Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2241 tentang Dajjal buta sebelah mata, Tuhan tidak buta

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan salah satu tanda besar hari kiamat, yaitu keluarnya Dajjal. Nabi ﷺ menegaskan bahwa Allah tidak buta sebelah (tidak memiliki kekurangan), sedangkan Dajjal adalah seorang manusia yang buta sebelah mata kanannya, dan matanya seperti anggur yang mengapung. Ini adalah kabar ghaib yang wajib kita imani, sekaligus peringatan agar kita tidak tertipu oleh fitnah Dajjal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat At-Tirmidzi:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Al-Fitan, Bab Ma Jaa'a fil Dajjal, no. 2241, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini shahih gharib dari jalur 'Ubaidillah bin Umar.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-Anbiya' [21]: 36-37 (tentang orang kafir yang mengejek Nabi ﷺ, dan sifat manusia yang tergesa-gesa) — namun untuk konteks sifat Allah yang tidak buta, kita bisa merujuk pada QS. Asy-Syura [42]: 11:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak memiliki kekurangan, termasuk tidak buta sebelah, sebagaimana ditegaskan dalam hadits.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sifat buta sebelah pada Dajjal adalah tanda nyata bahwa ia bukan Tuhan, karena Tuhan tidak mungkin memiliki kekurangan.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa mata Dajjal yang buta adalah salah satu tanda fisik yang membedakannya dari manusia biasa, dan ini adalah kabar ghaib yang harus diimani.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu dalil tentang fitnah Dajjal yang sangat besar. Nabi ﷺ ditanya tentang Dajjal, lalu beliau menjawab dengan dua hal penting:

  1. "Sesungguhnya Tuhanmu tidak buta sebelah" — Ini adalah bantahan terhadap klaim Dajjal yang akan mengaku sebagai Tuhan. Allah Maha Sempurna, tidak memiliki kekurangan sedikit pun. Dajjal yang buta mata kanannya jelas bukan Tuhan, karena Tuhan tidak mungkin buta.
  2. "Dan sesungguhnya dia buta sebelah; mata kanannya seperti anggur yang mengapung" — Ini adalah ciri fisik Dajjal yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih. Mata kanannya buta dan menonjol seperti anggur yang mengapung di atas air.

Pemahaman Ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Dajjal adalah manusia biasa yang Allah ciptakan sebagai ujian bagi umat manusia. Ia memiliki tanda-tanda fisik yang jelas, seperti buta sebelah, sehingga orang beriman tidak akan tertipu.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Lum'atul I'tiqad menjelaskan bahwa mengimani kabar tentang Dajjal adalah bagian dari iman kepada hal ghaib. Kita wajib membenarkan berita Nabi ﷺ tentang Dajjal, termasuk ciri-cirinya, meskipun kita belum melihatnya.
  • Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarah hadits-hadits tentang fitnah) menjelaskan bahwa penyebutan mata kanan yang buta adalah untuk menunjukkan bahwa Dajjal memiliki kekurangan yang nyata, sehingga tidak mungkin menjadi Tuhan.

Perbedaan Pendapat:

Para ulama sepakat bahwa Dajjal buta mata kanannya. Namun ada perbedaan dalam memahami maksud "seperti anggur yang mengapung":

  • Sebagian ulama (seperti Imam An-Nawawi) memahaminya secara tekstual, bahwa matanya benar-benar menonjol seperti anggur.
  • Sebagian lain (seperti Ibnu Hajar) menekankan bahwa ini adalah gambaran fisik yang harus diimani tanpa perlu mempertanyakan bagaimana bentuknya secara detail.

Kesimpulannya, kita wajib mengimani kabar ini secara tekstual, karena Nabi ﷺ tidak pernah berbohong.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ pernah bercerita kepada kami tentang Dajjal. Beliau bersabda: 'Sungguh, Dajjal akan muncul, dan bersamanya ada air dan api. Apa yang tampak sebagai api, sebenarnya adalah air yang dingin. Dan apa yang tampak sebagai air, sebenarnya adalah api yang membakar. Maka siapa di antara kalian yang menjumpainya, hendaklah ia memilih yang tampak sebagai api, karena itu sebenarnya adalah air yang baik.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah dari kisah ini: Dajjal akan datang dengan fitnah yang membingungkan. Ia menampakkan kebatilan seolah kebenaran, dan kebenaran seolah kebatilan. Maka orang beriman harus berpegang teguh pada petunjuk Nabi ﷺ, karena hanya dengan itulah ia selamat dari fitnah Dajjal.

Kesimpulan Praktis

  1. Imani kabar ghaib tentang Dajjal sebagai bagian dari rukun iman kepada hari akhir.
  2. Jangan tertipu oleh fitnah Dajjal — ia buta sebelah, sedangkan Allah Maha Sempurna.
  3. Pelajari tanda-tanda Dajjal dari hadits-hadits shahih agar kita waspada.
  4. Perbanyak membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, karena Nabi ﷺ menganjurkan hal itu sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal.
  5. Berdoa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal, terutama dalam tasyahhud akhir.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?