Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan besarnya keutamaan adzan dan shaf (barisan) pertama dalam shalat berjamaah. Jika saja manusia mengetahui pahala besar yang Allah siapkan untuk keduanya, niscaya mereka akan berebut dan rela mengundi untuk mendapatkannya. Ini menunjukkan bahwa amal-amal tertentu memiliki keutamaan khusus yang tidak diketahui secara rinci oleh manusia, sehingga semangat beribadah seharusnya didasari ilmu dan iman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Shalat, Bab Apa yang Dikatakan tentang Keutamaan Barisan Pertama, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ.
Teks hadits yang disebutkan:
وَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ "لَوْ أَنَّ النَّاسَ يَعْلَمُونَ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا عَلَيْهِ"
Terjemahan: "Dan Nabi ﷺ bersabda: 'Jika orang-orang mengetahui apa (pahala) yang ada dalam panggilan (adzan) dan barisan pertama, dan mereka tidak menemukan cara lain untuk mendapatkannya kecuali dengan mengundi, maka mereka pasti akan mengundi.'"
Hadits ini juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang semakna, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan anjuran bersegera menuju shaf pertama dan adzan, serta besarnya pahala bagi yang melakukannya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Keutamaan Adzan (An-Nida'): Adzan adalah seruan kepada shalat yang memiliki pahala besar. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa pahala adzan sangat agung, bahkan setan lari ketika mendengarnya. Orang yang mengumandangkan adzan akan mendapat pahala sebanyak orang yang mendengarnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain.
- Keutamaan Shaf Pertama: Shaf pertama dalam shalat berjamaah memiliki keutamaan khusus. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa shaf pertama lebih utama karena lebih dekat kepada imam, lebih cepat dalam mengikuti gerakan imam, dan menunjukkan kesungguhan dalam beribadah. Namun, keutamaan ini berlaku umum, baik untuk laki-laki maupun perempuan, dengan catatan tidak menimbulkan fitnah atau gangguan.
- Undian (Al-Istiham): Kata "يَسْتَهِمُوا" berasal dari "الاستهام" yang berarti mengundi dengan anak panah atau cara lain. Ini menunjukkan bahwa jika seandainya pahala adzan dan shaf pertama bisa diraih hanya dengan cara mengundi, manusia akan rela melakukannya karena besarnya pahala. Ini adalah gambaran betapa besar keutamaan tersebut, meskipun manusia sering lalai karena tidak mengetahui hakikat pahala secara sempurna.
- Pemahaman Ulama:
- Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini memotivasi untuk bersegera menuju masjid dan mengambil shaf pertama, serta tidak meremehkan adzan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa keutamaan ini tidak berarti boleh melakukan hal yang dilarang, seperti mendahului imam atau menyakiti orang lain demi mendapatkan shaf pertama.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa semangat berebut shaf pertama harus tetap menjaga adab dan tidak menimbulkan kerusakan.
- Perbedaan Pendapat: Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa shaf pertama adalah yang paling dekat dengan imam, sedangkan sebagian lainnya memaknai sebagai shaf yang paling depan secara umum. Namun, pendapat yang paling kuat adalah yang paling dekat dengan imam, selama tidak ada penghalang syar'i.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa pada masa Nabi ﷺ, para sahabat sangat bersemangat untuk mendapatkan shaf pertama. Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dikenal selalu berada di shaf pertama, begitu pula Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Suatu ketika, seorang sahabat datang terlambat dan mendapati shaf pertama sudah penuh, maka ia pun berdiri di shaf kedua dengan penuh penyesalan. Nabi ﷺ kemudian menyebutkan hadits ini untuk menegaskan betapa besar pahala yang terlewatkan. Hikmahnya, semangat beribadah harus didasari ilmu dan kesungguhan, bukan sekadar kebiasaan.
Kesimpulan Praktis
- Bersegeralah menuju masjid dan berusaha mendapatkan shaf pertama, karena pahalanya sangat besar.
- Jangan meremehkan adzan; jawablah adzan dan berdoalah setelahnya.
- Jika terjadi perebutan shaf pertama, selesaikan dengan adab, bukan dengan saling mendahului atau menyakiti.
- Tanamkan dalam hati bahwa pahala amal-amal tertentu hanya diketahui oleh Allah, dan orang beriman akan bersemangat meraihnya.
- Ingatlah bahwa keutamaan ini berlaku bagi yang ikhlas dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.