Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2207 tentang Kiamat terjadi saat nama Allah tak lagi disebut

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa salah satu tanda besar menjelang Kiamat adalah ketika nama Allah tidak lagi disebut dan diagungkan di muka bumi. Bukan berarti huruf "Allah" hilang dari tulisan, tetapi tidak ada lagi orang yang menegakkan tauhid, menyebut nama Allah dengan iman, dan mengajak kepada-Nya. Ini isyarat betapa rusaknya keadaan manusia di akhir zaman.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Al-An'am [6]: 158

وَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

Terjemah ringkas: "Apakah mereka hanya menunggu kedatangan malaikat, atau kedatangan Tuhanmu, atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu? Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau yang belum mengerjakan kebaikan dalam imannya. Katakanlah: 'Tunggulah, sesungguhnya kami pun menunggu.'"

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Fitnah, dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه. Imam At-Tirmidzi menyatakan hadits ini hasan. Namun beliau juga menyebutkan riwayat lain dari jalur yang sama (Humaid dari Anas) yang tidak di-marfu'kan (tidak disandarkan langsung kepada Nabi ﷺ, melainkan sebagai perkataan Anas sendiri), dan beliau menilai riwayat yang tidak marfu' itu lebih shahih dari yang pertama.

Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dari sahabat Anas رضي الله عنه, dengan lafaz yang serupa, dan ini memperkuat makna hadits secara keseluruhan.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan makna hadits ini.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas hadits semakna.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengaitkan tanda-tanda Kiamat dengan ayat-ayat terkait.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya tentang fitnah dan tanda Kiamat.

Penjelasan Rinci

Makna "Tidak diucapkan Allah, Allah di bumi":

Para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan memahami hadits ini dengan beberapa penjelasan yang saling melengkapi:

Pertama, sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim: maknanya adalah bahwa tidak akan ada lagi orang yang menyebut nama Allah, berdzikir kepada-Nya, menegakkan tauhid, dan mengajak manusia kepada-Nya. Bumi akan kosong dari orang-orang yang mengagungkan Allah dan menegakkan syariat-Nya.

Kedua, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini termasuk tanda-tanda besar Kiamat, yaitu ketika kejahatan merajalela dan kebaikan serta orang-orang shalih semakin sedikit, hingga tidak tersisa lagi orang yang menyebut nama Allah dengan penuh keimanan.

Ketiga, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami "Allah, Allah" di sini sebagai dzikir dan tauhid. Artinya, tidak ada lagi orang yang mengucapkan kalimat tauhid, tidak ada yang shalat, tidak ada yang berdoa kepada Allah. Sebagian ulama lain memahami bahwa yang dimaksud adalah hilangnya orang-orang shalih yang menjadi sebab terjaganya bumi ini.

Keempat, Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa keberadaan orang-orang beriman dan orang-orang yang berdzikir kepada Allah adalah sebab terjaganya dunia dari kehancuran. Ketika mereka hilang, maka Kiamat pun tiba.

Catatan tentang status hadits:

Imam At-Tirmidzi sendiri menyebutkan bahwa riwayat yang tidak di-marfu'kan (yaitu perkataan Anas bin Malik sendiri, bukan sabda Nabi ﷺ) lebih shahih. Ini menunjukkan kehati-hatian Imam At-Tirmidzi dalam menilai riwayat. Meskipun demikian, hadits semakna tetap shahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, sehingga maknanya tetap kuat dan dapat dijadikan pegangan.

Kesimpulan makna:

Hadits ini mengajarkan bahwa:

  1. Kiamat akan datang ketika bumi sudah kosong dari orang-orang yang menegakkan tauhid dan dzikir kepada Allah.
  2. Keberadaan orang-orang beriman adalah rahmat dan sebab terjaganya dunia.
  3. Ini isyarat agar kita menjadi bagian dari orang-orang yang senantiasa menyebut nama Allah, menegakkan tauhid, dan mengajak kepada kebaikan.

Story Telling

Diceritakan bahwa Al-Hasan al-Bashri رحمه الله, seorang tabi'in yang terkenal zuhud dan ilmunya, pernah berkata kepada murid-muridnya tentang pentingnya dzikir dan tauhid dalam kehidupan seorang hamba. Beliau mengingatkan bahwa hati yang kosong dari dzikir kepada Allah adalah hati yang mati, dan masyarakat yang kosong dari orang-orang yang menyebut nama Allah adalah masyarakat yang menuju kehancuran.

Fudail bin 'Iyadh رحمه الله, seorang ulama besar tabi'ut tabi'in, juga dikenal sangat menekankan pentingnya mengagungkan nama Allah dan menjauhi segala yang dapat mengurangi keagungan-Nya dalam hati seorang hamba. Beliau mengajarkan bahwa dzikir bukan sekadar ucapan lisan, tetapi harus disertai kehadiran hati dan kesadaran akan keagungan Allah.

Hikmahnya: Hadits ini bukan sekadar berita tentang masa depan, tetapi juga peringatan bagi kita agar tidak menjadi bagian dari orang-orang yang melupakan Allah, sehingga kita termasuk dalam golongan yang menjaga nama Allah tetap disebut dan diagungkan di muka bumi.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak dzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, karena dzikir adalah tanda kehidupan hati dan iman.
  2. Tegakkan tauhid dalam kehidupan sehari-hari, jauhi syirik dan segala yang merusak keimanan.
  3. Ajak kepada kebaikan dan jangan menjadi bagian dari orang-orang yang melupakan Allah.
  4. Jaga shalat dan ibadah sebagai bentuk pengagungan nama Allah.
  5. Sadari bahwa keberadaan orang beriman adalah sebab terjaganya dunia ini dari kehancuran.
  6. Jangan meremehkan perkara dzikir dan tauhid, karena keduanya adalah inti dari agama ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?