Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2233 tentang Turunnya Nabi Isa sebagai hakim adil di akhir zaman

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang turunnya Nabi Isa 'alaihissalam di akhir zaman sebagai tanda dekatnya hari kiamat. Beliau akan turun bukan sebagai nabi baru, melainkan sebagai hakim yang adil yang menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ. Turunnya beliau akan membawa keberkahan besar: salib dihancurkan, babi dibunuh, jizyah tidak lagi diperlukan karena seluruh manusia akan masuk Islam, dan harta melimpah ruah sehingga tidak ada yang mau menerima zakat atau sedekah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (No. 2233):

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda sertakan, dengan harakat lengkap):

> حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ"

Makna ringkas: Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh akan segera turun di tengah-tengah kalian putra Maryam (Isa) sebagai hakim yang adil. Ia akan mematahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan harta akan melimpah ruah hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

> وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

QS. An-Nisa' [4]: 159

Makna: "Dan tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali pasti akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi terhadap mereka."

Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa makna ayat ini adalah bahwa ketika Isa turun di akhir zaman, seluruh Ahli Kitab akan beriman kepadanya — baik Yahudi maupun Nasrani — dan tidak ada yang tersisa kecuali ia mengikuti Isa yang berhukum dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu tanda besar hari kiamat yang wajib diimani oleh setiap muslim. Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah sepakat bahwa turunnya Nabi Isa 'alaihissalam adalah benar dan pasti terjadi, sebagaimana dikabarkan dalam hadits-hadits shahih yang mutawatir maknanya.

Beberapa poin penting dalam hadits ini:

  1. "Hakiman Muqsithan" (حَكَمًا مُقْسِطًا) — Artinya hakim yang adil. Imam Al-Qadhi 'Iyadh (yang dinukil oleh Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa Isa turun untuk menegakkan keadilan dan menghilangkan kezaliman. Beliau akan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ, bukan dengan syariatnya yang terdahulu, karena syariat Muhammad telah menghapus (menasakh) syariat sebelumnya.
  2. "Mematahkan salib" — Ini menunjukkan bahwa Isa akan membatalkan ajaran Nasrani yang menganggapnya sebagai tuhan atau anak Tuhan. Beliau akan menghancurkan simbol-simbol kesyirikan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini adalah bukti bahwa Isa berlepas diri dari keyakinan kaum Nasrani yang menyembahnya.
  3. "Membunuh babi" — Karena babi adalah binatang yang diharamkan dalam syariat Islam. Ini menunjukkan bahwa Isa akan menegakkan hukum-hukum syariat Muhammad ﷺ yang mengharamkan babi, dan tidak ada lagi toleransi terhadap hal-hal yang diharamkan Allah.
  4. "Menghapus jizyah" — Jizyah adalah pajak yang diambil dari orang-orang kafir yang hidup di bawah perlindungan negara Islam sebagai imbalan perlindungan dan karena mereka tidak membayar zakat. Ketika Isa turun, seluruh manusia akan masuk Islam sehingga tidak ada lagi orang kafir yang membayar jizyah. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa makna "menghapus jizyah" adalah tidak ada lagi yang tersisa dari Ahli Kitab yang membayar jizyah, karena mereka semua telah beriman.
  5. "Harta melimpah ruah" — Ini adalah kabar gembira tentang kemakmuran yang luar biasa di zaman itu. Bahkan zakat dan sedekah tidak ada yang mau menerimanya karena semua orang sudah berkecukupan. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini menunjukkan keberkahan yang luar biasa di zaman turunnya Isa.

Kedudukan hadits ini: Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur lain, sehingga derajatnya shahih dan diterima oleh seluruh ulama Ahlus Sunnah.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Bagaimana keadaan kalian ketika putra Maryam turun di tengah-tengah kalian dan imam kalian berasal dari kalangan kalian sendiri?" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, beliau bersabda:

> "Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa. Dan sungguh ia akan turun. Maka apabila kalian melihatnya, kenalilah ia: seorang laki-laki yang sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, antara rambutnya ada warna kekuningan, seolah-olah kepalanya meneteskan air meskipun tidak basah. Ia akan memerangi manusia untuk menegakkan Islam, ia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Dan Allah akan membinasakan di tangannya seluruh agama selain Islam. Dan Allah akan membinasakan Al-Masih Ad-Dajjal di tangannya. Maka akan berlangsung keamanan di muka bumi hingga singa berjalan bersama unta, tidak ada permusuhan antara keduanya..." (HR. Ahmad, dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Hikmah dari kisah ini: Turunnya Isa 'alaihissalam adalah kabar gembira bagi kaum muslimin bahwa Allah akan menolong agama-Nya dan memenangkan hamba-hamba-Nya yang beriman. Ini juga mengajarkan kita untuk teguh berpegang pada syariat Nabi Muhammad ﷺ, karena Isa sendiri yang akan datang untuk menegakkan syariat ini, bukan syariat yang lain.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib mengimani turunnya Nabi Isa 'alaihissalam di akhir zaman sebagai salah satu tanda besar hari kiamat, karena ini adalah kabar dari Nabi ﷺ yang shahih dan disepakati oleh Ahlus Sunnah.
  2. Isa 'alaihissalam akan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ, bukan dengan syariatnya sendiri. Ini menunjukkan keagungan syariat Islam dan bahwa ia adalah syariat terakhir yang kekal hingga hari kiamat.
  3. Turunnya Isa membawa kemenangan bagi Islam — salib dihancurkan, babi dibunuh, dan seluruh manusia masuk Islam. Ini adalah kabar gembira bahwa agama Allah akan menang.
  4. Zaman itu adalah zaman yang penuh keberkahan — harta melimpah, keamanan merata, dan tidak ada lagi kemiskinan. Ini memotivasi kita untuk beramal shalih dan berharap kepada kebaikan akhir zaman.
  5. Jangan terpedaya oleh klaim-klaim palsu — Banyak orang mengaku sebagai Isa atau Al-Mahdi. Kita harus berpegang pada dalil-dalil shahih dan pemahaman ulama Ahlus Sunnah dalam menyikapi fitnah akhir zaman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.