Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu tanda dekatnya hari Kiamat. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa sebelum Kiamat tiba, akan muncul sekitar tiga puluh orang pendusta besar yang mengaku sebagai nabi atau rasul. Ini adalah peringatan keras tentang bahaya orang-orang yang mengaku mendapat wahyu, dan juga merupakan mukjizat Nabi ﷺ karena kabar ini benar-benar terjadi—banyak orang setelah beliau wafat yang mengaku nabi, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-'Ansi, dan lainnya. Hadits ini mengajarkan kita untuk waspada terhadap siapa pun yang mengaku membawa syariat baru atau mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ, karena beliau adalah penutup para nabi.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan, dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْبَعِثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ، كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ"
Terjemahan: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul hampir tiga puluh orang pendusta (Dajjal), masing-masing mengaku sebagai Rasulullah."
Imam At-Tirmidzi berkata: "Dalam bab ini ada riwayat dari Jabir bin Samurah dan Ibnu Umar. Dan hadits ini hasan shahih."
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
QS. Al-Ahzab [33]: 40
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits semakna dalam Shahih-nya (Kitab Al-Manaqib, Bab 'Alamat An-Nubuwwah fil Islam), dari Abu Hurairah dengan lafaz: "tidak akan tiba hari Kiamat hingga muncul hampir tiga puluh Dajjal, semuanya mengaku sebagai utusan Allah."
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud "Dajjal" di sini adalah pendusta besar, bukan hanya Dajjal Akbar yang disebut dalam hadits-hadits lain. Beliau menukil perkataan ulama bahwa sebagian dari tiga puluh pendusta ini telah muncul di masa lalu, dan sebagian lagi akan muncul menjelang Kiamat.
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah mukjizat Nabi ﷺ, karena telah terbukti muncul banyak pendusta setelah beliau wafat, dan yang paling terkenal adalah Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-'Ansi, Thulaihah Al-Asadi, dan Sajjah.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Makna "Dajjal" dalam hadits ini
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa kata "Dajjal" di sini bermakna umum, yaitu setiap pendusta besar yang menyesatkan manusia. Ini berbeda dengan "Dajjal Akbar" (Al-Masih Ad-Dajjal) yang disebut dalam hadits-hadits lain sebagai tanda Kiamat yang paling besar. Jadi, hadits ini mengabarkan tentang banyaknya pendusta yang mengaku nabi, dan di antara mereka ada yang benar-benar muncul di masa lalu, dan akan terus muncul hingga dekat Kiamat.
2. Bukti kenabian dan mukjizat Rasulullah ﷺ
Imam An-Nawawi dan ulama lainnya menegaskan bahwa hadits ini adalah salah satu bukti kebenaran Nabi Muhammad ﷺ. Beliau mengabarkan sesuatu yang belum terjadi, dan kemudian terbukti terjadi persis seperti yang beliau katakan. Setelah beliau wafat, muncul banyak orang yang mengaku nabi, di antaranya:
- Musailamah Al-Kadzdzab di Yamamah
- Al-Aswad Al-'Ansi di Yaman
- Thulaihah bin Khuwailid Al-Asadi di kalangan Bani Asad
- Sajjah binti Al-Harits yang mengaku nabi perempuan
Ini semua terjadi di masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, dan beliau memerangi mereka dengan tegas.
3. Peringatan tentang bahaya orang yang mengaku mendapat wahyu
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini mengandung peringatan keras agar umat Islam tidak tertipu oleh siapa pun yang mengaku membawa risalah baru dari Allah. Setelah Nabi Muhammad ﷺ, tidak ada lagi nabi atau rasul. Barangsiapa mengaku nabi setelah beliau, maka dia adalah pendusta dan sesat, dan wajib dilawan serta dijauhi.
4. Tanda dekatnya Kiamat
Imam Ibn Katsir dalam An-Nihayah fil Fitan wal Malahim menyebutkan bahwa munculnya para pendusta ini adalah salah satu tanda kecil Kiamat yang telah terjadi. Ini menunjukkan bahwa kita semakin dekat dengan hari akhir, sehingga kita harus semakin memperbanyak amal shalih dan persiapan diri.
5. Pelajaran tentang kemunculan Dajjal Akbar
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa hadits ini juga mengingatkan kita tentang Dajjal Akbar yang akan muncul di akhir zaman. Meskipun Dajjal Akbar bukanlah pengaku nabi, tetapi dia membawa fitnah yang sangat besar, dan kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dari fitnahnya, serta menghafal awal-awal surat Al-Kahfi sebagai perlindungan.
Story Telling
Dahulu, di masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, muncul seorang pendusta bernama Musailamah Al-Kadzdzab. Dia mengaku sebagai nabi dan bahkan menulis surat kepada Rasulullah ﷺ yang isinya: "Dari Musailamah Rasulullah kepada Muhammad Rasulullah." Maka Rasulullah ﷺ membalas suratnya dengan tegas: "Dari Muhammad Rasulullah kepada Musailamah Al-Kadzdzab. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk. Amma ba'du, sesungguhnya bumi ini milik Allah, diwariskan kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (HR. Abu Dawud)
Setelah Rasulullah ﷺ wafat, Musailamah semakin berani dan mengaku sebagai nabi. Dia menyesatkan banyak orang dengan perkataan-perkataan palsu yang meniru Al-Qur'an. Maka Abu Bakar Ash-Shiddiq memerangi mereka dalam Perang Yamamah, dan akhirnya Musailamah terbunuh oleh Wahsyi bin Harb—pembunuh Hamzah yang kemudian bertaubat dan menjadi pahlawan di perang tersebut.
Hikmah dari kisah ini: kebatilan pasti hancur, dan orang-orang yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ hanyalah pendusta yang akan binasa. Kita harus berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, serta tidak mudah tertipu oleh klaim-klaim palsu.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi — tidak ada nabi setelah beliau, dan siapa pun yang mengaku nabi adalah pendusta.
- Waspadai setiap orang yang mengaku membawa syariat baru atau mengaku mendapat wahyu dari Allah, karena ini adalah ciri para Dajjal yang disebut dalam hadits.
- Jadikan hadits ini sebagai bukti kebenaran Nabi ﷺ — kabar beliau tentang munculnya tiga puluh pendusta telah terbukti, dan ini memperkuat iman kita.
- Perbanyak persiapan menghadapi Kiamat — karena tanda-tandanya semakin banyak muncul, perbanyaklah taubat, shalat, dzikir, dan amal shalih.
- Hafalkan awal surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal, sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.