takwa adalah wasiat Allah kepada umat-umat terdahulu dan yang akan datang, dan ia adalah sebab utama datangnya pertolongan.

3. Peringatan keras: dusta atas nama Nabi ﷺ

Bagian akhir hadits adalah ancaman yang sangat keras: siapa yang sengaja berdusta atas nama Nabi ﷺ, maka tempatnya adalah neraka. Ini menunjukkan bahwa menyampaikan hadits tanpa ilmu, memalsukan hadits, atau menisbatkan sesuatu kepada Nabi ﷺ tanpa dasar adalah dosa besar.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa ancaman ini berlaku bagi yang sengaja berdusta, bukan yang keliru tanpa sengaja. Namun beliau juga mengingatkan bahwa seorang muslim wajib berhati-hati dalam meriwayatkan hadits, dan tidak menyampaikan kecuali yang jelas keshahihannya.

Imam Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma'in — dua ulama besar dalam ilmu hadits — sangat ketat dalam menerima riwayat, demi menjaga kemurnian sunnah Nabi ﷺ.

4. Kaitan dengan perawi: Abdullah bin Mas'ud

Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه adalah sahabat mulia, ahli Al-Qur'an, dan salah satu yang paling dekat dengan Nabi ﷺ. Beliau meriwayatkan hadits ini dari Nabi ﷺ secara langsung, dan anaknya Abdurrahman menyampaikannya. Ini menunjukkan betapa pentingnya hadits ini, karena disampaikan oleh sahabat yang sangat berhati-hati dalam meriwayatkan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه pernah berkata: "Sesungguhnya kalian berada di zaman yang banyak ulamanya dan sedikit penceramahnya; dan akan datang zaman yang sedikit ulamanya dan banyak penceramahnya." (Riwayat ini disebutkan oleh Ad-Darimi dalam Sunan-nya).

Hikmahnya: ketika kemenangan dan kemudahan datang, justru ujian terbesar adalah menjaga ilmu dan ketakwaan. Banyak orang berbicara atas nama agama tanpa ilmu, sehingga jatuh dalam dusta atas nama Nabi ﷺ. Karena itu, para salaf seperti Sufyan ats-Tsauri, Abdullah bin al-Mubarak, dan Al-Awza'i sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadits, bahkan menolak riwayat dari orang yang tidak dikenal kejujurannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersyukurlah atas pertolongan Allah — jangan berbangga diri, karena kemenangan datang dari Allah.
  2. Tingkatkan takwa — kemenangan bukan alasan untuk berhenti beribadah, justru semakin taat.
  3. Tegakkan amar ma'ruf nahi munkar — dengan ilmu, hikmah, dan lembut, sesuai kemampuan.
  4. Jangan berdusta atas nama Nabi ﷺ — sampaikan hadits hanya yang shahih, dan jangan mengarang atau menisbatkan tanpa dasar.
  5. Rujuk kepada ulama terpercaya — dalam memahami hadits dan agama, agar tidak tersesat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?