Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2200 tentang Hari-hari penuh pembunuhan dan diangkatnya ilmu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar dari Nabi ﷺ tentang tanda-tanda akhir zaman, yaitu diangkatnya ilmu dan banyaknya pembunuhan (al-harj). Ini bukan sekadar berita, tetapi juga peringatan agar kita bersungguh-sungguh menuntut ilmu selagi masih ada, dan agar kita berhati-hati dari fitnah yang menyebabkan pertumpahan darah. Di tengah masa yang penuh fitnah seperti itu, orang yang beribadah kepada Allah dengan ikhlas akan mendapatkan keutamaan yang besar, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:

Teks hadits yang Anda cantumkan adalah sebagai berikut (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا يُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ " . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْهَرْجُ قَالَ " الْقَتْلُ " .

Terjemahan: Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya di belakang kalian (setelah zaman kalian) ada hari-hari yang pada saat itu ilmu diangkat dan al-harj (pembunuhan) menjadi banyak." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah al-harj itu?" Beliau menjawab: "Pembunuhan." (HR. At-Tirmidzi no. 2200, dan beliau berkata: "Hadits ini shahih").

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur lain, dengan lafaz yang semakna. Ini menunjukkan keshahihan dan kekuatan hadits ini.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-Kahfi [18]: 28

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Terjemahan: "Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."

Ayat ini mengajarkan kita untuk tetap bersama orang-orang shalih dan tidak mengikuti hawa nafsu, terutama di masa-masa fitnah.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan makna "diangkatnya ilmu" dalam hadits-hadits semisal ini. Beliau menukil pendapat bahwa yang dimaksud adalah diangkatnya para ulama (wafatnya ulama), sehingga manusia tidak memiliki panutan dan mereka berfatwa tanpa ilmu, yang akhirnya menyebabkan kebodohan dan perpecahan.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa al-harj adalah pembunuhan, dan ini adalah salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Beliau juga menjelaskan bahwa fitnah ini akan melanda manusia secara umum.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan hadits ini dengan beberapa poin penting:

  1. Makna "Ilmu Diangkat" (يُرْفَعُ الْعِلْمُ): Para ulama, termasuk Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan diangkatnya ilmu bukanlah ilmu itu hilang dari lembaran-lembaran mushaf atau kitab, tetapi yang diangkat adalah para ulama (pembawa ilmu) dari tengah-tengah manusia. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadits lain: "Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu dengan mencabutnya dari dada para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama..." (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika ulama wafat, manusia akan mengambil pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh yang berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.
  2. Makna "Al-Harj" (الْهَرْجُ): Dalam hadits ini, Nabi ﷺ dengan tegas menjelaskan bahwa al-harj adalah pembunuhan (الْقَتْلُ). Ini adalah penafsiran langsung dari Nabi ﷺ, sehingga tidak ada ruang untuk menafsirkan lain. Imam An-Nawawi dalam syarahnya menjelaskan bahwa banyaknya pembunuhan ini adalah salah satu tanda besar kiamat. Ini terjadi karena hilangnya rasa kasih sayang, dominasi hawa nafsu, dan lemahnya iman.
  3. Ibadah di Tengah Fitnah: Meskipun hadits ini tidak secara langsung menyebutkan keutamaan ibadah di tengah fitnah, namun dalam riwayat lain yang shahih, Nabi ﷺ bersabda: "Ibadah di masa al-harj (banyaknya pembunuhan/fitnah) adalah seperti berhijrah kepadaku." (HR. Muslim). Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa keutamaan ini karena manusia pada masa itu cenderung lalai dari ibadah dan sibuk dengan urusan dunia serta fitnah, sehingga orang yang tetap beribadah di tengah kondisi seperti itu adalah orang yang benar-benar kuat imannya dan istiqamah.
  4. Peringatan untuk Menuntut Ilmu: Hadits ini adalah peringatan keras bagi kita untuk tidak menunda-nunda dalam menuntut ilmu syar'i. Selagi masih ada ulama dan guru yang bisa diambil ilmunya, maka bersegeralah. Karena suatu saat nanti, ilmu akan diangkat dan yang tersisa hanyalah kebodohan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, seorang ulama besar dari kalangan tabi'in, sangat sedih ketika melihat banyaknya pembunuhan dan fitnah yang terjadi di zamannya. Beliau sering menangis dan mengingatkan manusia akan hari-hari yang disebutkan oleh Nabi ﷺ. Beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian berada di atas jalan yang terang, malamnya seperti siangnya. Maka beramallah sebelum datangnya hari-hari yang disebutkan oleh Nabi kalian ﷺ, yaitu hari di mana ilmu diangkat dan pembunuhan merajalela."

Kisah ini menunjukkan bagaimana para salafus shalih sangat memahami makna hadits ini. Mereka tidak hanya menjadikannya sebagai berita, tetapi sebagai cambuk untuk bersungguh-sungguh dalam beramal dan menuntut ilmu sebelum semuanya hilang.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegera Menuntut Ilmu: Jangan menunda-nunda untuk belajar agama. Selagi ada kesempatan dan guru, gunakanlah sebaik-baiknya.
  2. Menjaga Diri dari Fitnah: Jauhi segala bentuk perpecahan dan permusuhan yang bisa mengarah pada pertumpahan darah. Jaga lisan dan jangan mudah terprovokasi.
  3. Istiqamah dalam Ibadah: Di tengah zaman yang penuh fitnah, perbanyaklah ibadah, dzikir, dan doa kepada Allah. Ini adalah penyelamat kita.
  4. Mengambil Pelajaran: Hadits ini adalah bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ. Banyaknya pembunuhan dan hilangnya ilmu di zaman sekarang adalah realita yang kita saksikan. Ini seharusnya menambah keimanan kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?