Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits shahih tentang tanda-tanda besar hari kiamat, khususnya tentang Dajjal. Inti hadits ini mengajarkan dua hal penting: pertama, bahwa Dajjal adalah manusia biasa yang buta sebelah matanya, dan Allah Ta'ala Maha Sempurna dan tidak mungkin buta. Kedua, Dajjal memiliki tanda tertulis "Kafir" di antara kedua matanya yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, sebagai bukti kebohongannya. Hadits ini juga menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang akan melihat Allah di dunia ini, dan bahwa peringatan tentang Dajjal telah disampaikan oleh seluruh Nabi, namun Nabi Muhammad ﷺ memberikan peringatan yang lebih rinci.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Anbiya' [21]: 36-37 (tentang orang kafir yang mengejek Nabi dan sifat tergesa-gesa manusia) - namun yang lebih relevan adalah tentang tidak mungkinnya melihat Allah di dunia:
QS. Al-A'raf [7]: 143 (tentang Nabi Musa yang tidak sanggup melihat Allah di dunia):
لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ
Artinya: "Engkau tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke gunung itu; jika ia tetap di tempatnya, maka engkau akan dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Fitnah, Bab Tanda Dajjal, nomor 2235. Juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma.
Kaitan dengan ulama dalam daftar:
- Imam At-Tirmidzi (penulis kitab) menilai hadits ini shahih sebagaimana tercantum di akhir hadits.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa tanda "Kafir" di antara kedua mata Dajjal adalah tanda nyata yang bisa dilihat oleh setiap orang, baik mukmin maupun kafir, namun hanya orang mukmin yang bisa membacanya dengan pemahaman yang benar.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa tulisan "Kafir" ini adalah tanda fisik yang diciptakan Allah sebagai bukti kebohongan Dajjal, dan setiap mukmin akan mampu membacanya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Dajjal adalah manusia biasa, bukan Tuhan
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Dajjal adalah manusia dari keturunan Adam, yang akan muncul di akhir zaman sebagai ujian terbesar bagi umat manusia. Ia memiliki kekuatan luar biasa yang Allah izinkan, namun ia tetap makhluk yang lemah dan buta sebelah matanya. Sifat buta sebelah ini menjadi bukti nyata bahwa ia bukan Tuhan, karena Allah Maha Sempurna dan tidak mungkin memiliki kekurangan.
2. Tanda "Kafir" di antara kedua mata
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Aqidah Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa tulisan "ك ف ر" (Kafir) ini adalah tulisan yang nyata dan dapat dibaca. Namun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama:
- Sebagian ulama seperti Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa tulisan itu dapat dibaca oleh setiap orang, baik mukmin maupun kafir.
- Sebagian ulama lain berpendapat bahwa hanya orang mukmin yang dapat membacanya dengan jelas, sedangkan orang kafir tidak dapat membacanya karena Allah menutup pemahaman mereka.
Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa tulisan itu nyata dan dapat dibaca oleh siapa saja, namun orang mukmin akan memahami maknanya dan menjadi peringatan baginya, sedangkan orang kafir akan mengabaikannya.
3. Tidak ada yang melihat Allah di dunia
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa melihat Allah hanya terjadi di akhirat bagi orang-orang mukmin. Di dunia, tidak ada seorang pun yang mampu melihat Allah, sebagaimana firman Allah kepada Nabi Musa. Ini menegaskan bahwa klaim Dajjal yang mengaku sebagai Tuhan adalah kebohongan besar, karena manusia tidak mungkin melihat Tuhannya di dunia.
4. Peringatan seluruh Nabi
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa seluruh Nabi dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad ﷺ telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal. Namun Nabi Muhammad ﷺ memberikan peringatan yang lebih rinci karena Dajjal akan muncul di akhir zaman, dan umat beliau adalah umat terakhir yang akan menghadapinya.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang pun setelah Adam yang diciptakan kecuali Dajjal akan menjadi ujian yang lebih besar baginya daripada ujian-ujian lainnya. Dan sesungguhnya Allah telah mengutusku sebagai pemberi peringatan yang terakhir. Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan kaumnya tentang Dajjal, dan aku adalah penutup para Nabi."
Kisah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Nabi ﷺ terhadap umatnya, hingga beliau memberikan peringatan yang sangat detail tentang Dajjal. Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi kepada umatnya, sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taubah [9]: 128 bahwa Nabi sangat menginginkan kebaikan bagi umatnya dan sangat kasih sayang kepada orang-orang mukmin.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa Dajjal adalah makhluk Allah yang lemah, bukan Tuhan. Tanda buta sebelah matanya adalah bukti nyata kebohongannya.
- Pelajari tanda-tanda Dajjal agar kita tidak tertipu olehnya ketika muncul kelak. Di antara tanda terbesarnya adalah tulisan "Kafir" di antara kedua matanya.
- Perbanyak membaca dan menghafal ayat Kursi serta sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, karena ini adalah perlindungan dari fitnah Dajjal sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
- Jangan pernah mengklaim melihat Allah di dunia, karena hal itu mustahil. Keyakinan yang benar adalah bahwa orang mukmin akan melihat Allah di akhirat kelak.
- Jadikan peringatan Nabi ﷺ ini sebagai motivasi untuk memperkuat iman, karena hanya orang-orang yang kuat imannya yang akan selamat dari fitnah Dajjal.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.